Bagi Owi, Butet Tak Tergantikan

Bagi Owi, Butet Tak Tergantikan

  Selasa, 11 December 2018 11:17
Liliyana Natsir-Tontowi Ahmad

Berita Terkait

JAKARTA – Indonesia Masters 2019 bakal digelar pada 22-29 Januari mendatang. Namun, PP PBSI sudah menyiapkan acara istimewa. Yakni pesta perpisahan buah salah seorang pemain andalan: Liliyana Natsir. Pasangan Tontowi Ahmad saat merebut emas Olimpiade 2016 itu mengakhiri karir usai ajang yang digelar di Istora Senayan tersebut. 

"Pastinya publik ingin melihat bagaimana momen farewell untuk Butet—sapaan akrab Liliyana, Red. Akan ada sesi khusus untuk dia," ucap Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto seusai konferensi pers Indonesia Masters di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, kemarin (10/12).

Menurut Budi, Butet layak mendapatkan pesta perpisahan yang pantas. Pebulutangkis 33 tahun tersebut sudah banyak berjasa untuk merah putih. Antara lain, dua kali juara Asia, empat kali juara dunia, dan satu emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. 

Acara khusus untuk dia bakal dilangsungkan saat final. "Mau Owi/Butet masuk final atau tidak, di sela-sela partai final pasti ada acara itu," jelas Budi. "Tunggu aja tanggal mainnya. Biar jadi surprise," imbuhnya.

Sementara itu, Owi mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk menyongsong Indonesia Masters. Juga, tidak ada target muluk-muluk. Yang penting bisa tampil menghibur masyarakat Indonesia yang datang menonton. Meski, dia akan senang jika bisa mengulang capaian edisi 2018. Yakni masuk final. "Harapan pasti juara ada. Tapi berat. Melihat peta kekuatan sekarang kan nggak gampang. Step by step dulu," tutur Owi realistis.

Setelah tersingkir pada perempat final Fuzhou China Open, September lalu, Owi/Butet belum pernah lagi mengikuti turnamen. Sejak itu, Owi juga baru sekali bertanding bersama Della Destiara Haris pada Hongkong Open sebulan berselang. Namun, hasilnya tidak memuaskan. Owi/Della kandas di babak pertama oleh pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino 15-21,9-21. 

"Sama Della masih adaptasi juga," ungkap Owi. Di Indonesia Masters, Owi terakhir kali berpasangan dengan Butet. Namun sebelumnya, dia akan dicoba dengan pasangan lain lagi. Yakni Debby Susanto. Mereka terjun di Malaysia Masters (super 500) pada 15-20 Januari. 

Owi mengaku sangat kehilangan Butet. Di matanya, sang cici (sapaan Owi untuk Butet) tak tergantikan. Disiplin, cerdas, tidak mudah menyerah, didukung skill bermain yang komplet. "Tapi untuk ke depan, mau pasangan seperti apapun yang penting saya bisa beradaptasi. Karena kan setiap pemain punya kekurangan dan kelebihan masing-masing," tandas Owi. (han/na)

Berita Terkait