Balai Besar POM Pontianak Sita Kosmetik Ilegal

Balai Besar POM Pontianak Sita Kosmetik Ilegal

  Jumat, 27 July 2018 10:00
ILEGAL: Sebanyak 126 merek produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya disita BBPOM Pontianak. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK

Berita Terkait

PONTIANAK - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Pontianak menyita ratusan produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya. Produk komestik dan obat ilegal ini disita di sejumlah toko di Kalimantan Barat. 

"Kami dari Balai Besar POM Pontianak, mendapat surat perintah dari Balai POM pusat, dalam rangka aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau dengan bahan berbahaya,” ujar Plh Kepala BOM Pontianak, Ida Lumongga, kemarin.

Aksi penertiban pasar ini dilakukan serentak seluruh Indonesia, selama Juni dan Juli 2018. Menurut Ida, ratusan produk kosmetik terdiri dari 126 item atau merek dengan total 1.839 produk. "Saat ini produk-produk tersebut telah diamankan di BBPOM Pontianak," katanya.

Dari berbagai produk tanpa izin edar BPOM tersebut pihaknya tidak dapat memastikan apa yang menjadi kandungan dan bahayanya, dikarenakan tidak diketahui apa saja kandungan produk tersebut.

"Kami tidak tahu kandungannya apa, karena belum terdaftar di BBPOM," jelasnya.

Dijelaskannya pula bahwa produk yang tidak terdaftar di BBPOM tidak dapat diketahui apa saja yang menjadi kandungannya. Produk kosmetik tersebut diamankan dari operasi yang dilakukan pada tiga wilayah di Kalbar, yaitu Ketapang, Pontianak dan Singkawang, yang ditemukan di pertokoan, salon hingga di butik.

Dia mengatakan, produk tersebut tidak dijual secara online, namun para penjual mengaku membeli produk-produk tersebut melalui online.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak membeli produk-produk secara online tanpa melakukan pengecekan serta sumber yang terpercaya, karena tidak dapat dipastikan kualitasnya.

Demi memastikan sebuah produk telah terdaftar atau tidak di BBPOM, masyarakat bisa mendownloal aplikasi Cek BPOM yang tersedia di Playstrore bagi pengguna android. Dengan menggunakan aplikasi tersebut masyarakat bisa melihat apakah sebuah produk telah terdaftar atau tidak.

Selain itu masyarakat juga bisa melakukan pengecekan langsung pada kemasan produk, apakah tertera izin dari BPOM. Penggunaan produk tanpa izin edar ini bisa saja berbahaya bagi kesehatan, karena bisa saja ada kandungan berbahaya seperti kandungan merkuri pada produk pemutih yang bisa berbahaya bagi kulit.

"Bisa menyebabkan kanker, atau mukanya bisa makin hitam dan efek jangka panjang. Cuma efek pemutihnya memang cepat," imbuhnya.

Dalam hal ini dia tidak dapat memastikan secara pasti apakah produk tersebut berasal dari luar negeri atau tidak. Jika dilihat dari kemasan produknya memang kebanyakan dari luar negeri seperti Tiongkok. Namun bisa saja produk tersebut dibuat dan diproduksi oleh oknum di dalam negeri, karena tidak terdaftar.

Jika dilihat secara kasat mata, produk tersebut memang cukup familiar beredar ditengah masyarakat. Dengan adanya pengawasan rutin yang dilakukan oleh BPOM ini maka diharapkan memang kedepannya produk ilegal ini dapat dicegah peredarannya.

Harga dari produk-produk ini juga cukup variatif, mulai dari harga yang terbilang murah hingga harga yang cukup tinggi. 

Sementara untuk pemilik produk tersebut ditindaklanjuti sesuai dengan pola tindak lanjut. Jika toko yang ditemukan baru menjual maka akan diberi pembinaan dan produk yang ada dimusnahkan. Namun jika berulang kali, maka dapat ditindak dengan hukum.

Untuk sementara para pemilik dari kosmetik-kosmetik ini masih akan dipanggil terkait asal dari produk tersebut agar bisa ditelusuri asal muasalnya.

Penjualan produk ilegal ini berpotensi melanggar UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 tentang farmasi tanpa izin edar, dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara. Jika dihitung, nilai ekonomis dari seluruh produk yang disita tersebut mencapai Rp68.965.000. (arf)

Berita Terkait