Asah Skill dan Kerjasama Tim

Asah Skill dan Kerjasama Tim

  Minggu, 17 March 2019 09:24
NoL Derajat A

Berita Terkait

PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG)

Permain genre battle royale, PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) begitu menarik perhatian, khususnya generasi millenial. PUBG yang diluncurkan sejak akhir tahun 2017 ini menawarkan konsep permainan yang berbeda. Para pemain bisa bermain dengan 100 orang sekaligus secara daring. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Pada dasarnya, permainan PUBG bisa dimainkan secara solo, tim 2 orang, dan tim 4 orang. Serta, diperbolehkan mengundang teman bergabung ke dalam permainan sebagai tim. Ketika memulai permainan, pemain akan terjun dari sebuah pesawat dan menggunakan parasut ke berbagai lokasi untuk mereka loot. 

Sebuah lingkaran putih yang menandakan zona bermain akan muncul dan para pemain harus mengikuti masuk ke dalam lingkaran zona bermain tersebut. Zona bermain PUBG itu akan diperbarui dan mengecil ketika waktu lingkaran mencapai nol hal tersebut membuat beberapa area menjadi tidak aman.

Pemain yang berada di luar lingkaran putih (zona bermain) akan kehabisan darah dan mati, lalu lingkaran putih tersebut akan mengecil secara terus-menerus dan membuat semua pemain yang tersisa pada lingkaran akhir untuk bertempur habis-habisan agar dapat  menjadi pemain terakhir dan memenangkan chicken dinner.

Mengulik lebih dalam, PUBG bukanlah jenis permainan yang hanya menyajikan visual gambar dan suara yang menegangkan dan memacu adrenalin. Tapi, juga mengasah skill dan kemapuan bekerja sama. Hal inilah yang dirasakan NoL Derajat, Tim PUBG asal Pontianak yang telah meraih beberapa prestasi.

Team NoL Derajat terbentuk sejak 1 Desember 2018. NoL Derajat sendiri beranggotakan delapan orang yang terbagi dalam dua tim, yakni tim A dan tim B. Tim A digaungi oleh Ravazly Agung Nugraha, Naufal Pasya, Ismail, dan Putra Surya Pratama. Tim B digaungi oleh Rodianto, Ramadhan, Teguh, dan Muhammad Fikri. Kehadiran NoL Derajat sendiri berawal dari tim Kamikaze WB. 

“Saya beserta ketujuh teman di NoL Derajat ini memiliki keinginan membawa nama Pontianak ke jenjang nasional dalam kategori Game Online,” ujar Ravazly.

Ketertarikan NoL Derajat mendalami PUBG dikarenakan permainan ini mengajarkan tim bekerja sama yang baik. Karena permainan ini hanya bisa mengambil keputusan dan tak bisa diulang kembali. Contohnya jika sudah mati, pemain  tak bisa hidup lagi, seperti halnya di dunia nyata. Karena PUBG diwajibkan untuk membentuk tim.

“Sejatinya, PUBG mendasarkan bermain tim bukan individual,” tutur cowok yang akrab disapa Ravazly ini.

Ketika terjun di dalam permainan, calon pemain diwajibkan untuk memahami peraturan yang diterapkan. Pemain PUBG wajib mengetahui yang harus dilakukan. Seperti halnya menentukan posisi Support, Midle, Rusher, dan Sniper, serta bangunan-bangunan lainnya. Jika sudah memahami dengan baik, pemain bisa bermain PUBG secara sempurna.

Ravazly mengatakan keempat posisi ini memiliki peranan masing-masing. Posisi Rusher sebagai seorang marksman tugasnya finisher atau killer yang memiliki aim yang bagus sehingga dapat dengan mudah mengabisi musuh dari jarak menang hingga jarak jauh. Support itu berada di posisi belakang squad untuk berjaga-jaga saat terjadi perang.

“Ketika ada tim yang knock down, seorang support membantu me-revive timnya,” ucapnya.

Serta, berperan memberikan healing jika timnya tak memiliki item healing. Posisi Middle bertugas mengatur serangan dari jarak tengah dan jauh. Sedangkan, Sniper fokus di musuh-musuh yang jauh sekaligus memberikan informasi kepada tim dimana musuh berada. 

“Sniper juga harus bisa menjaga posisi musuh yang  datang dari belakang,” pungkas Ravazly.**

NoL Derajat B

 

Berita Terkait