Babi pun Harus Move On

Babi pun Harus Move On

Jumat, 3 Agustus 2018 14:37   211

INI soal babi. Akankah rakyat Tiongkok   berhenti makan babi? Akibat perang dagang Amerika-Tiongkok sekarang ini? Yang Tiongkok tidak mau lagi impor kedelai dari Amerika? Yang total impornya 100 juta ton tahun lalu? Yang sebagian besarnya dari Amerika?

Memang kebutuhan paling besar kedelai itu untuk  makanan babi. Sebagai pemenuhan unsur proteinnya. Dua puluh persen unsur protein dalam makanan babi mengandalkan kedelai.

Apakah penderitaan peternak babi di Tiongkok lebih besar dibanding penderitaan petani kedelai di Amerika?

Dua-duanya menderita. Tapi dua-duanya akan menemukan jalan keluarnya sendiri. Pebisbis harus selalu bisa move on.

Sudah biasa pebinis dibuat menderita oleh politisi. Atau penguasa. Tapi tidak ada kata menyerah. Tidak boleh mengeluh. Hanya boleh menggerutu. Itu pun sebentar. Habis itu harus bisa seperti film kartun: biar dilindas sampai penyet harus hidup lagi.

Petani kedelai Amerika akan tetap kirim kedelai ke Tiongkok. Lewat negara lain. Paling banter tambah ongkos kirim. Untuk muter. Itu pun bisa disiasati: cari kapal yang lebih besar. Agar ongkos per kilogramnya tidak naik banyak.

Peternak babi di Tiongkok juga sudah move on. Apalagi mereka sudah lama menyadari: harga kedelai dua tahun terakhir ini sangat murah. Akibat kurs yuan yang melemah.

Mereka pun sudah mengira harga kedelai pasti akan naik. Suatu saat. Hanya tidak menyangka kok terjadinya lebih cepat.

Kebutuhan protein itu juga bisa diganti. Dengan kacang-kacangan. Tapi rasanya juga tidak perlu. Impor kedelai dari Brazil sudah naik. Dari Russia juga sudah tambah. Dan... impor dari Kanada naik drastis. Hampir pasti sebagian kedelai dari Kanada itu asal Amerika. Diseberangkan lewat perbatasan. Bebas bea. Sesuai dengan perjanjian perdagangan bebas antara Amerika, Kanada dan Meksiko. Kebetulan basis produsen kedelai di Amerika ada di perbatasan dengan Kanada.

Bahkan ilmuwan Tiongkok sudah menyiapkan protein sintetik. Bahan bakunya dari lysine. Satu bahan yang berisi animo acid. Yang Tiongkok amat kaya dengan lysine. Separuh lysine dunia berada di sana.

Jadi: babi akan tetap eksis. (dahlan iskan)

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.