Bakukan Pengantin Melayu Kubu Raya

Bakukan Pengantin Melayu Kubu Raya

  Selasa, 23 April 2019 11:11
PEMBAKUAN: Pemerintah Kubu Raya membakukan pengantin melayu Kubu Raya. Ashri Isnaini/Pontianak Post

Berita Terkait

Lestarikan Budaya Lokal

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kubu Raya melakukan pembakuan pengantin Melayu Kubu Raya dengan tujuan salah satunya bisa mengenalkan dan melestarian budaya khas Kubu Raya.  “Pembakuan pengantin melayu Kubu Raya ini merupakan salah satu upaya inovasi yang kami lakukan dalam mengenalkan dan melestarian salah satu budaya khas Kubu Raya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kubu Raya, Cicilia Tri Agustina usai menghadiri pembukaan Lokakarya Pembakuan Pengantin Melayu Kubu Raya, Senin (22/4) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. 

Di sisi lain lanjutnya, pembakuan pengantin melayu Kubu Raya merupakan salah satu tuntutan pemerintah pusat agar setia pemerintah daerah lebih pro aktif menggali beragam potensi daerah. “Kami melihat salah satu potensi daerah di bidang ekonomi kreatif ini ya melalui pembakuan pengantin melayu ini, karena juga bisa mengenalkan budaya daerah yang lebih menonjol di Kubu Raya,” ujarnya.

Tanpa mengenyampingkan etnis lainnya, secara umum Cicilia melihat di Kubu Raya secara umum budaya melayu cukup mendominasi. “Hal ini yang menjadi program kami, bahkan kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Himpunan rias pengantin Indonesia (Harpi) Pusat dan Kemenkumham untuk mematenkan pembakuan pengantin melayu Kubu Raya ini,” terangnya. 

Pembakuan pengantin melayu Kubu Raya sendiri memiliki ciri khusus, misalnya saja di dalam dekorasi pelaminan pengantin menampilkan folosifi khas Kubu Raya. “Jadi misalnya tampilan pelaminan pengantin ini didekorasi murni khas melayu tidak ada campuran dari etnis lainnya, makanya ini akan diujikan sehingga bisa dipatenkan,” ucapnya. Pembakuan pengantin melayu Kubu Raya sendiri lanjutnya selain akan dipatenkan, nantinya akan dikenalkan keseluruh wilayah Indonesia.  

Sementara itu Ketua Harpi Melati Pusat, Suyatmi Harun  memberikan apresiasi bagi Pemerintah Kubu Raya yang telah melakukan pembakuan pengantin melayu Kubu Raya. “Pembakuan pengantin melayu Kubu Raya ini juga bisa dinilai sebagai bagian dari upaya mengenalkan, melestarikan dan mensosialisasikan baik tata rias pengantin dan adat istiadat yang digunakan,” jelasnya. 

Setelah pembakuan pengantin melayu Kubu Raya ini dilakukan, langkah selanjutnya kata dia adalah pengujian orosinalitas. Nantinya kata Suyatmi semua potensi dari pembakuan penganti melayu Kubu Raya bisa dipelajari disemua lembaga kursus dan pelatihan dan bermanfaat bagi para perias mulai dari Kubu Raya hingga perias dari daerah lainnya. 

Suyatmi Harun berpesan, dalam pembakuan pengantin melayu Kubu Raya, seharusnya menampilkan ciri khas budaya daerah setempat dan ditonjolkan, sehingga menjadi salah satu simbol bahwa di Kubu Raya memiliki nila seni dan budaya yang cukup tinggi. 

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang membuka Lokakarya Pembakuan Pengantin Melayu Kubu Raya menilai tidak sekedar mengenalkan dan melestarikan budaya daerah lokal, namun pembakuan pengantin melayu Kubu Raya secara tidak langsung juga bisa menjadi sarana untuk mendorong peningkatan ekonomi kreatif di Kubu Raya. 

“Pembakuan pengantin melayu ini bukan hanya dilihat dari hal-hal secara teknis, tapi substansinya, juga mengangkat dan praktik-praktik yang dilakukan di masyarakat agar kita punya standar, dan punya hak paten dan diajukan  ke pusat, kalau perlu modifikasinya ini nanti ada budaya etnis lain semua di Kubu Raya,” paparnya. 

Jika jeli lanjutnya, pembakuan pengantin melayu Kubu Raya bisa menggelorakan kewirausahaan generasi muda. “jadi tidak sekedar melihat trend, tapi ada standar dalam mengenalkan dan melestarikan hasil pembakuan pengantin melayu Kubu Raya ini dan jika jeli saya meyakini ini juga berpotensi mengurangi pengangguran di Kubu Raya,” tutupnya. (ash) 

Berita Terkait