Aston Cooking Challenge-Media Gathering 2018

Aston Cooking Challenge-Media Gathering 2018

  Minggu, 22 April 2018 08:30
ADU MASAK: Tiga peserta terlihat sedang berjibaku memasak dalam lomba masak yang digelar di Hotel Aston, Sabtu (21/4). SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bukan Ajang Kompetisi, namun Buat Rajut Kebersamaan

Sebagai bentuk apresiasi terhadap media, Hotel Aston Pontianak menggelar Aston Cooking Challenge-Media Gathering 2018 tepat di Hari Kartini, Sabtu (21/4). Enam tim dari berbagai media lokal di Kalimantan Barat (Kalbar) turut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. 

SITI SULBIYAH, Pontianak

HARUM masakan tercium di lobi Hotel Aston Pontianak, Sabtu (21/4). Aromanya samakin kuat, saat asap mengepul di atas wajan penggorengan. Tiga tim rupanya tengah sibuk menyajikan masakan. Ada yang memasak menu olahan ikan, ada pula olahan ayam. Mereka tampak antusias menyelesaikan masakan mereka. 

Satu tim yang terdiri dari dua orang peserta itu, tampak saling bekerja sama. Ada yang sibuk mengiris rempah-rempah. Ada pula yang memotong-motong bahan utama. Potongan-potongan tersebut diramu dengan rempah-rempah yang sudah diracik sebelumnya. Asap terlihat mengepul. Suasana kompetisi semakin panas. Sesekali para peserta terlihat menyeka keringat. 

Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan masakan tersebut hanya 30 menit. Beberapa peserta terlihat keteteran menyelesaiakn masakan. Bahkan di detik-detik akhir ada peserta yang masakannya belum selesai. Beruntung ada sedikit toleransi, sehingga masakan dapat tersaji dengan baik.

Begitulah suasana kompetisi masak yang digelar oleh Hotel Aston Pontianak bertepatan dengan Hari Kartini. Kompetisi tersebut diikuti oleh enam tim yang terbagi dalam dua ronde. Tim-tim tersebut ada berasal dari media-media lokal yang ada di Kalbar. Keenam tim tersebut di antaranya Pontianak Post, Pon TV, Tribun Pontianak, TVRI Kalbar, Rakyat Kalbar, dan satu tim perwakilan hotel. Seluruh peserta diwajibkan memasak masakan makanan utama (main course).  Keseluruhan bahan dan rempah sudah disiapkan oleh penyelenggara. Tinggal bagaimana peserta mengolah bahan-bahan tersebut menjadi sajian yang menggugah selera. “Ada lima macam bahan dasar yang disediakan, rempahnya juga sudah ada,” ungkap Zikwan, chef Aston Pontianak yang bertindak sebagai juri.

Adapun terkait kriteria, Zikwan menjelaskan setidaknya ada lima hal yang dinilai oleh juri. Kelima kriteria tersebut, diungkapkan dia, dilihat dari kekompakan, kebersihan, waktu, penyajian, dan cita rasa. 

Meski ini dapat dikatakan kompetisi, namun sejatinya bukanlah untuk mencari siapa yang paling hebat. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka Hari Kartini ini sebagai ajang silaturahmi antarmedia dan pengelola hotel di Pontianak.   

“Kami ingin mengumpulkan wartawan di moment Hari Kartini tahun ini. Tidak seperti biasanya, kami ingin membuat kegiatan yang berbeda, yaitu kegiatan lomba masak antara media,” ungkap GM Aston Pontianak, Anto W Soemartono. 

Anto juga menyinggung perihal dapur. Dia menilai keahlian memasak bukan hanya milik seorang wanita atau ibu rumah tangga saja. Sejatinya, menurut dia, lelaki juga mampu menyajikan masakan yang nikmat. “Di kompetisi ini kami ingin lihat siapa yang hebat masak, apakah wanita atau pria,” tuturnya.

Begitupun dalam hal karier, dia yakin wanita juga tidak kalah dari lelaki. Wanita, menurut dia, saat ini terbukti mampu meniti karier mereka. Wanita hebat, dalam pandangan Anto adalah wanita yang mampu melewati berbagai proses kehidupan, mampu menghadapi segala tantangan yang menghadang. (*)

Berita Terkait