Bahas Teroris dan Radikalisme

Bahas Teroris dan Radikalisme

  Minggu, 5 June 2016 10:55
COFFEE MORNING: Coffee Morning yang berlangsung Jumat (3/6) pagi di Batalyon 644/ Walet Sakti, dengan dipimpin Wadanyon 644 Walet Sakti, Mayor Inf Hendra Sukmana serta dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Jumat (3/6) pagi, Batalyon 644/ Walet Sakti menggelar coffee morning. Di kesempatan itu juga dibahas tentang terorisme dan radikalisme yang merupakan musuh bersama.

Wadanyon 644 Walet Sakti, Mayor Inf Hendra Sukmana, menjelaskan mengenai sudut pandang terrorisme dan radikalisme yang harus diberantas secara bersama-sama. Teroris, diakui dia, bisa bergerak dengan mengatasnamakan agama atau kelompok sosial. Oleh karena itu, dia berharap agar seluruh stakeholders membangun faham di masyarakat. Dengan demikian, dia menghendaki agar jangan sampai timbul pemikiran bahwa agama membenarkan terorisme atau agama mendukung terorisme. 

“Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan boleh membunuh orang," tegasnya. Dijelaskannya, kelompok radikal ada yang piawai menggunakan ayat-ayat suci, tetapi salah dalam penafsirannya. Dalam hal ini masyarakat, terutama kalangan muda, menurut dia, harus mampu memilah dan tidak menanggapi sesuatu secara berlebihan. “Termasuk menyudutkan salah suatu agama-agama tertentu, karena agama tak seperti itu,” kata dia.

Hendra tak memungkiri bahwa teroris perlu diatasi bersama antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.  Di sisi lain, dia menambahkan, pemerintah mesti membuat aturan dan undang-undang yang mengatur penindakan terhadap teroris. Hal terpenting lainnya, menurut dia, adalah menyaring informasi, terkait tudingan teroris dan radikalisme. Dia mengimbau agar masyarakat harus mempertanyakan kejelasan informasi itu kepada pemerintah.

"Konfirmasi pada kapolsek, intel, dan lainnya. Jangan main hakim sendiri. Jika menemukan ada upaya memasukkan paham radikal dan terorisme," pesannya. 

Sehubungan dengan coffee morning yang diadakan satuannya, Wadanyon mengatakan, selain untuk menyatukan pemahaman tentang teroris dan radikalisme, juga menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat, dinas, dan instansi vertikal sesama TNI. Intinya kata dia, untuk mendekatkan satuan di batalyon dengan jajaran pemerintah. Bahkan, untuk mengefisiensikan komunikasi sosial di sekitar pangkalan kesatuan mereka, Wadanyon meamstikan bahwa mereka juga membuka ruang dengan masyarakat. “Masyarakat dipersilakan berkoordinasi dengan Batalyon,"  ucapnya. 

Dengan adanya kebersamaan yang dibangun antara masyarakat dan TNI, dia berharap agar tingkat koordinasinya akan menjadi lebih baik dan mudah.

Kegiatan coffee morning Batalyon 644/Wls dihadiri Dansubdenpom Putussibau M Safe I, Kasat Pol PP Kabupaten Kapuas Hulu Hadi Pranata, Camat Putussibau Utara Hermanus, Camat Putussibau Selatan Iwan Setiawan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kapuas Hulu, Pengadilan Negeri Putussibau, Balai Centra Pala Pulau, para tokoh masyarakat, dan tokoh adat Kabupaten Kapuas Hulu.(aan)

Berita Terkait