Bacaleg Terjegal Berkas Tes Kejiwaan

Bacaleg Terjegal Berkas Tes Kejiwaan

  Senin, 23 July 2018 10:23
SERAHKAN BERKAS: Anggota KPU Sintang saat menyerahkan berkas bacaleg, Sabtu (21/7) malam. SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KPU Sintang Kembalikan Berkas Bacaleg

SINTANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang telah melakukan verifikasi terhadap bakal calon legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung dalam pemilu legislatif 2019. Setidaknya sejak batas terakhir pengumpulan berkas sebagai syarat peserta pemilu, hingga Sabtu (21/7) KPU Sintang telah melakukan verifikasi terhadap 495 berkas yang masuk. Dari hasil verifikasi yang dilakukan itu, sejumlah partai politik (Parpol) diminta untuk melengkapi persyaratan yang masih kurang.

“Dari verifikasi yang telah kami lakukan, ada sejumlah bacaleg yang telah MS (Memenuhi syarat) dan ada yang BMS (Belum memenuhi syarat),” ungkap Ketua KPU Sintang Hazizah, Sabtu (21/7) malam.

Dia juga menyebut, dari 495 bacaleg yang mendaftar, satu di antaranya berstatus tidak memenuhi syarat (TMS). “Ada satu yang kami kategorikan TMS karena terkait pakta integirtas,” jelasnya. 

Mengenai jumlah bacaleg yang telah MS dan BMS itu, secara spesifik, Hazizah tidak menghitungnya. Hanya saja, dia memastikan hampir setiap peserta pemilu yang mendaftar belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh KPU. 

“Hampir setiap peserta pemilu ada yang BMS, ada yang belum melengkapi berkas sebagai syarat pencalonan,” kata dia. 

Hazizah bilang, ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi oleh bacaleg. Kebanyakan mereka, kata dia, tidak melampirkan SKCK serta berkas pemeriksaan kejiwaan.  

“Kami masih tunggu perbaikan oleh peserta pemilu, terhitung dari 22 hingga 31 Juli,” katanya.

Sementara itu, tambahnya untuk bacaleg yang terkategori TMS saat ini sudah di coret. “Boleh diganti atau tidak diganti,” pungkasnya.

Beberapa persyaratan yang belum dipenuhi oleh bacaleg, diakui oleh parpol terjadi lantaran ada kesalahpahaman antara KPU Sintang dan peserta pemilu. Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sintang Wiwin Erlias mengatakan pihaknya belum melengkapi berkas lantaran ada persyaratan yang memang belum lengkap, salah satunya berkas tes kejiwaan.

“Kami ada beberapa yang masih BMS, terutama yang belum lengkap berkas tes kesehatan rohani (kejiwaan). Seperti diketahui Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang, tidak masuk dalam kategori yang ditetapkan KPU untuk mengeluarkan tes tersebut. Sehingga surat yang dikeluarkan oleh RS tersebut harus disertakan dengan lampiran yang lain,” paparnya.

Menurut informasi yang dia dapat, saat ini lampiran tersebut sudah tersedia di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. “Hanya tinggal partai-partai mengambil hasil pemeriksaan itu,” katanya.

Selain terkendala pada berkas tes kesehatan, pihaknya juga memperdebatkan soal surat kesehatan bebas narkoba.

“Saya merasa suatu hal yang debateble terkiat surat kesehatan bebas narkoba yang mana harus menampilkan hasil pemeriksaan. Namun dalam substansinya adalah surat keterangan dari rumah sakit itu menyatakan cakap atau tidak cakap dalam hal narkoba. Artinya sebelum mengeluarkan surat itu, pihak rumkit sudah membaca hasil tes lab pasien yang mengajukan surat itu,” paparnya.

Namun demikian, PKS Sintang, kata dia, berkomitmen untuk melengkapi berkas yang kurang. Pihaknya juga meyakini bahwa KPU Sintang sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Bawaslu Sintang menilai KPU Sintang sudah bekerja dengan benar sesuai aturan di Peraturan KPU (PKPU). Adapun terkait perbedaan pemahaman antara KPU Sintang dan parpol menurutnya telah diselesaikan dengan baik.

“Sejauh ini perbedaan-perbedaan yang dipahami parpol sudah bisa di klarifikasi oleh KPU Sintang,” kata Muhamad Romadhon, anggota Bawaslu Sintang Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga. (sti)

Berita Terkait