Balai Survey Lokasi Titik Jembatan

Balai Survey Lokasi Titik Jembatan

  Jumat, 30 September 2016 10:08

SAMBAS– Kepala BBPJN XI Banjarmasin  (Kalbar, Kalteng, Kalsel) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Ir Sugiyartanto MT meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kecamatan Tebas.

 
Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc didampingi Kadis PU Bina Marga Pengairan dan ESDM Sambas Ir H Ferry Madagaskar Msi, Kabid Bina Marga, Ketua dan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sambas, Camat Tebas, para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Pemrakarsa usulan jembatan serta warga menyambut kedatangan Ir Sugiyartanto MT di Desa Tebas Kuala, Rabu (28/9) petang.

Saat tiba dilokasi, beberapa warga pun sempat menyalami  Ir Sugiyartanto MT. Kadis PU Bina Marga Pengairan dan ESDM Sambas Ir H Ferry Madagaskar Msi kemudian menyodorkan FS rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar. Kepala BBPJN XI Banjarmasin pun langsung mencermati gambar yang ada didalamnya, meski sambil berdiri.

Kehadiran Kepala BBPJN XI Banjarmasin meninjau titik lokasi rencana pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar. Adalah proses terbaru terkait perjuangan warga dan pemerintah Kabupaten Sambas yang mendambakan adanya jembatan penghubung ke beberapa Kecamatan yang ada di seberang.

Kepala BBPJN XI Banjarmasin  (Kalbar, Kalteng, Kalsel) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Ir Sugiyartanto MT mengatakan dalam rangka pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar (SSB). Dukungan daerah sudah seratus persen termasuk keberadaan lahan. Kemudian persiapan teknis tahapan berikutnya.

“Berkaitan dengan AMDAL, kemudian dukungan masyarakat yang diantaranya dibuktikan dengan pembebasan hak tanahnya. Namun demikian, terkait pembebasan ini harus menjadi perhatian penting agar tidak sampai muncul di kemudian hari, karena kadangkala saat pembangunan sudah selesai, ada perubahan harga tanah misalnya, yang bisa menimbulkan masalah dibelakang hari. Artinya kita ingin membangun tanpa ada

masalah,” kata Sugiyartanto.

Adanya dukungan luar biasa dari semua elemen di Sambas. Hal ini menjadi salah satu bahan yang akan disampaikan hasil tinjauannya kepada Menteri PUPR.  Sehingga bisa menjadi dasar apakah rencana pembangunan Jembatan SSB ini dimasukkan menjadi skala prioritas atau seperti apa.

“Kalau ditanya mengenai apakah prioritas, melihat dari kementerian nanti bagaimana. Karena kita berjenjang, kalau Pak Menteri mengatakan prioritas nomor satu  misalnya. Kita sebagai aparatnya mendukung. Prinsipnya bagaimana arahan pimpinan (Menteri PUPR),  kalau pimpinan oke untuk mempercepat pembangunan fisiknya, bisa segera dibantu,” katanya.

Sampai dengan proses sampai saat ini. Sugiyartanto menyampaikan beberapa persiapan masih harus dilakukan pemerintah Kabupaten Sambas. Diantaranya kelengkapan AMDAL. “Kalau untuk AMDAL, bisa disupport legislatif. Dan kita berharap semoga dalam Musrenbangda dan Musrenbangnas pembangunan Jembatan SSB itu diangkat terus agar jembatan itu naik peringkat (prioritasnya), karena untuk skala nasional, pemerintah pusat juga mengurusi seluruh daerah yang ada di Indonesia,” katanya.

Namun demikian, pihaknya akan terus mendukung terwujudnya jembatan SSB. Namun karena proses pembangunan Jembatan SSB ini menelan anggaran yang tidak sedikit. Pelaksanaan fisiknya bisa lebih dari satu tahun.

“Kalau dilihat dari besarnya anggaran yang diperlukan. Prosesnya mungkin tidak pendek waktunya karena anggaran pemerintah terbatas. Entah itu tiga tahun, empat tahun. Tapi dari pemerintah pusat, niatnya sudah seperti itu (untuk membangun jembatan),” katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc saat berbincang dengan Kepala BBPJN XI Banjarmasin mengungkapkan bagaimana harapan warga Sambas terwujudnya Jembatan SSB. Termasuk kesiapan-kesiapan yang harus dilaksanakan oleh Pemkab Sambas.

Kadis PU Bina Marga Pengairan dan ESDM Sambas Ir H Ferry Madagaskar Msi menyebutkan dalam harapan adanya jembatan sudah tercetus beberapa tahun yang lalu dari pemrakarsa dan masyarakat. Kemudian diseriusi oleh Pemerintah Kabupaten Sambas diantaranya dibuatkan lah FS dari kabupaten. Terjadilah  proses panjang dan sampailah adanya tinjauan dari Kepala BBPJN XI Banjarmasin, saat ini.

“Dan untuk mewujudkan Jembatan SSB, masih memerlukan proses yang tidak pendek. Dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam hal ini,” katanya.

Ferry Madagaskar menyatakan, jembatan yang menghubungkan dua wilayah di Sambas ini. Memiliki arti sangat penting dan untuk semua bidang. “Penduduk Sambas, 40 persen berada di seberang (Kecamatan Jawai, Jawai Selatan serta beberapa kecamatan lain). Kemudian hasil pertanian juga hampir 30 persen disuplai dari kecamatan yang berada di seberang, Potensi wisata juga banyak diseberang, dan selama ini mengandalkan

transportasi penyeberangan yang tentunya bisa meningkatkan biaya produksi, sehingga tak heran harga-harga di seberang sedikit mahal. Artinya dengan adanya fasilitas penyeberangan jembatan ini akan meningkatkan roda perekonomian,” katanya.

Ada empat lokasi dalam FS Kabupaten Sambas untuk pembangunan jembatan. Dan semuanya sudah dipaparkan mengenai kondisi yang ada.(fah/ser)