Awas Calo Darah

Awas Calo Darah

  Senin, 21 March 2016 10:17

Berita Terkait

SINGKAWANG--Setiap tahunnya kebutuhan akan darah di Kota Singkawang meningkat. Rata-rata naik 67 kantong per tahun. Namun jika ada kasus wabah seperti demam berdarah akan bertambah. Hal tersebut diungkapkan Dirut Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Singkawang H. Kasijanto kepada Pontianak Post baru baru ini.

Dengan kondisi Kota Singkawang yang memiliki banyak rumah sakit rujukan dan klinik tentu kebutuhan akan darah sangat banyak.

"Untuk per minggunya saja kebutuhan akan darah sebanyak 115 kantong dengan berbagai jenis golongan," katanya.

Dari tahun 2014 ke tahun 2015 naik 67 kantong per tahun. Atau jika dihitung selama tahun 2015 diperkirakan kebutuhan darah yang terpakai di 5.664 kantong per tahun  "Dimana rata per bulan kebutuhan darah sebanyak 472 kantong," ungkapnya.

Tentunya kebutuhan akan darah itu juga dirasakan kurang. Selama ini suplai darah yang didapat PMI Kota Singkawang berasal dari pendonor sukarela. Namun pendonor sukarela ini pun terbatas alias tidak begitu ramai. 

"Yang sukarela hanya 30-43 persen saja. Sementara setiap tahun kebutuhan darah naik terus," katanya.

Apalagi jika adanya wabah penyakit seperti demam berdarah maka kebutuhan darah semakin meningkat. "Jika ada wabah seperti DBD kebutuhan darah akan meningkat," jelasnya. Oleh sebab itu semakin banyak kegiatan sosial terkait donor darah akan semakin baik, sehingga pasokan darah di bank darah PMI Kota Singkawang semakin banyak demi mendukung kebutuhan medis pasien.

Ia menghimbau agar masyarakat aktif untuk mendonorkan darah secara sukarela selain beraman demi kemanusian menolong antar sesama. Donor darah, kata dia, juga bermanfaat pada kesehatan bagi mereka yang melakukannya. "Donor darah Sehat itu terhitung tiga bulan. Justru orang donor biasanya sehat karena badan kita akan dengan sendirinya memproduksi darah lagi. Namun jika kesehatan tak memungkinkan disarankan tidak melakukan donor," ungkapnya.

Sedangkan untuk jenis golongan darah, dokter berkacamata ini mengatakan rata-rata relatif dan pasokan darah yang ada ada semua jenis darah. Namun dari semua golongan darah itu yang cukup sulit mendapatkannya darah dengan golongan AB. "Karena rata rata di masyarakat kita jumlahnya paling banyak 9 persen, jadi boleh dibilang golongan darah ini cukup langka," terangnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Singkawang Malika mendukung sekali jika lebih banyak warga Kota Singkawang khususnya menjadi sukarelawan donor darah. "Jika banyak sukarelawan maka banyak pasokan darah di bank darah," katanya.

Selain persoalan pasokan darah, Malika menekankan jika khusus unit transfusi darah di Bank darah kosong maka jangan sesekali menyuruh warga sebagai pasien atau mereka membutuhkan membeli darah diluar. "Kita dari PPDI tak ingin ada jual beli darah apalagi ada namanya calo darah, itu semestinya tidak ada," katanya.

Jika pasokan darah di bank darah sedang menipis atau bahkan kosong, warga atau PMI bisa menghubungi nama nama sukarelawan seperti melalui PPDI. "Kalau kami dihubungi maka siap melayani yang membutuhkan darah," sebutnya. Dan soal pertolongan adalah sukarela demi kemanusian 

Selama ini salah satu faktor yang diduga penyebab kurang banyaknya sukarelawan atau warga tak sukarela mendonorkan darahnya karena diakibatkan oknum tak bertanggung jawab "Kami teruskan sekali lagi PPDI menolak calo atau penyelewangan terkait darah ini," tegasnya.

Namun pihaknya tak ingin menuduh atau mengkambinghitamkan kondisi yang ada. Namun pihaknya siap bekerjasama dengan warga yang tak ingin persoalan sawah diselewengkan. 
"Siapapun pelaku calo jika ada bukti dan saksi maka PPDI Kota Singkawang siap bertindak karena mau bertindak ada saksi dan bukti. Tolong bawak ke PPDI. 

Oleh sebab itu, PPDI mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan donor darah secara sukarela.  Sehingga nantinya diharapkan pasokan darah di Singkawang tercukupi dan jika berlebih bisa membantu Kabupaten/kota lainya "Kapan dan siapapun warga jika membutuhkan darah akan dibantu.  Akan kita suplai selama Singkawang," katanya. (har)

Berita Terkait