Bakal Calon Kepala Daerah Berebut Simpati Netizen

Bakal Calon Kepala Daerah Berebut Simpati Netizen

  Rabu, 28 September 2016 09:30

Berita Terkait

Tak bisa dipungkiri, media sosial menjadi cara ampuh bagi calon kepala daerah untuk memperkenalkan diri sekaligus merebut simpati masyarakat dalam mencari dukungan sebanyak-banyaknya melalui dunia maya. Komentar atau like dari netizen bisa jadi patokan elektabilitasnya. 

****

MESKI pemilihan kepala daerah di Kota Pontianak masih dua tahun lagi, beberapa calon sudah berkampanye lewat media sosial. Pantauan Pontianak Post saat berselancar di dunia maya, akun facebook sayepontianak, Kawanedi, Bang Satarudin, Kawan Firdaus Zarin, dan Kawan Bang Nagian belakangan mulai eksis dengan postingannya. 

Selain akun-akun itu, beberapa akun pribadi milik anggota DPRD Kota Pontianak, seperti Bebby Nailufa, Alfian Aminardi juga jadi perhatian. Akun FB milik mantan anggota DPRD Pontianak, Muhammad Fauzie juga tak kalah update. Dari postingan-postingan yang kerap ditampilkan di beranda facebook, terbukti menarik simpati masyarakat. Tak jarang beberapa akun yang miliki pertemanan dengan mereka mendorong untuk maju di pertarungan bursa Wali Kota Pontianak.

Pontianak Post juga mengecek satu persatu akun itu. Akun dengan nama sayepontianak bergambar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sudah memiliki 1.455 anggota. Tak cukup satu akun, ada akun lagi dengan nama Kawanedi. Di akun tersebut tampaknya spesifik menonjolkan sosok wakil wali kota itu dengan posting berita tiap kegiatannya. “Kawan edi adalah para pendukung Bapak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono menjadi Wali Kota Pontianak.” Itu tulisan di beranda atas milik Kawanedi.

“Kawanedi itu dibuat oleh relawan yang secara sendiri memberi dukungan kepada saya untuk maju menjadi Wali Kota Pontianak 2018 nanti. Relawan ini muncul secara sendiri. Di akun itu relawan saya memposting tiap kegiatan saya,” terang Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, belum lama ini.

Tak kalah dengan Kawanedi, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin juga miliki akun sama. Nama akunnya Bang Satarudin. Di akun tersebut selain ada foto Satarudin yang menggambarkan kedekatannya dengan warga, akun tersebut  sudah menampil jargon, yaitu: Bersama Menuju Pontianak hebat. Di akun itu juga ada logo PDI Perjuangan.

Meski anggotanya belum sebanyak sayepontianak, namun FB Bang Satarudin sudah mulai eksis memposting tiap kegiatan yang diikutinya. Kegiatan ter-update dalam postingan terakhir, yaitu 23 September lalu, Bang Satar sapaannya tengah berada di Kabupaten Landak untuk mendukung calon bupati Landak, Karolin Margret Natasa. 

Dukungan juga mengalir pada akun Bang Satarudin ini, seperti postingan yang ditulis akun milik Ya Suparman ke Bang Satarudin 20 September, “Jalan terus dan terus jalan rakyat selalu bersama…” Selain itu, akun milik Jaidy Kesuma pada tanggal sama mengirimkan foto Satarudin bertuliskan “Menuju Pontianak 1….”

“Sebelum akun Bang Satarudin, saya sudah miliki akun, namanya Pontianak Hebat yang dibuat relawan saya beberapa bulan lalu. Untuk isinya sama seperti akun ini, bahkan jumlah anggotanya sudah hampir 3 ribu orang. Saya tak sangka diakun Pontianak Hebat perhari bisa seratusan orang bergabung. Mungkin karena terlalu banyak anggota, dan melebihi kapasitas akhirnya tak bisa dibuka. Kalau akun ini (Bang Satarudin) baru dibuat relawan saya,” terang Ketua DPRD Kota Pontianak tersebut.

Selain dua akun yang dipastikan maju dalam bursa calon Wali Kota Pontianak itu, akun FB dengan nama Kawan Bang Nagian juga menyita perhatian dunia maya. Meski akun ini terbilang baru, untuk jumlah pertemanan sudah lumayan banyak dengan jumlah 1.357 orang.

Pantauan Pontianak Post, rupanya akun ini dibuat komunitas pemuda pendukung Nagian Imawan. Dalam akun Kawan Bang Nagian, di bawah foto Ketua DPD Perindo Kota Pontianak itu tertulis Kota Pontianak masyarakat adil dan makmur. 

“Soal postingan FB Kawan Bang Nagian ini adminnya dikelola anak muda. Sebelum terbentuk, awal kita hanya diskusi kecil bicara tentang Pontianak, eh timbul ide para pemuda buat akun ini. Di akun ini rerata memposting ide dan gagasan pemikiran untuk Pontianak,” ucap Nagian Imawan.

Nagian melihat, sejauh ini respon netizen terhadap FB Kawan Bang Nagian positif. Ketika ditanya apakah ia maju dalam bursa pertarungan memperebutkan kursi satu Pontianak 2018, ia optimis maju. “Sebenarnya akun ini mau saya buat tapi selepas pilkada Singkawang dan Landak. Namun atas kemauan kawan, akhirnya akun ini dibuat lebih awal. Selain akun, saya telah melakukan persiapan lain, seperti konsolidasi dan beberapa persiapan lainnya,” terangnya.

Dalam pemilu namanya juga tidak asing, walaupun tidak berhasil duduk di DPD 2014, namanya masuk empat besar suara terbanyak, dengan mengantongi 24.000 suara di Pontianak. Berdasarkan data KPU, raihan suara se-Kalbar mencapai 87.000 suara.

Selain tiga nama akun itu, akun Kawan Firdaus Zarin juga tetap berjalan. “Akun ini dikelola oleh tim. Untuk maju tidaknya saya di Pilwako nanti, saya lihat elektabilitas ke depan seperti apa,” terangnya.

Selain kandidat pria, muncul satu nama yang kerap didorong netizen untuk maju sebagai kuda hitam. Sosok penyayang keluarga, kerap memperjuangkan hak perempuan merupakan modal bagi Anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar, Bebby Nailufa. 

Di akun FB Bebby Nailufa, kerap memposting pemberitaan dirinya di media cetak dan di-share ke akun pribadinya. Dari postingannya itu, ternyata banyak ditanggapi netizen. Melihat keseriusannya menjadikan Pontianak lebih baik ke depan rupanya menarik simpati netizen untuk berkomentar di berandanya. Bahkan beberapa netizen mendorong agar ia maju dalam pertarungan perebutan kursi wali kota Potianak.

“Saya mengucapkan terima kasih pada warga Pontianak yang mendukung saya. Berarti kiprah saya di dunia politik direspon baik dan dipantau oleh konstituen dan masyarakat Pontianak,” ucap Bebby.

Mengenai maju tidaknya ia menjadi calon wali kota, melewati mekanisme dan aturan yang mesti dilalui. Respon baik dari netizen merupakan modal Bebby. Di samping itu, ia juga butuh dukungan dari partai sebagai kendaraan nantinya. 

“Sebagai kader Golkar, jika hasil survei saya diterima masyarakat tentu saya siap apabila dicalonkan baik itu jadi wali kota atau wakil wali kota. Ikuti mekanisme partai karena saya menghormati itu,” tutupnya.(iza)   

Berita Terkait