Ayo Nyoblos!, Gunakan Hak Pilihmu dengan Maksimal

Ayo Nyoblos!, Gunakan Hak Pilihmu dengan Maksimal

  Rabu, 17 April 2019 08:17
TPS UNIK: Hari ini, 17 April 2019, jutaan warga Indonesia akan menggunakan suaranya untuk memilih pemimpin. Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) didesain khusus untuk menyambut pesta demokrasi ini. Salah satunya TPS bertema Avengers ini. Guslan Gumilang / Jawa Pos

Berita Terkait

JAKARTA – Hari ini akan dicatat dalam sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Untuk kali pertama, bangsa Indonesia akan memilih wakil di parlemen bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Inilah pemilu terbesar sekaligus paling rumit di dunia, yang dilaksanakan dalam sehari. Sudah seharusnya kita menjadi bagian dari sejarah itu, dengan menggunakan hak pilih.

Pada pemungutan suara hari ini, kita akan disuguhi lima surat suara. Warna hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, biru untuk DPRD Provinsi, merah untuk DPD RI, kuning untuk DPR RI, dan terakhir abu-abu untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Semuanya kita pilih secara serentak di bilik suara.

Pemungutan suara akan dimulai pukul 07.00 waktu setempat. Baik di Indonesia barat, tengah, maupun timur. Selesainya pukul 13.00 waktu setempat. ’’Kami menyarankan saudara-saudara sekalian untuk datang lebih awal,’’ terang Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat ditemui di KPU, kemarin (16/4). 

Pembaca Pontianak Post misalnya, bisa bangun pagi dan menyiapkan diri. Baca Pontianak Post pagi-pagi, lalu menjelang pukul 07.00 berangkat ke TPS. Ajak keluarga dan tetangga yang sudah punya hak pilih untk menggunakan hak konstitusionalnya itu.

Hadir lebih awal akan membuat pemilih lebih nyaman dalam menggunakan hak pilihnya. Mengingat, ada potensi pemilih lebih lama berada di TPS untuk menggunakan hak pilik. Sebab, ada lima surat suara yang harus dicoblos. Empat di antaranya berisi banyak calon.

Bila datang lebih siang, ada potensi berimpitan dengan para pemilih lain dan menghasilkan antrean yang panjang. Kondisi itu tentu tidak akan menjadi masalah bila para pemilih rela menunggu antrean. Namun bila tidak, Wahyu menyarankan datang lebih pagi. ’’Setelahnya, pemilih bisa melanjutkan aktivitas lainnya,’’ lanjut Wahyu.

Menurutnya, pemilih yang belum mendapat surat pemberitahuan memilih atau C6 tidak perlu risau. Selama nama mereka masih tercantum dalam DPT, hak pilih mereka aman. Para pemilih tinggal datang ke TPS sesuai DPT sejak pagi dan menunjukkan e-KTP ke petugas KPPS. Bisa dipastikan dia akan dilayani.

Sementara, bagi pemilih yang datang siang, Wahyu mengingatkan bahwa TPS ditutup pukul 13.00. Namun, bila masih ada antrean, layanan akan dilanjutkan meski lebih dari pukul 13.00. Para petugas akan mendata para pemilih yang hadir sebelum pukul 13.00. Merekalah yang berhak mengikuti sampai akhir. ’’Kalau datangnya pukul 14.00, tentu saja sudah tidak bisa dilayani,’’ tutur mantan Komisioner KPU Jateng itu.

Untuk memudahkan pemilih, di depan TPS tersedia papan pengumuman berisi daftar peserta pemilu yang berlaga di TPS tersebut. Pemilih dipersilakan mampir sejenak dan bisa menentukan sejak awal peserta mana yang akan dipilih di bilik suara. Bila diperlukan, pemilih juga boleh mencatat pilihannya di depan TPS itu dan membawa catatannya sebagai panduan memilih di bilik suara.

Wahyu mengingatkan agar para pemilih tidak coba-coba untuk memotret aktivitas selama berada di bilik suara. Termasuk di dalamnya memotret apa yang dia pilih. hal itu dilarang karena bertentangan dengan asas kerahasiaan dalam pemilu.

