Bandar Sabu Divonis Mati

Bandar Sabu Divonis Mati

  Kamis, 22 November 2018 10:09

Berita Terkait

Selundupkan 7,2 Kg Sabu dan 21.727 Butir Ekstasi

SANGGAU - Pengadilan Negeri (PN) Sanggau pada Rabu (21/11) malam menggelar sidang pembacaan vonis atas terdakwa Suprayogi alias Yoyok dan Andi Alfen dalam perkara narkotika jenis sabu 7,2 kilogram dan 21.727 butir ekstasi di wilayah Simpang Tanjung, Kecamatan Tayan Hulu.

Pada sidang tersebut, Majelis Hakim PN Sanggau diketuai oleh I Ketut Somanasa didampingi oleh Albanus Asnanto dan John Malvino Seda Noa Wea yang masing-masing bertindak sebagai hakim anggota I dan II.

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sanggau memvonis terdakwa Yoyok dengan hukuman mati karena terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Melalui pertimbangan majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah melakukan transaksi narkotika golongan 1 dengan barang bukti yang sangat banyak sehingga majelis hakim memutuskan untuk memberikan pidana maksimal kepada terdakwa.

Sebelumnya, rekan Yoyok, Andi Alfen telah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar subsidair tiga bulan kurungan. Sebagai informasi, bahwa Suprayogi maupun Andi Alfen ditangkap oleh BNN RI pada 26 Maret 2018 lalu di wilayah Simpang Tanjung, Kecamatan Tayan Hulu dengan barang berupa sabu seberat 7,2 kilogram dan 21.727 butir ektasi. 

Satu tersangka berinisial CU masuk daftar pencarian orang. Diketahui bahwa Yoyok sudah tiga kali membawa barang haram tersebut masuk ke Indonesia. Pada pembawaan barang yang keempat kali ia berhasil diringkus oleh BNN RI di Kabupaten Sanggau. Barang berupa sabu dan ekstasi tersebut dibawa dengan kemasan dalam tas besar berwarna hitam dengan lis merah di beberapa bagian. 

Usai sidang, Yoyok melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. (sgg)

Berita Terkait