Atasi Naiknya Harga Elpiji Bersubsidi

Atasi Naiknya Harga Elpiji Bersubsidi

  Selasa, 11 June 2019 09:33
KOORDINASI: Pimpinan Pertamina Kalbar, Ivan Suhada saat berkoordinasi dengan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, kemarin. Humas Pemkab

Berita Terkait

SUNGAI RAYA–Mulai langka dan merangkak naiknya harga Elpiji bersubsidi tiga kilogram di sejumlah wilayah pesisir Kubu Raya, terutama di Kecamatan Batu Ampar membuat pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan Pertamina cabang Kalimantan Barat untuk mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.  

Branch Marketing Manager PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar dan Kalteng Muhammad Ivan Suhada menerangkan selama ini penyaluran gas elpiji ke daerah pesisir Kubu Raya terkendala transportasi. Menurutnya, selain memerlukan biaya tinggi untuk penyaluran gas elpiji ke daerah, animo masyarakat membeli gas juga tinggi saat barang tiba di daerah.

“Saat elpiji tiga kilogram datang,  banyak warga dari berbagai desa menyerbu untuk membeli. Dan saya kira, memang perlu pengaturan ulang bagi pangkalan-pangkalan agar lebih menyebar, khususnya di daerah-daerah yang memang banyak penduduknya. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Ivan Suhada usai berkoordinasi dengan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Senin (10/6) di Kantor Bupati Kubu Raya.  Ivan menilai, perlu adanya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Sehingga Pertamina pun dapat leluasa mengatur dan menyebar pangkalan-pangkalan 0di suatu daerah, khususnya di daerah pesisir.

“HET bisa diatur dan ditetapkan oleh bupati meskipun sudah ada peraturan gubernur terkait  HET gas elpiji sebesar Rp 16.500,” ucapnya.  Ivan mengakui saat menjelang Idulfitri 1440 Hijriah, pengiriman gas elpiji tabung 3 kilogram ke daerah pesisir tidak maksimal. Hal itu karena kendala transportasi. Untuk mengatasinya, Pertamina melakukan pengiriman ekstra.

“Pada hari Minggu kemarin kami menyalurkan sekitar 1.650 tabung ke Desa Padang Tikar, kemudian pada hari ini kami tambah lagi sebanyak 1.650. Sore nanti juga kita ada rencana pengiriman, besok baru sampai ke Desa Batu Ampar sekitar 1.680. Jadi hari ini saja kita sudah menyiapkan 3.360 tabung untuk dua desa," terang dia.

Menurut Ivan, perlu perhatian bersama agar penyaluran gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya.  "Kami berharap pemerintah daerah dan kepolisian bisa mensupport proses penyaluran tabung gas ini," ucapnya. Ia menambahkan, sejatinya elpiji di daerah pesisir Kubu Raya tidak kekurangan. Hanya saja saat momen tertentu terutama di hari-hari besar kerap terjadi peningkatan konsumsi.

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menuturkan keresahan masyarakat Kubu Raya khususnya yang berada di daerah pesisir terkait langkanya gas elpiji bersubsidi menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, pemerintah kabupaten melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina secara informal.  “Hari ini ada sekitar 1.680 tabung yang dikirim di Padang Tikar, kemudian Pemkab Kubu Raya akan melakukan pengawasan terhadap pengiriman itu. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkannya,” kata Sujiwo.

Sujiwo mengatakan persoalan gas elpiji bersubsidi lebih dominan dialami masyarakat yang berada di daerah pesisir seperti Terentang, Kubu, Batu Ampar, dan Teluk Pakedai. Ia mengungkapkan pemerintah daerah berencana menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait pada Rabu (12/6) mendatang. 

“Kami akan bahas bersama. Intinya, pemkab bersama dengan Pertamina akan mengatasi persoalan ini," ujarnya.  Lebih jauh Sujiwo menuturkan Pemkab Kubu Raya bersama Pertamina akan memetakan dan merencanakan lebih detail terkait penyaluran gas bersubsidi. 

"Gas elpiji ini kan barang habis pakai. Sehingga harus kita pikirkan penyalurannya secara kontinu. Ke depannya di daerah pelosok perlu ada pangkalan-pangkalan baru. Ini yang perlu kita petakan, bukan penambahan kuota. Ketika pangkalan ini sudah ideal dan proporsional, maka akan bisa teratasi persoalan ini," paparnya.  Sujiwo juga mengingatkan agen-agen agar tak hanya mengurus kebutuhan elpiji di daerah darat. Agen, menurutnya, juga harus memikirkan kebutuhan elpiji di daerah pesisir. "Nanti kami juga akan sampaikan ke Pak Bupati agar dalam waktu dekat ini sudah bisa membuat suatu keputusan tentang HET gas bersubsidi,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait