Awali Perdamaian dari Diri Sendiri

Awali Perdamaian dari Diri Sendiri

  Senin, 29 January 2018 10:00
KAMPANYE DAMAI: Miss Grand International 2017, Maria Jose Lora saat tiba di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (28/1). Ia akan melaksanakan kampanye perdamaian di Indonesia. IMAM HUSEIN/JAWAPOS

Berita Terkait

Ngobrol dengan Miss Grand International 2017, Maria Jose Lora

JAKARTA – Sejak terpilih sebagai Miss Grand International (MGI) pada Oktober 2017, Maria Jose Lora, 27, punya kewajiban menjadi duta perdamaian dunia. Dia sudah siap melakukan sejumlah kampanye dan kunjungan charity (amal). Kemarin perempuan asal Peru tersebut tiba di Indonesia. Berikut wawancara Pontianak Post dengannya saat ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta. 

Bagaimana kamu mendefinisikan perdamaian sebagai MGI 2017?

Saya percaya bahwa perdamaian adalah sumber kebahagiaan utama. Sebelum kita meluaskan perdamaian, pertama kita harus berdamai dengan diri sendiri. Setelah itu, kita bisa mengajak orang lain untuk memperluas perdamaian dengan berbagai bentuk kampanye dan kegiatan positif.

Apa tantangan terbesar dalam mengampanyekan dan menciptakan perdamaian?

Menurut saya, kurangnya pendidikan tentang toleransi adalah tantangan terbesar. Perdamaian dan toleransi harus diajarkan sedini mungkin, terlebih kepada anak-anak yang akan menjadi agen perubahan. 

Selain pendidikan, dengan cara apa perdamaian bisa dibentuk?

Saya percaya media sosial punya kekuatan yang besar. Karena itu, sudah sepatutnya kita menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan perdamaian, bukan permusuhan.

Punya pengalaman terkait konflik dan perdamaian?

Saya sih lebih ke konflik dengan diri sendiri. Sepanjang perjalanan hidup saya, banyak kejadian ketika saya tidak bisa menerima diri sendiri dan merasa kewalahan. Proses itu membentuk saya menjadi sosok seperti sekarang. Saya belajar untuk menerima dan berdamai dengan diri sendiri.

Sudah mengunjungi berbagai negara terdampak konflik?

Belum. Namun, saya dan pihak MGI akan mengunjungi Kolombia dan Venezuela pada 9–12 Februari mendatang. Keduanya merupakan negara yang perlu mendapat kunjungan sosial, terlebih Venezuela yang terdampak krisis hebat. Saya mengharapkan bisa memberikan support dan inspirasi kepada warga setempat. Apalagi, Peru dan Venezuela bertetangga. Negara kami sering menerima pengungsi dari Venezuela.

Negara mana yang ingin kamu kunjungi untuk mengampanyekan perdamaian?

Sebisa mungkin saya ingin ke banyak negara karena saya suka jalan-jalan (tertawa). Yang pasti, saya ingin ke negara-negara yang mengalami masalah atau perang. Kalau bisa sih, saya mau ke Syria untuk misi perdamaian. Semoga bisa, ya.

Selain perdamaian, apa yang menjadi concern utamamu?

Anak-anak dan perempuan, tentu saja. Untuk perempuan, saya ingin mengajak mereka untuk lebih percaya diri dan berani menggapai apa yang mereka inginkan. Apalagi, sekarang perempuan punya lebih banyak akses atau kesempatan. Lantas, untuk anak-anak, saya menginginkan mereka punya masa depan yang lebih baik lewat pendidikan yang layak.

Kamu punya banyak fans lho di Indonesia…

Wah, saya merasa tersanjung nih (tertawa). Saya nggak menyangka kalau penduduk negara yang sangat jauh dari Peru ternyata tahu dan ngefans sama saya. Antusiasme pageant lover Indonesia sangat tinggi. Saya sangat senang bisa menyapa dan bertemu langsung dengan mereka di kunjungan saya. (len/c4/na)

Berita Terkait