Askiman Pantau Pelaksanaan UNBK

Askiman Pantau Pelaksanaan UNBK

  Selasa, 23 April 2019 11:13
TINJAU UNBK: Wakil Bupati Sintang sejak pagi berkeliling ke beberapa sekolah, mulai dari SMP Muhammadiyah Akcaya 2, SMPN 03, SMP Pancasetya 2 dan di SMPN 06. FIRDAUS/PONTIANAK POST

SINTANG-Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Pelajaran 2018/2019 tingkat SMP/MTs Kabupaten Sintang di hari pertama, langsung ditinjau oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman. Sejak pagi, Askiman sudah berkeliling ke beberapa sekolah, mulai dari SMP Muhammadiyah Akcaya 2, SMPN 03, SMP Pancasetya 2 dan di SMPN 06. 

Setelah meninjau pelaksanaan UNBK, Askiman menilai UNBK di Tahun 2019 ini sudah semakin baik. Tidak banyak keluhan dari pihak sekolah terkait persoalan teknis dan lainnya.

“Semua berjalan dengan baik dan lancar. Kita berikan apresiasi kepada semua pihak dalam penyelenggaraan ujian kali ini. Nampaknya memang persiapan sudah luar biasa, dan sistem yang sudah berjalan semuanya,” ungkap Askiman, Senin (22/4).

Lebih lanjut, Askiman berharap semua siswa-siswi bisa lebih bersemangat mengikuti ujian. Sebab UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi, sesi pertama pukul 07.30- 09.30 WIB, kedua pukul 10.30- 12.30 WIB, ketiga pukul 14.00- 16.00 WIB.

Askiman menjelaskan memang di tahun ini belum semua SMP/MTS yang melaksanakan UNBK, sebagian masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Akan tetapi pemerintah akan terus mendorong.

“Karena ini merupakan program yang baru kita memang belum menjangkau semua. Tetapi kita juga berusaha untuk memenuhi kewajiban dan kebutuhan ini. Untuk beberapa sekolah negeri juga sudah kita bantu komputer,” jelasnya.

Dirinya juga berterimakasih kepada komite sekolah yang memberikan daya dukung terhadap pelaksanaan UNBK. Sebab dengan keterbatasan, tentu pemerintah daerah tidak mampu memenuhi semua kebutuhan dalam pelaksanaan UNBK.

Lanjut Askiman, dirinya juga bersyukur di tahun ini untuk sekolah-sekolah SMP/MTS yang berada di Ibukota Kecamatan sudah mulai melaksanakan UNBK. Tetapi untuk menyelenggarakan sekolah yang berada di pedalaman, tentu jadi tantangan.

“Jaringan internet kita masih belum menjangkau daerah pedalaman. Bahkan di ibukota kecamatan juga terkadang gangguan. Makanya kita harap jaringan internet ini bisa sampai pelosok negeri untuk mendukung pelaksanaan UNBK,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sintang, Lindra Azmar menjelaskan bahwa di Tahun Pelajaran 2019 dari 130 SMP/MTS di Kabupaten Sintang, sudah ada 37 sekolah yang melaksanakan UNBK di kota dan kecamatan.

“Tahun ini, sekolah-sekolah di Ibukota Kecamatan sudah mulai melaksanakan UNBK. Dari 19 sekolah yang melaksanakan UNBK di Tahun 2018, tahun ini meningkat. Jadi total 37 sekolah yang UNBK,” katanya. 

Lindra menambahkan peserta yang mengikuti UNBK maupun UNKP tingkat SMP di Kabupaten Sintang sebanyak 7.559 Peserta. “Untuk peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer sebanyak 2.893 peserta, dan untuk peserta Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil sebanyak 4.666 peserta,” tambahnya. 

Menurutnya peningkatan tersebut hampir dua kali lipat, atau 100 persen. Namun memang jumlah 37 sekolah masih jauh dibandingkan total keseluruhan SMP/MTS di Sintang yang mencapai 130 sekolah. Sehingga sisanya masih UNKP.

“Tiap tahun kita mengajak teman-teman sekolah dan mendorong yang belum UNBK untuk UNBK. Sebab target dari Kemendikbud bahwa UNBK ini secara nasional bisa mencapai 90 persen. Ini menjadi tantangan besar bagi kita,” jelasnya.

Lindra menjelaskan bahwa tantangan terbesar untuk bisa melaksanakan UNBK secara menyeluruh ialah keterbatasan sarana dan prasarana di SMP/MTS. Sementara itu kondisi keuangan daerah juga sangat terbatas.

“Sehingga kita belum mencapai apa yang ditargetkan. Karena masalah ini dialami oleh kabupaten/kota di Kalbar. Terutama SMP-SMP di daerah kecamatan kita yang listrik dan jaringan internet masih sangat terbatas,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam beberapa kali kesempatan rapat koordinasi di tingkat provinsi agar menghadirkan PLN, Telkom, Bappeda, dan Kominfo. Tujuannya agar ada komitmen jelas dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Makanya saya minta Kementerian maupun pemerintah provinsi saat rapat mereka dihadirkan. Kemudian kita buat MoU guna mendukung pelaksanaan UNBK sehingga semua bisa sinergi dalam pelaksanaannya,” jelasnya. 

Selain itu juga, Lindra menjelaskan Ujian Nasional pada tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Sintang masih menggunakan sistem lama yaitu kertas dan pensil dengan total sekolah sebanyak 432 SD.

“Jadi dari 432 SD tersebut dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu Sekolah Penyelenggara sebanyak 184 SD dan Sekolah yang Menggabung sebanyak 248 SD, sehingga totalnya sebanyak 432 SD dengan diikuti sebanyak 8.621 peserta Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar,” tutupnya. (fds)