Atraksi Naga Bersinar

Atraksi Naga Bersinar

  Jumat, 2 March 2018 11:00
DIELU-ELUKAN: Sejumlah naga sedang “menggebrak” Kota Pontianak, jelang perayaan Cap Go Meh. Di setiap jalan protokol ada beberapa naga silih berganti. Sementara masyarakat mengelu-elukan ketika naga sedang atraksi di halaman tempat usaha. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 28 ekor replika naga dari berbagai yayasan akan meramaikan puncak perayaan Cap Go Meh 2569, Jumat (2/3). Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh 2569, Rico mengatakan, jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun lalu. “Naga terpanjang tahun ini masih ada dua ekor. Satu ekornya dari Kubu Raya, satu ekornya lagi dari Sungai Pinyuh. Panjangnya 118 meter,” ujar dia kepada awak media. 

Dikatakannya, naga tersebut berasal dari berbagai yayasan. Mulai dari Pontianak, Kubu Raya, terjauh dari Mempawah. “Dari Sungai Pinyuh satu ekor, dari Kubu Raya itu ada sekitar enam sampai tujuh ekor selebihnya dari Pontianak,” paparnya. 

Rico menjelaskan, pagi hari naga dibawa  mengunjungi instansi pemerintahan dan para donatur sesuai dengan rute masing-masing kelompok.  Atraksi naga, Barongsai dan Pawai Budaya Tionghoa dilakukan siang hari, pukul 13.00. Rute yang dilewati, yakni Jalan Pattimura-Gajah Mada-Pahlawan-Tanjungpura-Juanda. “Kumpulnya di Kebun Sajoek, di samping Gereja Katedral. Sebelum Maghrib, kita setop semua,” ujar Rico. 

Pukul 19.30-22.30 kegiatan dilanjutkan. Masyarakat bisa menyaksikan atraksi naga bersinar, barongsai bersinar, dan pawai budaya Tionghoa menggunakan lampu hias. Rute  dimulai dari Jalan Juanda-Pattimura-Gajah Mada. Acara dipusatkan di Jalan Gajah Mada. 

“Di Jalan Gajah Mada akan balik lewat tikungan di dekat Pasar Flamboyan, sebelum sampai pasar,” ujarnya yang mengatakan tidak sampai di perempatan agar tidak memengaruhi kelancaran lalu lintas. 

Rico juga menjelaskan bahwa arakan naga ini menjadi puncak dari perayaan Imlek. “Hari terakhirnya, hari penutupnya. Jadi acaranya dikemas sedemikian rupa, sehingga untuk mengakhiri daripada imlek ini, acaranya dimeriahkan di hari terakhirnya, di Cap Go Meh-nya,” kata dia.

Kegiatan ini, kata Rico, diharapkan dapat menolak bala dari pengaruh-pengaruh buruk. Masyarakat Tionghoa, lanjut dia, percaya bahwa ketika naga melewati jalan yang sering terjadi kecelakaan, maka naga dapat menolak bala. 

“Kenapa naga itu diadakan ritual buka mata? Diundang roh naganya, masuk ke replika naga. Setelah replika naga sudah diisi dibawalah untuk arak-arakan di jalan. Untuk tolak balalah intinya,” jelasnya. 

Setelah selesai, naga yang sudah diarak-arak itu harus dibakar. “Kan kita pinjam sama raja langit, kita pinjam roh naganya untuk diisi ke replika naga. Setelah selesai,hari-hari tertentu sudah waktunya kita harus kembalikan dengan cara membakar,” pungkasnya. 

Sementara itu, masyarakat juga bisa menyaksikan secara online dengan mengunduh aplikasi di Playstore iVMS-4500 atau Hikconnect, kemudian memilih region Asia-Indonesia-devices-manual adding-memasukkan datadan katakunci pengguna-simpan. (mrd) 

Berita Terkait