Baku Tembak, Satu Personel Gugur

Baku Tembak, Satu Personel Gugur

  Kamis, 21 March 2019 09:57
KORBAN TEMBAK: Salah seorang anggota Brimob yang menjadi korban penembakan di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga saat mendapat perawatan medis di RSUD Timika, Rabu (20/3). ISTIMEWA/CENDRAWASIH POS

Berita Terkait

Saat Pengamanan Angkutan Logistik di Nduga

 

JAKARTA – Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) kembali berulah. Kemarin (20/3) terjadi baku tembak di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan satu anggota Brimob dan melukai dua personel yang lain.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, personel yang gugur tersebut adalah Bharada Aldi, sedangkan dua personal yang terluka bernama Ipda Arif Rahman dan Bharada Rapi. Arif mengalami luka tembak di bahu kiri dan Rapi di bagian dada. ’’Keduanya sedang dirawat,’’ ujar Dedi.

Polri akan memberikan penghargaan berupa kenaikan satu pangkat kepada Aldi. ’’Ini tidak memupuskan semangat kami,’’ tegasnya.

Dedi tidak memerinci kronologi penembakan tersebut secara detail. Yang jelas, saat itu personel Polri sedang mengamankan helikopter yang mengangkut logistik di Bandara Mugi, Kabupaten Nduga. ’’Kami berupaya melindungi masyarakat Papua,’’ ungkapnya.

Kadivhumas Polri Irjen Muhammad Iqbal menambahkan, anggota Brimob yang gugur langsung dievakuasi. Sementara itu, dua personel yang terluka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. ’’Tentu ada pelayanan maksimal kepada korban,’’ katanya di kantor Kemenko Polhukam kemarin.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menyatakan, KKSB selalu menebar teror. Namun, dia memastikan, pemerintah melalui TNI dan Polri telah hadir. ’’Biar saja nanti diatasi aparat keamanan,’’ ujarnya. 

Dia juga menyebutkan, penembakan oleh KKSB tidak terkait dengan persiapan pemilu. ’’Nggak ada pemilu juga ada penembakan,’’ katanya.

Di bagian lain, Kodam XVII/Cenderawasih menyesalkan penembakan yang berujung pada gugurnya personel Polri tersebut. Sebab, aksi itu terjadi saat masyarakat Papua berduka. Di Jayapura, bencana banjir dan longsor telah merenggut banyak korban jiwa. Hingga kemarin, pemerintah bersama aparat keamanan dan masyarakat masih bahu-membahu dalam evakuasi.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menyatakan, aksi KKSB di Nduga kemarin semakin menunjukkan bahwa kelompok tersebut sama sekali tidak peduli kepada masyarakat. Mereka terus menebar teror.

Dia menegaskan, sebagai instansi yang ditunjuk membantu Polri di Nduga, pihaknya bakal terus mengejar KKSB. Meski itu tidak mudah lantaran keterbatasan jumlah personel. Perwira menengah TNI-AD tersebut memastikan bahwa pasukan TNI yang sudah dikirim ke sana tidak ditarik meski ada bencana di Jayapura. ’’Kami tetap akan melakukan pengejaran,’’ tegasnya.

Aidi menyatakan, penindakan aparat keamanan terus berjalan. Di sisi lain, pengamanan terhadap pembangunan sejumlah proyek juga tetap berlangsung. ’’Pembangunan jalan tetap kami lakukan,’’ katanya.

TNI dan Polri sudah membagi personel dalam tugas penanggulangan bencana, pengejaran KKSB, serta pengamanan pembangunan jalan trans-Papua. ’’Fokus pada tugas masing-masing,’’ imbuhnya. (idr/syn/c5/fal)

Berita Terkait