Atta & Ricis yang Pertama Se-Asia Tenggara

Atta & Ricis yang Pertama Se-Asia Tenggara

  Kamis, 21 February 2019 09:51
10 JUTA LEWAT: Ria Ricis (kiri) dan Atta Halilintar setelah menerima Diamond Button dari YouTube di Google Indonesia, kawasan SCBD, kemarin. IMAM HUSEIN/JAWA POS

Berita Terkait

Dapat Penghargaan Diamond Button

JAKARTA – Muhammad Attamimi Halilintar, 24, dan Ria Yunita, 23, atau lebih dikenal dengan Atta Halilintar dan Ria Ricis mendulang kesuksesan serta popularitas lewat YouTube. Jumlah subscriber kanal mereka bertambah dari hari ke hari. Pada 18 Februari, subscriber kanal Atta mencapai angka 11 juta. Lalu, jumlah subscriber Ricis mencapai angka 10 juta pada 15 Februari.

Atas kesuksesan mereka menjaring subscriber, pihak YouTube pun memberikan apresiasi. Kemarin (20/2), Atta dan Ria menerima Diamond Button, semacam piala dari YouTube ketika jumlah subscriber mencapai 10 juta. Perasaan mereka campur aduk. Senang, tapi juga bingung karena tak menyangka pertambahan subscriber akan secepat itu.

Atta dan Ricis pun sudah melakukan nazar mereka jika sudah mencapai 10 juta subscriber. Atta, yang hendak membangun sebuah masjid berkonsep milenial, sudah membeli sebidang tanah. Lantas, Ricis sudah memilih lima subscriber-nya untuk diberangkatkan ibadah umrah di Tanah Suci. ’’Keberhasilan kami harus menjadi berkah bagi orang lain,’’ kata Atta saat jumpa pers di Google Indonesia, SCBD.

YouTube Creator & Artist Development Manager untuk India dan Asia Tenggara Rajant Meshram membenarkan bahwa kanal Atta dan Ricis adalah yang paling banyak subscriber-nya di Asia Tenggara. ’’Mereka memang berhak atas penghargaan tersebut,’’ tuturnya. Keduanya menjadi kreator independen pertama di Asia Tenggara yang menerima piala Diamond Button itu.

Menurut Meshram, Atta dan Ricis termasuk content creator yang paham dengan selera penonton YouTube masa kini. Mereka selalu menyajikan konten yang menghibur, menjawab rasa ingin tahu penonton, dan selalu berusaha menambah jenis konten agar bervariasi. ’’Tren di YouTube selalu berubah, maka seorang content creator harus selalu berinovasi dan memberikan variasi di video,’’ jelasnya.

Meshram juga menjamin bahwa pengikut di kanal mereka merupakan subscriber organik. Bukan akun bodong atau abal-abal. Sebab, pihak YouTube secara teratur melakukan sortir dan pemeriksaan subscriber. Begitu ada akun palsu, maka sistem akan langsung mengeliminasinya.

Ditanya mengenai kunci kesuksesan, Atta dan Ricis sepakat bahwa orisinalitas adalah kunci. Bagi mereka, situs berbagi video itu tak ubahnya lahan luas untuk berkarya sesuai dengan keinginan. ’’Yang jelas, harus punya karakter dan jadi diri sendiri. Pokoknya, kanal YouTube-ku adalah duniaku,’’ kata Ricis.

Lantas, apa target mereka selanjutnya? Menaikkan angka subscriber sudah pasti. Caranya adalah terus berinovasi memikirkan konten yang segar dan baru. ’’Misalnya, habis ini aku mau bikin challenge desain masjid yang akan aku bangun,’’ ungkap Atta. (len/c22/jan)

 

 

Berita Terkait