Awal Tahun Waspada Tanah Bergeser

Awal Tahun Waspada Tanah Bergeser

  Kamis, 3 January 2019 16:03
TANAH BERGESER: Tanah bergerak di kabupaten Trenggalek, Jatim.

Berita Terkait

Ada 9 Kecamatan

NGABANG - Sembilan kecamatan di Kabupaten Landak diperkirakan terjadi pergeseran tanah pada tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak sudah melakukan persiapan jauh hari dengan menempatkan personel BPBD di kantor tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga mengakui pihaknya sudah mendapat kabar dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang menyebutkan ada potensi gerakan tanah di Kalbar, termasuk di Landak pada tahun 2019 ini.

"Dari 13 kecamatan di Landak, ada sembilan kecamatan yang diperkirakan akan terjadi pergeseran tanah tahun 2019 ini. Kecamatan tersebut yakni Air Besar, Banyuke Hulu, Jelimpo, Mandor, Mempawah Hulu, Menjalin, Menyuke, Sengah Temila dan Sompak. Dari sembilan kecamatan itu, hanya Kecamatan Mandor yang akan mengalami potensi gerakan tanah menengah-tinggi. Sedangkan yang lainnya, menengah," terang Banda, Rabu (2/1).

Untuk menghadapi hal itu, selama Oktober 2018 lalu pihaknya sudah menempatkan personel BPBD di kantor tersebut. Pihaknya juga selalu memantau informasi dari BMKG yang selalu dikoordinasikan dengan pihak kecamatan. 

Melalui kecamatan, pihaknya sudah meminta agar mereka mengupload data BMKG tentang peringatan-peringatan dini kebencanaan. 

“Terhadap peringatan dini ini, kita juga tidak bisa membiarkan. Kita harus mengantisipasi jangan sampai terjadi," katanya.

Ia membenarkan jika pergerakan tanah tersebut akan menimbulkan dampak yang salah satunya terjadi longsor, terutama di daerah perbukitan. Daerah itu memang riskan terjadinya potensi pergerakan tanah dikarenakan curah hujan yang tinggi dan dipengaruhi juga tiupan angin yang kencang.

Banda mengaku ia belum mencabut instruksi penempatan personel BPBD di Kantor BPBD Landak. "Saya akan menempatkan terus personel BPBD Landak di kantor tersebut dengan sampai situasi kebencanaan menjadi aman," akunya.

Ia juga meminta kepada para camat untuk segera menyampaikan kepada BPBD Landak apabila terjadi bencana sesuai laporan yang diterima dari kades. Sehingga instansi terkait dapat menanggapi laporan kebencanaan yang datang dari kecamatan maupun desa.

Banda pun meminta masyarakat untuk mengantisipasi adanya laporan dari BMKG yang menyebutkan curah hujan akan terus terjadi hingga 6 Januari mendatang. "Kondisi ini memang sangat riskan terjadi pergerakan tanah. Kami minta juga masyarakat yang berdomisili di tebing perbukitan supaya bisa mengantisipasi hal itu," harapnya.

Ia juga mengakui, BPBD Landak memang setiap bulan tidak menerima adanya potensi pergerakan tanah. 

"Kita hanya terjadi longsor saja disejumlah wilayah di Landak," ucapnya. Selain itu BPBD Landak sudah sering memberikan imbauan kepada masyarakat supaya tidak berdomisili di daerah rawan bencana alam. 

"Saya sudah sering mengingatkan hal itu pada setiap kesempatan seperti kegiatan Musrenbang, pertemuan dengan Camat dan Kades. Demikian juga setiap rapat yang menyangkut tata kota, kita meminta BPBD juga bisa dilibatkan untuk pendirian rumah penduduk dipemukiman. Paling tidak ada suatu persetujuan atau rekomendasi dari BPBD Landak yang menyebutkan kawasan pemukiman itu bebas dari Batingsor," harap Banda. (mif)

Berita Terkait