Bangun Ekonomi Bersama dengan Pertanian

Bangun Ekonomi Bersama dengan Pertanian

  Senin, 21 November 2016 09:30
/GOTONG ROYONG: Keluarga Besar Jemaah Yasin Fadilah bergotong royong menanam padi di lahan pertanian Parit Pangeran, Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kamis (17/11).

Berita Terkait

Jemaah Yasin Fadhilah Mulai Bertanam Padi

SUKADANA – Setelah penyemprotan dan pembenihan yang dilakukan secara bersama-sama, kini keluarga besar Jemaah Yasin Fadhilah kembali gotong royong menanam padi di lahan pertanian di Parit Pangeran, Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kamis (17/11). Kegiatan itu dilakukan guna membangun ekonomi lewat pertanian.

Mereka yang bergotong royong menggarap lahan tersebut adalah keluarga besar Jemaah Yasin Fadhilah yang terdiri dari Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap Jaya di Kecamatan Sukadana, serta Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang. Tiga desa yang bertetangga dan berada persis di antara Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang ini, aktif dalam kegiatan pengajian yang diasuh Ustaz Muhammad Abdul Qudus selaku pengasuh Majelis Taklim Yasin Fadhilah.

Ketua Majelis Taklim Yasin Fadhilah Cabang Sukadana dan Matan Hilir Utara, Muhammad Anton Pratama, menjelaskan jika kegiatan pertanian ini muncul dari ide jemaah. Selain itu, dia menambahkan, juga untuk memupuk rasa kebersamaan sesama jemaah, juga memberikan manfaat yang besar dengan menggarap pertanian.

“Kami bersama jemaah sepakat meggarap pertanian ini, dan hasilnya nanti akan ditabung untuk mewujudkan salah satu wacana kami untuk membangun Pondok Pesantren yang sudah kami sepakati di lokasi Pelansi, Desa Kuala Satong (Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang),” ucapnya.

Pesantren yang nantinya akan dibangun tersebut, dijelaskan Anton, adalah cabang dari Pondok Pesantren Darul Fadilah Ketapang yang diasuh Muhammad Abdul Qudus. “Dengan berdirinya pesantren di daerah kami, setidaknya bisa mendekatkan sarana pendidikan agama kepada anak-anak kami,” timpalnya.

Koordinator Pertanian Yasin Fadhilah, Maskuri, menambahkan, padi yang ditanam mereka adalah bibit unggul, yang tiga bulan ke depan sudah bisa dipanen. “Dengan luas lahan yang digarap sekitar 37x350 meter persegi ini, ditargetkan hasil panen tiga ton,” ujarnya.

Doni Suprapto dan Muhammad Hamidi yang menghibahkan lahan pertanian untuk Yasin Fadhilah merasa senang, lantaran lahan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan jemaah. “Mudah-mudahan kegiatan pertanian ini berlangsung tiap tahun,” harap Doni yang akrab dipanggil Pak Gembot itu. (dan)

Berita Terkait