Balita Anda Berani Minta Uang

Balita Anda Berani Minta Uang

  Rabu, 27 January 2016 08:57

Berita Terkait

Balita Anda sudah berani minta uang? Ini bukan sebuah hal buruk. Itu artinya, balita Anda mulai belajar satu hal baru dalam hidupnya. Dibutuhkan peran orang tua untuk mendampingi mereka, menjelaskan fungsi uang sebenarnya. Oleh : Marsita Riandini

Meniru adalah satu kebiasaan yang dilakukan oleh anak-anak. Mereka mencontoh dari berbagai hal yang dilihatnya, didengarnya, hingga yang dipelajarinya. Termasuk ketika anak mulai berani meminta uang. Meskipun pada usia tertentu mereka belum memahami apa fungsi uang. Ketika anak sudah mengenal yang namanya uang, maka orang tua segera menjelaskan kepada anak, sesuai dengan tahap perkembangan anak. Demikian yang disampaikan oleh Yulia Ekawati Tasbita, S. Psi, Psikolog kepada For Her. “Jelaskan fungsi uang, nilainya berapa, kenalkan ke anak dari yang kecil hingga besar. Penggunaan uang itu untuk apa saja, bagaimana cara menggunakannya,” tutur Psikolog di Biro Konsultasi Psikologi Persona ini.

Orang tua secara tidak langsung sudah mengajarkan pendidikan finansial pada anak. Dengan begitu, anak tidak akan salah memahami tentang fungsi uang. Anak akan memiliki filter soal baik dan buruknya penggunaan uang. Menjelaskan tentang fungsi uang kepada anak, sekaligus melatih dan membiasakan orang tua berdialog dengan anak. Selain itu, juga mengajarkan pada anak salah satu cara untuk memperoleh sesuatu adalah dengan uang. “Sembari mengenalkan fungsi uang, juga diajarkan anak untuk berbelanja. Barang apa yang dibeli, uangnya harus berapa. Misalnya ingin membeli kue, maka berilah anak uang sejumlah harga kue tersebut,” papar dia.

Lingkungan juga berperan besar kenapa anak mulai berani meminta uang. Maka jangan heran bila anak TK sudah bisa meminta uang jajan, karena dia meniru perilaku temannya. “Umumnya mereka hanya tahu dengan uang bisa membeli sesuatu, tetapi tidak tahu nilainya. Ketika orang tua mengajarkannya, maka anak akan paham tentang konsep uang,” ulasnya.

Yulia mengingatkan, ketika orang tua memberikan uang kepada anak, sebaiknya bukan untuk menghibur anak. Cara ini akan mendidik anak menjadi matrealistik. Pemahaman anak menjadi tidak sehat. “Karena tidak kuasa dengan rengekan anak, mau tidak mau orang tua memberikan uang kepada anak. Agar anak tinggal di rumah saja, orang tua memberikan uang daripada anak menangis ingin ikut. Cara ini akan membentuk anak menjadi matrealistis,” katanya.

Jika perilaku ini dibiasakan, maka ketika anak beranjak besar dan mulai memahami tentang fungsi uang, maka dia akan memanfaatkan rengekannya untuk meminta uang. Padahal akan lebih baik, jika orang tua menjelaskan kenapa enggan memberi uang. Apa alasannya. “Kalau anak merasa merengek menjadi cara yang ampuh mendapatkan uang, sampai besar pun dia akan seperti itu. Termasuk ketika uang yang diinginkan lebih besar,” ucapnya.

Sebaliknya, ketika memberi uang, ajarkan pula kepada anak sedari dini mungkin untuk menabung. Dengan begitu anak memahami bahwa uang tidak selalu harus dihabiskan. “Baik pula jika memang ini dibiasakan sedari kecil. Ketika dikasih uang jajan, anak dibiasakan untuk menyisihkan uang jajannya. Termasuk ketika anak menginginkan sesuatu, untuk mendapatkannya anak harus menabung,” pungkas Yulia. ** 

Berita Terkait