Awal Puasa 6 Juni, Tinggal Tunggu Isbat

Awal Puasa 6 Juni, Tinggal Tunggu Isbat

  Sabtu, 4 June 2016 12:30

Berita Terkait

JAKARTA – Suasana Ramadan semakin terasa. Tanpa menunggu keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), 1 Ramadan 1437 H/2016 M sebenarnya sudah bisa ditetapkan. Yakni, jatuh pada Senin pekan depan (6/6). Namun, sebagaimana tradisi, Kemenag tetap harus menjalankan sidang isbat.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin menuturkan, Kemenag mengadakan sidang isbat pada Minggu sore (5/6). ”Kami sudah tetapkan sejumlah titik pemantauan hilal,” katanya kemarin. Dia berharap sidang isbat tahun ini berjalan lancar.

Machasin menjelaskan, meski banyak pihak yang sudah mengklaim bahwa 1 Ramadan kompak 6 Juni, sidang isbat tetap akan dilaksanakan. Sebab, Kemenag mengakomodasi ketentuan yang menyebutkan bahwa untuk memastikan awal bulan di kalender Hijriah, hilal harus dilihat langsung (rukyat). Dia berharap masyarakat juga tetap menunggu hasil sidang isbat.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, rangkaian sidang isbat diadakan terbuka untuk publik. Namun, sesi sidang utamanya digelar tertutup. Tujuannya, menghindari sorotan media terhadap potensi perdebatan sepanjang sidang. ”Perdebatan itu biar menjadi konsumsi kami. Hasilnya diberitahukan kepada masyarakat setelah sidang,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersiap mendukung pemantauan hilal 5 Juni nanti. Kasubbid Informasi Meteorologi Publik Hary Tirto Djatmiko memprediksi, secara umum cuaca saat pemantauan hilal nanti cerah. ”Tapi, datanya semakin akurat saat mendekati 5 Juni,” katanya.

Berdasar pemantauan cuaca per 1 Juni, di sepanjang Pulau Jawa saat berlangsung pemantauan hilal, kondisi cuaca cerah. Potensi hujan ringan hanya terjadi di Jawa Timur bagian timur dan barat. Hujan ringan juga diperkirakan bakal terjadi di sepanjang Pulau Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Sulawesi. Sedangkan di bagian timur seperti Papua dan Papua Barat, diprediksi turun hujan sedang hingga lebat.

Hary berharap pemantauan hilal pada 5 Juni berjalan lancar. Dengan begitu, sidang isbat bisa mengambil keputusan awal 1 Ramadan 1437 H. Rencananya hari ini (3/6) BMKG secara khusus menyampaikan analisis cuaca terkini menjelang bulan puasa.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin belum bisa secara tegas menyebutkan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin, 6 Juni. ”Sebaiknya kita tunggu saja hasil sidang isbat,” jelasnya. Meski begitu, berdasar ukuran tinggi hilal yang dia sebutkan, kriteria bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin, 6 Juni, sudah terpenuhi.

Salah satu kriterianya adalah saat dilakukan pemantauan langsung (rukyat) nanti, tinggi bulan muda (hilal) dari ufuk adalah 3 derajat. Merujuk kriteria yang digunakan Muhammadiyah, yakni pokok tinggi hilal di atas nol derajat, 1 Ramadan jatuh pada 6 Juni. Kemudian, merujuk kriteria wujudulhilal yang dipakai NU dan pemerintah, tinggi hilal 3 derajat itu sudah di atas kriteria minimal 2 derajat.

Thomas mengungkapkan, ormas Persatuan Islam (Persis) yang berbasis di Jawa Barat berpotensi mengawali 1 Ramadan pada Selasa, 7 Juni. Sebab, Persis menggunakan acuan tinggi hilal 4 sampai 6 derajat di atas ufuk.

Namun, Thomas sudah mendapatkan jawaban dari pihak Persis. Di dalam surat edarannya, Pimpinan Pusat (PP) Persis menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Senin, 6 Juni. ”Jadi, insya Allah awal puasa serentak 6 Juni,” tuturnya. Namun, Thomas menegaskan, masyarakat sebaiknya tetap menunggu kepastian sidang isbat Kemenag. (wan/c10/agm)

 

Berita Terkait