Ayam Tembus Rp 40 Ribu/Kg

Ayam Tembus Rp 40 Ribu/Kg

  Kamis, 9 June 2016 10:00
PEDAGANG: Kondisi pasasr yang tidak tertata baik. Pedagang sayur, babi, ayam dan pedagang ikan dicampuradukkan di pasar Tertai Kabupaten Bengkayang. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pelaku Penimbun Barang di Sanksi Pidana

SIANTAN- Pemerintah kabupaten Mempawah terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pasar. Tujuannya, menekan angka inflasi selama Ramadan 1437 H dan menjelang Idul Fitri nanti. Dipimpin Wakil Bupati Gusti Ramlana, sidak dilaksanakan pada dua lokasi pasar sekaligus, Selasa (7/6) siang.

Sidak pertama kali dilakukan Wakil Bupati yang didampingi sejumlah SKPD terkait di Pasar Tradisional Jungkat. Beberapa toko disambangi orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Mempawah itu. Sasaran utamanya toko yang menjual sembako.

Satu per satu toko yang menjadi sampel di Pasar Jungkat dilakukan pemeriksaan. Ada empat indikator pemeriksaan yakni ketersediaan barang, distribusi, harga jual barang dan tingkat konsumsi masyarakat. 

Termasuk pula pengawasan terhadap keamanan barang dengan mengecek tanggal kedaluwarsa makanan.

Puas bekeliling di Pasar Jungkat, sidak berlanjut ke Pasar Segedong. Sama seperti sebelumnya, beberapa toko dikunjungi untuk diperiksa. Di Pasar Segedong, Wabup beserta tim sidak tidak mendapatkan temuan mencurigakan berkenaan dengan penyimpangan distribusi barang.

 “Melalui sidak ini, kita ingin melihat ketersediaan pangan, kelancaran distribusi, harga jual dan tingkat konsumsi barang. Melalui pengawasan keempat segmen itu, maka kita bisa mengendalikan angka inflasi daerah,” terang Ramlana disela-sela sidak.

Menurut Ramlana, upaya menekan tingkat inflasi sangat penting dan strategis. Jangan sampai momentum ramadan dan menjelang lebaran nanti, dimanfaatkan pedagang untuk menaikan inflasi. Yang pada akhirnya berdampak terhadap ketidakseimbangan ekonomi di masyarakat. Makanya, pemerintah daerah berusaha keras dapat mengendalikan inflasi tersebut.

 “Alhamdulillah, dari keempat segmen yang kita awasi semuanya berjalan lancar dan normal. Kita berharap, harga jual barang terutama sembako tetap stabil pada ramadhan, menjelang lebaran dan selanjutnya. Sidak seperti ini akan terus kita lakukan sebagai upaya kontrol dan pengawasan pasar,” tegasnya.

Meski tidak ditemukan barang kadaluarsa maupun pedagang yang menumpuk barang, namun kenaikan harga jual sejumlah komoditi tetap berlangsung. Di Pasar Jungkat, harga gula Rp 16 ribu perkilogram, daging ayam Rp 40 ribu perkilogram dan teluar ayam Rp 25 ribu perkilogram. Harga telur sendiri mengalami kenaikan Rp 2 ribu perkilogram dalam beberapa hari terakhir ini.

 “Kami juga sudah mengecek gudang-gudang, tidak ada penimbunan sembako. Mereka beralasan tidak berani menimbun lantaran harga jual sembako yang tidak stabil. Sehingga, pedagang hanya menyimpan stok barang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan masyarakat saja,” papar Kabid Pedagangan, Disperindagkoptamben Mempawah, Torbiansyah.

Dia pun mengingatkan pedagang agar tidak mencoba melakukan penimbunan. Sebab, jika ditemukan ada pedagang atau agen yang sengaja melakukan penimbunan untuk meraup keuntungan pribadi, maka pihaknya tak segan melakukan penindakan melalui proses hukum yang berlaku.

 “Pelaku penimbunan barang dikenakan sanksi pidana ekonomi. Sanksinya berupa pidana penjara. Jika ditemukan kasus penimbunan, maka kami akan berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya.

Pemilik Toko Aneka Pasar Jungkat, Akiong mengaku dirinya menyediakan stok barang sesuai tingkat kebutuhan konsumen yang  berbelanja di tempat jualannya. Secara keseluruhan, dia mengaku penjualan masih normal. Kemungkinan akan terjadi peningkatan permintaan menjelang lebaran nanti.

 “Untuk stok sembako, kami sesuaikan dengan permintaan konsumen. Kalau menjelang lebaran nanti, biasanya yang paling meningkat permintaan pasar yakni minuman. Nanti akan kita tambah stok minuman tersebut. Sedangkan untuk keamanan barang, semuanya sudah dijamin oleh agen. Jika ada barang yang kadaluarsa bisa ditukar dengan barang baru,” tuturnya.(wah)

Berita Terkait