Asah Kreativitas dan Beranikan Anak Tampil sejak Dini

Asah Kreativitas dan Beranikan Anak Tampil sejak Dini

  Minggu, 24 February 2019 09:34
KREATIF: Bocah-bocah dari kelompok bermain dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 3 unjuk kreativitas di atas pentas. ISTIMEWA

Berita Terkait

Pentas Seni KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3

Sebanyak 158 anak dari kelompok bermain dan Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal 3 unjuk kreativitas di atas pentas. Acara ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dari setiap anak, mengasah kemampuan ekskulnya, sehingga berani tampil dan dapat mengembangkan dirinya sedini mungkin.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

SETIAP tahunnya, TK Aisyiyah menggelar pentas seni. Pentas yang bertujuan mengasah minat, bakat, dan kepercayaan diri anak ini dikemas dengan menarik dan menghibur. Ratusan orang tua menyaksikan pertunjukkan yang disajikan putra-putri mereka di atas panggung. Tak ingin ketinggalan momen bahagia ini, para orang tua ini pun mengabadikan melalui kamera ponsel masing-masing. 

Pentas yang bertemakan menciptakan generasi emas yang kreatif, berakhlak, dan berkemajuan ini, diisi dengan serangkaian aksi panggung. Mulai dari seni rupa yang menyajikan ragam karya lukis dan mewarnai anak-anak. Tak ketinggalan seni tari yang memukau dengan kelucuan mereka. Dimeriahkan pula dengan tampilan angklung. 

Nurdia, ketua Panitia Penyelenggara mengatakan pentas seni ini merupakan acara tahunan, untuk menggali minat dan bakat peserta didik di dunia seni. Kali ini acara berlangsung di Gedung Dapen Bank Kalbar, Jalan Budi Karya Pontianak, Sabtu (23/2). Antusiasme peserta sangat tinggi, sehingga membuat acara terasa lebih meriah. 

Persiapan pentas seni ini dilakukan sejak semester awal. Guru-guru pun melatih siswa untuk berani tampil di panggung. “Tidak mudah kan melatih anak-anak, terutama agar berani tampil di panggung. Harapannya, kegiatan ini bisa membuat anak lebih mandiri, kreatif, memiliki mental yang baik, dan kepercayaan diri dalam menghadapi banyak orang,” ujarnya.  

Pentas seni ini, ditegaskan dia kembali, bukanlah kompetisi. Namun, ini merupakan langkah awal mereka untuk menggali minat dan bakat. “Guru-gurunya yang melihat dan mengarahkan. Anak ini cocoknya menampilkan apa. Juga disesuaikan dengan minat anak,” ungkapnya. 

Acara ini juga diisi dengan kompetisi big book. Kompetisi ini diperuntukkan khusus bagi para orang tua. Peserta membuat buku sendiri dari rumah menggunakan bahan-bahan dengan kreativitas masing-masing. Sujiati, salah satu peserta ini mengungkapkan tantangan dari lomba ini. Mulanya ia harus membuat buku dengan kreasi sendiri. “Bukunya itu dibuat dengan dijahit, kemudian diberi hiasan-hiasan agar menarik,” katanya. 

Buku kreasi yang sudah dibuat itu, kemudian dibacakan di hadapan ratusan anak-anak. Sujiati mengambil tema Indonesiaku yang kemudian dikemas dengan menarik dan kreatif. “Tingkat kesulitannya sih itu, karena kan bahan-bahannya ada yang terbuat dari kain flanel,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait