Bandara Liku Diusulkan Jadi Bandar Udara Perintis

Bandara Liku Diusulkan Jadi Bandar Udara Perintis

  Rabu, 15 May 2019 11:04
TATAP MUKA: Bupati H Atbah Romin Suhaili bersama Kadis Perhubungan saat mendatangi Markas TNI AU.

Berita Terkait

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas mengajukan Bandara Liku Paloh bisa dijadikan bandar udara perintis. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc saat mengunjungi Markas Besar TNI AU di Cilangkap didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Ir H Feri Madagaskar Msi.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Disfaskon AU Gedung Soewoto Soekendar Mabes TNI AU dipimpin Kadisfaskon AU, Marsekal Pertama TNI Ir Muchtar Mawardi, kemudian Tim Aset TNI AU Koops AU I, Lanud Supadio, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI., Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“TNI AU dan Kemenhub RI pada prinsipnya mendukung rencana pembangunan dan operasional Bandara Liku Paloh oleh Pemkab Sambas dan Pemprov Kalbar,” kata Bupati Sambas. Menindaklanjuti pertemuan, selanjutnya akan disusun kesepakatan bersama antara TNI AU, Pemprov Kalbar, Pemkab Sambas dan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI terkait Penggunaan BMN TNI AU Lanud Supadio di Liku Paloh Sebagai Bandara Liku Paloh untuk kegiatan penerbangan perintis di Kabupaten Sambas Kalbar.

“Area sekarang adalah lebih kruang 5, 9 hektar. Dan Pemkab Sambas akan menghibahkan tanah yakni pada tahap II seluas kurang lebih 8,3 hektare yang saat ini diatasnya telah berdiri bangunan kantor BASEOPS, Apron sebagian Taxiway dan Barak Paskhas AU,” kata Atbah.

Ini menjadibentuk keseriusan Pemkab Sambas, supaya pengelolaan Bandara Liku Paloh kedepannya bisa mengakomodir penerbangan perintis. “Kami harapkan dengan digunakannya Bandara Liku Paloh sebagai Bandara Perintis, akan menunjang pembangunan dan kemajuan Kabupaten Sambas. artinya bukan saja keberadaan bandara sebagai prasarana pertahanan dan keamanan negara. Namun memiliki peran penunjang transportasi udara atau penerbangan perintis. Sehingga dapat memperdek waktu dari dan ke wilayah Kalimantan Barat khususnya ke Kabupaten Sambas dan sekitarnya,” katanya.

Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas, Ir H Fery Madagaskar Msi sebagai upaya mempercepat dijadikannya bandara perintis. Dalam waktu dekat, Penyusunan draft kesepakatan bersama dan draft perjanjian hibah akan diselesaikan. “Direncanakan penandatanganannya minggu ke empat di Juni 2019. Insya Allah tim teknis kami akan bekerja semaksimal mungkin agar semuanya sesuai rencana. Tentu kami memmohon dukungan dan doanya,” katanya.(fah)

Berita Terkait