Balai Karangan Miliki Durian Terbaik di Dunia

Balai Karangan Miliki Durian Terbaik di Dunia

  Kamis, 26 July 2018 10:44
Karim Aristedes saat berdiskusi di ruang redaksi Pontianak Post, belum lama ini. DOK/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Musim durian sedang melanda Kalimantan Barat . Hampir semua daerah penghasil durian di provinsi ini sedang panen. Buah durian juga memenuhi pasar tradisional dan emperen jalan-jalan di berbagai kota di Kalbar. Eksplorer durian dunia, Karim Aristides hadir untuk menikmati masa banjir durian di Kalbar. Menurutnya, Kalbar memiliki durian terbaik di Indonesia, bahkan di dunia.

“Saya sudah keliling Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara hanya untuk mencicipi durian. Dari Aceh hingga Papua sudah saya jelajahi, tetapi durian terbaik memang ada di Kalbar. Tepatnya durian dari hutan di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Ini durian terbaik di dunia. Thailand punya kalah,” ujarnya saat berdantang ke kantor redaksi Pontianak Post.

Menurut pria asal Palembang Ini, durian Balai Karangan memiliki warna yang menarik, yaitu kuning keemasan. Selain wangi, durian ini juga memiliki ketebalan buah di atas rata-rata. “Ciri fisik sangat menonjol. Dia punya porsi daging tinggi. Dagingnya tebal, sangat jauh dibanding durian jenis lain. Dagingnya bisa 30-50 persen di atas rata rata. Sedangkan bijnya juga kecil, hanya sebesar jempol orang dewasa,” ucapnya.

Dia sendiri sudah mengklasifikasi jenis-jenis durian yang tumbuh di Balai Karangan sejak tahun 2007. ‘Saya sudah masuk sampai ke kebunnya. Saya temukan ada 18 jenis durian yang khas dari Balai Karangan.  Jenisnya adalah durian parong, strombut, liok, lintau, balening dan lainnya. Di daerah lain ini tidak ada,” kata dia.

Menurut dia, durian terbaik tidak berasal dari perkebunan besar. Melainkan dari kebun kecil atau pohon durian yang berada di hutan. Hal ini berhubungan dengan jenis tanah dan skema penyerbukannya yang alami. “Plasma nutfah (gen alami pohon) kita sangat bagus. Sebenarnya bisa diproduksi missal. Tetapi perlu pemupukan dan perawatan yang benar,” imbuh dia.

Kelezatan durian Balai Karangan sebenarnya sudah terkenal sejak zaman dulu. Dia menurutkan, bahkan sejak tahun 1960-an, pedagang buah Kuching sudah membeli durian Balai Karangan dalam jumlah besar, hingga saat ini. Bahkan sejak buahnya masih kecil sudah dipesan oleh pembeli. “Makanya jangan heran, durian Balai ini jarang sekali beredar di Pontianak. Apalagi Jakarta, karena memang selain sedikit, juga sudah diborong,” imbuhnya.

Menurutnya, durian Balai bila diproduksi massal bisa merajai pasar buah di kota-kota besar di Indonesia. Dia menyebut durian ini layak dihargai tinggi, dan menjadi buah termahal diantara durian lainnya. “Tinggal bagaimana mengemas brandnya. Karena di Jakarta sekarang yang terkenal durian Medan. Walaupun kualitasnya kalah jauh dengan di sini,” papar dia.

Kedatangannya ke Kalbar sendiri berkaitan dengan Festival Durian di Balai Karangan 27 Juli ini. Dia diminta untuk menjadi ketua dewan juri perlombaan yang memperemukan pemilik durian terbaik dari seluruh Kalbar, dan daerah lain di Indonesia. Dia sendiri rutin menjadi juri dalam ajang-ajang serupa di Pulau Jawa dan Sumatera. (ars)

Berita Terkait