Awal April Jalan Jenderal Urip Bebas Pedagang Buah

Awal April Jalan Jenderal Urip Bebas Pedagang Buah

  Minggu, 10 March 2019 09:40
PEDAGANG BUAH: Kelak masyarakat Kota Pontianak tidak akan menemukan lagi para pedagang buah yang berjejer seperti ini di sepanjang Jalan Jenderal Urip Pontianak. DOKUMEN

Berita Terkait

Maret akan Berakhir, Para Pedagang Masih Bingung

Larangan terkait berjualan di sepanjang Jalan Jenderal Urip Pontianak, Kecamatan Pontianak Kota, sudah hampir memasuki masa tenggat. Pasalnya beberapa waktu lalu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sudah mengimbau kepada para pedagang untuk tak berjualan lagi di lokasi tersebut, awal April mendatang. 

SIGIT ADRIYANTO, Pontianak

BEBERAPA pedagang buah di Jalan Jenderal Urip juga membenarkan telah menerima imbauan dari orang nomor satu di Kota Pontianak tersebut. Salah satunya adalah Sellan, salah seorang pedagang langsat di kawasan tersebut. Dia telah menerima peringatan dan melakukan rapat bersama yang diselenggarakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, beberapa waktu lalu. Akan tetapi, dia menambahkan, sebenarnya para pedagang di lokasi tersebut semula tak setuju dengan imbauan tersebut. Mereka menganggap hal itu sangat merugikan, lantaran harus membuka lapak baru. Saat rapat tersebut, dia tak mengetahui kejelasan nasib para pedagang ke depannya. Pertanyaannya, akan dipindahkan ke mana lapak mereka nantinya.

"Yang jelas kita ikut saja peraturannya akhir bulan ini (Maret, Red) harus tutup," kata Sellan, Sabtu (9/3) siang.

Dirinya berjanji akan segera menutup lapak begitu buah jualannya habis. Dia juga yakin dapat menghabiskan sisa-sisa dagangannya sebelum tenggat waktu yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak, 31 Maret mendatang.

 "Beberapa hari lagi paling sudah habis buahnya," kata Sellan yakin.

Senada dengan hal tersebut, Hendri yang juga merupakan pedagang langsat di wilayah itu mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pemindahan lapak jualan seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dia juga meminta agar pemerintah dapat memberikan kepastian, terkait pemindahan secepat mungkin. Dengan demikian, dirinya bisa mempersiapkan segala kebutuhan jika sewaktu-waktu harus dipindah secara paksa.

"Kemarin memang kita ikut rapat. Katanya akhir Maret ini terakhir jualan. Cuma kok tidak diberi tahu harus pindah di mana? Semoga kita cepat diberitahukan keputusannya agar bisa mempersiapkan semuanya," terang Hendri.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memang pernah mengimbau kepada para pedagang yang masih berjualan di Jalan Jenderal Urip, untuk tak lagi melakukan aktivitasnya di awal April mendatang. Hal tersebut, dikatakan Edi, guna menghilangkan kesan kumuh di beberapa sudut Kota Pontianak, yang disebabkan oleh pedagang kaki lima.

"Hingga akhir Maret 2019, mereka sudah tidak boleh lagi menggelar dagangannya di sepanjang jalan-jalan protokol di Pontianak untuk selamanya, seperti di Jalan Ahmad Yani, dan Jenderal Urip, dan lainnya," imbau Edi beberapa waktu lalu.

Edi pun sebelumnya sudah berjanji akan mencarikan tempat khusus bagi pedagang buah musiman tersebut. Tak hanya di sekitar Jalan Jenderal Urip, Edi juga memastikan kawasan lain bakal ditertibkan terkait pemindahan lapak dagangnya. Dia memisalkan pedagang durian yang berjualan di sekitar Pasar Mawar.

"Kita akan carikan lahan eks terminal di sekitar Pal 5 misalnya untuk langsat. Terus durian yang ada di jalan Pasar Mawar ke depan akan kita carikan lokasinya juga," tandasnya. (*)

 

Berita Terkait