Bandara Singkawang Segera Terwujud

Bandara Singkawang Segera Terwujud

  Rabu, 18 July 2018 10:00
GANTI RUGI: Penyerahan Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan Objek Pengadaan Tanah Bandara Baru Kota Singkawang di Dayang Resort Selasa (17/7) kemarin.

Berita Terkait

Ganti Rugi Beres

SINGKAWANG--Penyerahan Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan Objek Pengadaan Tanah Bandara Baru Kota Singkawang di Dayang Resort Selasa (17/7) kemarin. 

Penyerahan ganti rugi langsung disampaikan Kepala BPN Kota Singkawang Erwin kepada pemilik tanah yang setuju tanahnya diserahkan ke Pemkot Singkawang untuk pembangunan bandara baru Singkawang. 

"Ini acara resmi tahapan pergantian rugi dan pelepasan objek Pengadaan Tanah untuk Bandara Baru dimana pemilik lahan diundang menandatangani berita acara persetujuan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang Sumastro. 

Dalam pertemuan itu hadir hadiri Asisten Pemerintahan Heri Apriadi Ketua PN Singkawang, Ketua BPN Singkawang,  Wakil Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Singkawang,  Camat,  Kapolsek dan Danramil. Dimana dari 28 orang pemilik lahan diundang yang hadir hanya 15 orang.  "Yang tidak hadir itu bukan berarti tidak setuju karena ada juga halangan untuk pergi karena ada keperluan lainya, " tambah mantan Kepala Bapedda Kota Singkawang ini. 

Selain itu,  Sumastor juga menambahkan jika transfer uang ganti rugi lahan dan tanam tumbuh tersebut sudah dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri lalu. "Jika ada kekurangan bayar maka akan dilakukan secepatnya. Dimana tranfer dilakukan dari Dishub ke rekening pemilik lahan. Jika tidak ada halangan minggu depan sudah bisa dibereskan, " imbuhnya. 

Transfer rekening yang dilakukan ke masing masing pemilik lahan itu tanpa pajak dan potongan apapun sesuai aturan yang ada. 

Bagi pihak yang tidak setuju dari besaran ganti rugi maka dipersilakan mendaftar persoalan ke Pengadilan Negeri Singkawang. Namun masih ada waktu bagi pemilik lahan tersebut jika ingin melakukan pengurusan ganti rugi lahan dan tanam tumbuh sesuai hasil musyarah ganti rugi dan tanam tumbuh. 

Karena setelah ini pihaknya akan mengurus konsinyiasi alias titipan uang kepada Pengadilan Negeri Singkawang. Jika dalam waktu berjalan ada pemilik lahan meminta ganti rugi lahan dan tanam tumbuh sesuai kesepakatan maka bisa mengurus kembali.  "Namun bisa jadi pengadilan proaktif memanggil para pemilik lahan untuk rembuk kembali terkait persoalan ganti rugi dan tanam tumbuh ini sesuai dengan kesepakatan musyawarah besaran biaya ganti rugi dan tanam tumbuh," jelasnya.

Namun apabila masih pihak pihak UE tertentu ngotot bahwa besaran ganti rugi tanam tumbuh tidak sesuai maka dapat melakukan pendaftaran perkara di PN Singkawang. Dimana jumlah uang titipan yang akan ke PN Singkawang sekitar Rp 7 Milyar. 

Bagi Dishub, kata Sumastro,  pengadaan tanah bagi kepentingan umum ini sudah dianggap selesai dengan tahapan tahapan yang sudah dilalui sesuai prosedur dan aturan pengadaan tanah itu sendiri.  Oleh sebab itu jika proses titipan uang ke PN Singkawang selesai maka pihaknya akan mengirim surat resmi ke Kementerian Perhubungan RI, dimana surat itu merupakan pemberitahuan dari Pemkot Singkawang melalui Dishub kepada Kemenhub bahwa tanah bandar udara di Kota Singkawang sudah siap untuk kepentingan pembangunan fisik bandara.  "Jadi intinya surat kita ke Kemenhub itu untuk menyampaikan bahwa tanah bandar udara yang ada ada siap pakai dan segera ditindaklanjuti pembangunan fisiknya, " jelasnya.

Secara total anggaran yang disiapkan Pemkot guna pembebasan lahan untuk keperluan ganti rugi tanah dan tanam tumbuh ini sebesar Rp 14.211.867.068 dengan jumlah 69 persil bidang tanah atau seluas 151 hektar dengan jumlah pemilik diperkirakan 50 orang. 

"Jika semua proses ini selesai maka realisasi bandar udara Singkawang tahun 2019 bisa terwujud seperti halnya sewaktu tahun 2014," katanya (har) 

Berita Terkait