Untuk itu, di tiap TPS juga disediakan tempat penitipan ponsel. Para pemilih dipersilakan menitipkan ponselnya sebelum menuju bilik suara. Di luar aktivitas bilik suara, pemilih atau siapapun boleh memotret atau mendokumentasikan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Termasuk memotret form C1 Plano.

Formulir tersebut, tutur Wahyu, berisi data dasar penghitungan suara. Pemilih atau siapapun boleh memotret. Asalkan tidak mengganggu jalannya penghitungan suara. Biasanya, pemilih boleh memotret dari luar TPS. ’’Formulir Plano itu besar, jadi tidak perlu terlalu dekat memotretnya,’’ tutur alumnus Untag Semarang itu.

Keleluasaan dalam mendokumentasikan hasil pemilu, lanjut Wahyu, merupakan bagian dari transparansi pemilu. Dengan pengawasan langsung masyarakat, para penyelenggara pemilu diharapkan bekerja lebih hati-hati. Pihak-pihak yang coba mendelegitimasi pemilu melalui TPS juga akan berpikir ulang karena ada masyarakat yang mengawasi secara langsung. 

Di sisi lain, KPU menyatakan kesiapannya untuk puncak pemilu hari ini. Sudah sejak beberapa hari belakangan, logistik pemilu didistribusikan ke kantor desa atau bahkan ke TPS. Papua misalnya, pengiriman dilakukan menggunakan helikopter ke berbagai desa. 

Yang jelas, logistik harus tiba di TPS paling lambat H-1. Para petugas sudah melakukan pengecekan akhir untuk memastikan semua logistik dalam kondisi baik. Pemilih juga jangan ragu untuk meminta surat suara ditukar apabila menemukan cacat yang signifikan.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah daerah, khususnya terkait potensi kekurangan logistik akibat belum sampai atau faktor lainnya. ’’Karena ranah penyiapan kebutuhan logistik domainnya ada di KPU, kami sudah menyampaikan ini ke KPU untuk disiapkan antisipasinya,’’ ujarnya di Bawaslu kemarin.

Dia mencontohkan Boyolali. Akibat kehujanan, teridentifikasi ada 101 kotak yang basah dan lembab. ’’Besar kemungkinan tidak bisa dipakai besok (hari ini, red),’’ lanjutnya. Pihaknya berharap KPU punya skenario penggantian yang memang menjadi domain KPU sehingga aktivitas pemungutan suara tidak terganggu.

Hingga saat ini, tutur pria asal Sidoarjo itu, Bawaslu sudah menerima pendaftaran 138 lembaga pemantau pemilu. ’’Belum ditambah dengan duta besar perseorangan datang untuk visit ke TPS-TPS,’’ tuturnya. Ini adalah kali pertama pemilu Indonesia dipantau oleh begitu banyak Lembaga.

Menanggapi soal kotak suara itu, Wahyu memastikan bahwa jajarannya sudah diinstruksikan untuk berhati-hati mengingat ada faktor-faktor alam yang tidak mungkin dilawan. ’’Kami antisipasi sedemikian rupa sehingga faktor-faktor itu tidak sampai mengganggu jalannya pemungutan dan penghitungan suara. Tentu saja, opsi-opsi penggantian selalu ada untuk mengangtisipasi kerusakan,” ujarnya.

Di sisi lain, hari ini 189 peserta election visit program KPU akan melakukan tur bersama mendatangi sejumlah TPS yang ditentukan oleh KPU. Mereka adalah 30 anggota Election Management Body (sejenis KPU) dari 10 negara. Kemudian, ada 82 perwakilan dari 22 kedutaan besar negara sahabat.

Selain itu, ada 52 orang dari delapan NGO turut berpartisipasi. Sementara, NGO dalam negeri mengirimkan 10 wakilnya. Ada pula perwakilan enam perguruan tinggi negeri, kementerian/lembaga, dan media massa yang ikut hadir.  “Melalui mereka, kita mewartakan pemilu Indonesia kepada dunia,’’ tutur Komisioner KPU Hasyim Asyari.

Kini, pilihan ada di tangan para pemilih. Kitalah yang menentukan ke mana arah bangsa ini lima tahun ke depan. Yang lebih penting, pemungutan suara hari ini akan mampu mengakhiri bibit-bibit konflik horizontal akibat aksi dukung mendukung terhadap peserta pemilu. (byu)

Berita Terkait