ATM Dibobol Gunakan Las

ATM Dibobol Gunakan Las

  Rabu, 28 September 2016 09:30
MALING : ATM di teras BRI kawasan pasar pagi kota Putussibau nyaris digasak maling.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Kendati berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan kota Putussibau, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI di teras BRI pasar pagi Putussibau, Selasa (27/9) dibongkar maling. Berdasarkan gambar yang terekam dalam CCTV, upaya pembobolan dilakukan tengah malam, yakni pukul 00.01 WIB oleh tiga orang pelaku.

 
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kerugian yang di alami BRI.

Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Aminuddin SIK mengatakan, ATM BRI nyaris dibobol maling diketahui sekitar pukul 07.45 WIB, Selasa (27/9). Setelah pihaknya menerima laporan ada upaya pembobolan ATM BRI Unit Pasar Pagi. Pelapornya adalah Susi, PJS Kaunit BRI Pasar Pagi.

“Saat sekuriti mengecek ATM sudah dalam keadaan rusak,” terangnya, Selasa (27/9) pagi. Kemudian, sambung dia, dilakukan pemeriksaan oleh Reskrim Polres Kapuas Hulu dan pengamanan TKP oleh Polsek Putussibau Utara.

“Reskrim melakukan identifikasi untuk mengecek  jejak tersangka dan melihat CCTV yang dilakukan tersangka pada saat masuk atau pun keluar dari ATM,” paparnya. Aminuddin menyebutkan, pelaku diduga tiga orang. Satu pelaku pembobol dan dua yang membantu.

Itu semua, kata Aminuddin, berdasarkan rekaman CCTV saat kejadian. Upaya pembobolan itu sendiri dilakukan pada tengah malam, yakni pukul 00.01 WIB. Dia menceritakan, awalnya ada teman pelaku standby di depan ATM untuk memonitor keadaan. Pukul 00.01 WIB pelaku masuk ATM,  seorang pelaku memilok (cat semprot) CCTV dan keluar mengambil tas, lalu masuk lagi ke dalam ATM setelah ia CCTV piloks.

“Tas yang dibawa pelaku tersebut, sebelumnya dibawa oleh teman pelaku yang mengendarai motor shogun biru,” terang Kasat Reskrim.

Waktu di dalam ATM, pelaku berupaya membobol sekitar empat jam, bahkan ada percikan api las. Pelaku sendiri susah teridentifikasi wajahnya, karena menggunakan kacamata dan topeng penutup wajah. Ketiga pelaku juga menggunakan sarung tangan.

Penyidik, kata Aminuddin, menemukan banyak sidik jari, tetapi itu diperkirakan orang-orang yang mengambil uang ke ATM.

“Kami tidak menemukan ada barang bukti milik pelaku yang tertinggal,” jelasnya. Terkait kerugian materil, Kasat Reskrim mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kepastian. Karena dari Bank BRI masih harus melakukan pengecekan uang terhadap uang di ATM itu.

Menurut informasi yang dia terima, berangkas tersebut di isi pada hari Jumat minggu lalu sebesar Rp300 juta, dan sampai Senin (26/9) terekap Rp 116.900.000. Karenanya pihak bank masih mengecek apakah berhasil atau tidak maling membobol ATM itu.

“Kalau saldo tetap, maka uang aman. Kalau berkurang berarti pembobolan berhasil. Yang terlihat pintu berangkas ATM terbuka,” jelasnya.(aan)

Berita Terkait