Atasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi

Atasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi

  Kamis, 13 June 2019 11:00
ANTRE ELPIJI: Ratusan masyarakat di Desa Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar mengantre untuk membeli elpiji bersubsidi | foto istimewa

Berita Terkait

SUNGAI RAYA –  Sehari setelah Brach Marketing Manager PT Pertamina (Persero) wilayah Kalbar dan Kalteng, Muhammad Ivan Suhada berkoordinasi bersama Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Selasa (11/6) sebanyak 1.680 gas elpiji 3 kilogram bersubsidi disalurkan di Desa Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar. 

Salah satu penyalur gas elpiji di Batu Ampar, Mustafa Haji Marad, menuturkan harga gas LPG yang ia ambil dari pangkalan sebesar Rp17.500 dan dijual di sekitar pasar Padang Tikar seharga Rp21.000. Harga tersebut, menurutnya, akan terus mengalami kenaikan jika sudah sampai desa terjauh dari Padang Tikar. Kenaikan dapat mencapai hingga Rp25.000. 

“Kami atas nama masyarakat Kecamatan Batu Ampar khususnya Desa Padang Tikar, Medan Mas, Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Ambarawa dan Tanjung Harapan mengucapkan terima kasih atas respons cepat dan tanggapnya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah memperhatikan dan memberikan solusi tentang hajat hidup masyarakat banyak,” ucapnya. 

Mustafa berharap sikap kepedulian dan keseriusan semua instansi terkait terus dijaga agar masalah kelangkaan dan tingginya harga elpiji tidak terulang. “Alhamdulillah hari ini berkat keseriusan bapak bupati antrean panjang sudah tidak separah hari-hari yang lalu. Sekali lagi terima kasih Pak Bupati Muda," ucapnya.

Mustafa mengisahkan kekurangan pasokan elpiji telah berlangsung sejak bulan suci Ramadan tepatnya dua pekan sebelum lebaran. Hingga Senin (10/6), kekurangan pasokan masih terjadi. Karena begitu elpiji tiba di Desa Padang Tikar Dua, masyarakat langsung menyerbu dan bahkan antrean bisa mencapai 750 meter sampai 1 kilometer. “Tentunya kondisi ini sangat miris kalau sampai terjadi lagi," ucapnya. 

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi tiga kilogram yakni dengan menambah pangkalan elpiji. “Penambahan pangkalan akan di prioritaskan khusus untuk kawasan pesisir,” katanya, seraya mengatakan upaya lain untuk mengantisipasi naiknya harga elpiji bersubsidi yakni dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk elpiji bersubsidi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kubu Raya, Norasari Arani menambahkan sejauh ini, kelangkaan elpiji bersubsidi tiga kilogram cukup banyak terjadi di sejumlah kawasan pesisir seperti Desa Batu Ampar seperti Desa Sumber Agung, Sungai Besar dan Teluk Nibung.  

Kata Nora, salah satu upaya mengantisipasi kembali melonjaknya harga elpiji bersubsidi,  yakni dengan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).  Menurutnya, jika HET yang ditetapkan pemerintah provinsi sebesar Rp16.500 per tabung, maka untuk Kubu Raya, khususnya di kawasan pesisir  penetapan HET nya akan ditambah biaya angkut dan disesuaikan dengan jarak tempuh masing-masing desa. 

“Berdasarkan arahan pak Bupati, nanti kami akan melakuan survei ke lapangan untuk bisa menentukan besaran biaya angkut ke masing-masing desa. Barulah nanti ditambahkan dengan HET yang ditetapkan pemerintah provinsi itulah HET khusus untuk wilayah Kubu Raya,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait