Awalnya Terbentur Meja, Kaki Bengkak Menjadi Tumor

Awalnya Terbentur Meja, Kaki Bengkak Menjadi Tumor

  Kamis, 10 January 2019 10:00
TUMOR : Kaki Devi tidak bisa dibengkokkan pasca operasi pengangkatan tumor. ISTIMEWA

Berita Terkait

Devi Anindya Putri, Penderita Tumor

Devi Anindya Putri mengalami pembengkakan di bagian dengkul kaki kirinya. Berbulan-bulan menahan rasa sakit, bengkak kian membesar. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso, dokter tulang mengatakan pembengkakan tersebut karena tumor. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak 

AWALNYA kaki Devi terbentur meja. Kaki sebelah kirinya itu terasa sakit. Khawatir terjadi masalah serius pada kaki Devi, pihak keluarga pun memilih melakukan pemijatan. Pijat pertama, kedua, dan ketiga kalinya tidak menunjukkan kondisi pemulihan. 

Pijat kembali dilakukan, tapi hasilnya bagian sekitar dengkul Devi semakin parah. Niat awal ingin mempercepat kesembuhan, ternyata dari pijatan tersebut menambah parah kondisi kaki anak pertama dari dua bersaudara itu. “Pijet-pijet, bengkak,” kata Sucipto Budi Utomo, ayah Devi.

Wanita berusia 24 tahun itu tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ia hanya terbaring lemah. Ia kesulitan untuk berjalan. Bahkan untuk bergerak, ia harus mengesot. “Tidak bisa berjalan, di rumah, baring saja,” jelas warga Jalan Imam Bonjol, Gang Kuantan itu. 

Pihak keluarga membawa Devi ke RSUD Soedarso. Setelah menjalani proses pemeriksaan, diduga ada tumor di kaki tersebut. Devi menjalani pemeriksaan lewat magnetic resonance imaging (MRI)yang dapat membantu identifikasi penyakit. 

Dari hasil pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh itu dinyatakan ada tumor. Pihak rumah sakit  memberikan rujukan ke Jakarta. “Kata dokter disana, dokter tulang itu tumor. Di sana dua minggu diperiksa-periksa, terus rujukan ke Jakarta. Di RSCM,” jelasnya. 

Devi menjalani pemeriksaan di RSCM. Pihak keluarga dan Devi harus menunggu empat bulan lamanya untuk menjalani operasi pengangkatan tumor. “Empat bulan kami harus menunggu. Kemudian kami harus ngekos di sekitar RSCM sambil menunggu jadwal,” jelas Sucipto. 

Agustus lalu, Devi menjalani operasi. Dia harus menjalani rawat jalan untuk mengontrol kondisi kesehatannya. Ternyata persoalan belum selesai. Usai menjalani operasi, kaki Devi tidak bisa dibengkokkan. Pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak. Biaya yang dikeluarkan untuk proses operasi dan akomodasi cukup besar. 

Dia berharap, ada pertolongan dari donatur untuk membantu biaya lanjutan pengobatan putrinya ini. “Ya, ini masih ada delapan kali kontrol lagi. Sementara kakinya ini masih belum bisa dibengkokkan karena dipasang pen,” ujar dia. 

Menurut Sucipto, dari keterangan dokter kaki anaknya bisa dibengkokkan dengan bantuan implan lutut. “Katanya bisa menggunakan implan lutut. Tapi saya ini tidak mampu untuk membelikan anak saya. Butuh biaya sekitar Rp250 juta untuk pemasangan implan ini,” ucapnya. 

Sucipto berharap bantuan dari donatur untuk membantu putrinya. Dia berterima kasih atas kebaikan para donatur.(*)

 

Berita Terkait