Awas Cukong Intai Pengantin dari Pedesaan

Awas Cukong Intai Pengantin dari Pedesaan

  Kamis, 16 May 2019 11:17

Dinikahi dan Dibawa ke Tiongkok

NGABANG – Tren pengantin Tiongkok meluas di Kabupaten Landak. Mulai membuat resah masyarakat. Hal tersebut juga dirasakan Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa. Menurutnya, semakin banyak para cukong masuk ke desa-desa mencari wanita suku Dayak untuk dinikahi dan dibawa ke Tiongkok. 

"Ada masalah saat ini yang terjadi para calok masuk ke desa-desa membujuk para anak  gadis dan orang tuanya untuk dijadikan pengantin di luar negeri," kata bupati cantik ini,  Rabu (15/5). Korban dari tren ini pun telah banyak bermunculan. Ia pun meminta hal in menjadi perhatian pihak terkait. Utamanya Kejaksaan dan kepolisian.

“Karena ada laporan. Kemarin kami sudah laporkan mak comblang atau agen atau kurir ke Polres Landak. Dan mudah-mudahan ini bisa diproses, dan tidak hilang begitu saja. Ini menjadikan efek jera bagi mak comblang, agen atau kurirnya, selama ini ujung tombak rekrut anak-anak kita," jelas Karolin. 

Hal ini pun menurutnya harus menjadi perhatian para kepala desa se Kabupaten Landak. Agar anak-anak bumi intan tidak dibawa ke luar negeri. Kasus ini cukup berbahaya.

Karolin mengakui, dari sisi regulasi pemkab dan polisi kesulitan dalam menemukan celah. Karena tak ada regulasi khusus yang melarang hal tersebut. Wanita yang dibawa adalah cukup umur. Kemudian orang tuanya sudah setuju, karena sudah dikasi uang. Namun ketika sampai di luar negeri tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.

"Kami sulit mengawasi lebih lanjut. Harapan saya kepada para kepala desa untuk berhati-hati dan waspada agar anak-anak kita tidak jadi korban," tegasnya. (mif)