Aswandi Motivasi Penulis-penulis Masa Depan Sanggau

Aswandi Motivasi Penulis-penulis Masa Depan Sanggau

  Senin, 11 February 2019 11:34

Berita Terkait

SANGGAU – “Ikatlah pikiran dengan menuliskannya.” Demikian kira-kira perkataan Ali bin Abi Tholib, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikutip oleh DR. Aswandi ketika menjadi pembicara pada Bincang-bincang Kepenulisan yang digelar di Aula Polres Sanggau oleh Kantor Biro Sanggau, Harian Pontianak Post.

Perkataan tersebut selalu dijadikannya sebagai motivasi dalam mengarungi dunia kepenulisan yang selama ini ditekuninya. Menulis adalah menyampaikan kebenaran yang diperlukan oleh masyarakat (pembacanya) sehingga mampu membawa kebaikan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada sesi bincang-bincang ini Aswandi secara khusus memberikan motivasi kepada penulis-penulis pemula yang ada di Sanggau. Ia memperkuat motivasi tersebut dengan menceritakan pengalaman menulisnya sedari awal hingga sekarang agar para penulis (di Sanggau) yang sudah memulai tetap memiliki tekad yang kuat untuk terus menulis.

Sebagai bukti kepeduliannya pada dunia kepenulisan di Sanggau, ia memberikan enam buku terbarunya yang diterbitkannya pada tahun 2018 lalu kepada pihak pemerintah daerah dan juga kepolisian. Tidak hanya itu, para peserta yang bertanya juga dihadiahi bukunya yang terbaru.

Pada kegiatan kemarin, DR. Aswandi turut didampingi oleh Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi sedari awal sampai dengan kegiatan berakhir. Imam merasa bangga bisa berperan dalam kegiatan yang sangat luar biasa tersebut. Ia berharap dapat ikut berperan, bersama-sama dengan guru-guru Sanggau dalam memajukan literasi di Bumi Daranante.

“Saya berterima kasih bisa ikut berperan dalam membangun literasi daerah terutama bagi peserta yang mayoritas adalah guru-guru yang berada di Kabupaten Sanggau. Semoga yang hadir di sini bisa mengambil manfaat besar dari kegiatan ini,” katanya, Minggu (10/2) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau, Maskun Amrin memberikan apresiasi kepada para guru-guru yang telah berani membuat karya berbentuk buku dengan tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai pendidik.

“Tentu menulis seperti ini tidaklah mudah. Pemerintah daerah melalui Disdikbud akan mencoba inovasi-inovasi dalam memajukan dunia pendidikan, dunia literasi ini termasuk dari segi penelitian di bidang pendidikan,” ungkapnya. (sgg)

Berita Terkait