Arus Balik Promosi Budaya Indonesia di Malaysia dan Upaya Membangun Perdamaian Kawasan

Arus Balik Promosi Budaya Indonesia di Malaysia dan Upaya Membangun Perdamaian Kawasan

  Senin, 8 April 2019 20:52
Foto Bersama Tim Vokasi Komunikasi Univ.Indonesia dengan Rektor serta Pejabat Utama Aswara Malaysia.

Berita Terkait

Bertempat di Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (Aswara), Malaysia, Delegasi Vokasi Komunikasi UI: Kepala Program Studi, Dr. Devie Rahmawati, M.Hum; Kepala Lab. Penyiaran, Dra. Amelita Lusia, M.Si; Pengajar Praktik Reska Herlambang, M.Ikom dan Lim Suriady melakukan lawatan ke dua fakultas.

Delegasi Vokasi UI disambut Rektor Aswara, Prof . Dr. Madya Sahar Sadi Hashim; Dekan Fakultas Film dan Televisi, Dzul Karnain Abdullah; Wakil Dekan Fakultas Film dan Televisi, Gulam Shaffi Khan Gulab Khan; President University College of Pahang, Prof Emeritus Dato Dr. Ahmad Haji Zainuddin; Komunikasi Korporat, Farah Malissa Mohsen.

Dekan Fakulti Penulisan Kreatif & Filem Aswara Malaysia Meyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kaprodi Vokom Universitas Indonesia DR.Devie Rahmawatie,Mhum, CPR

“Aswara adalah kampus yang berada di bawah Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, atau di Indonesia dikenal sebagai Kementerian Pariwisata. Di sinilah lahir karya-karya komunikasi bangsa Malaysia, seperti serial kartun Ipin – Upin yang telah mendunia,” ujar Devie Rahmawati, ketua delegasi Vokasi dan pengajar mata kuliah Kampanye Persuasif.

“Kedatangan tim Vokasi adalah upaya untuk melihat secara langsung dapur branding negara Malaysia melalui pendidikan Vokasi di Aswara, yang telah berdiri selama 25 tahun ini. Sistem pengajaran yang menekankan kehadiran praktisi dan materi praktik di Aswara, menjadi kunci kesuksesan Malaysia mempromosikan negara melalui materi-materi kreatif di bidang seni populer seperti Film, Animasi, Musik, Seni Pertunjukkan dan Game,” ujar Devie yang juga menjabat sebagai Kordinator Peminatan Humas.

“Hal mengembirakan ialah informasi yang diberikan oleh Fariz, Kaprodi Animasi dan Multimedia, Aswara, yang menyampaikan bahwa saat ini justru masyarakat Malaysia sedang dilanda demam seri animasi Indonesia berjudul “Si Nopal dan Bahenol. Yang bersangkutan mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dengan talenta-talenta kreatif untuk menghasilkan karya yang siap mengglobal,” tambah Amelita Lusia, yang juga menjadi kordinator Peminatan Penyiaran.

Lawatan ini membuka mata para Pengabdi Klinik Digital Vokasi Komunikasi, bahwa keunggulan Malaysia dapat terwujud berkat dukungan pemerintah yang sangat kuat melalui pendanaan.

“Situasi ini dapat dilihat dari infrastruktur Laboratorium pengajaran yang memiliki peralatan terkini, tercanggih dan terbaik untuk dapat digunakan oleh peserta didik, dalam jumlah yang memadai untuk mewadahi sekitar 1000 mahasiswa Aswara,” ujar Reska, pengajar praktik, Mata Kuliah Branding Perusahaan.

Sinshe Lim Suriady bersama Rektor Universitad Aswara Malaysia

Kunjungan kedua dilakukan bersama Pengurus dan Penggiat Soka Gakai Malaysia (SGM). Pihak SGM terdiri atas Presiden SGM, Michael Kok Fook On; Direktur Jenderal SGM, Koh Sia Feai; Para Pendidik : Dr. Angela Ng, Dr Wendy Yee, Mr. Lin Kok Keong; Kepala Komunikasi dan Hubungan Eksternal, Joanne Foo dan Dawson Yeang. 2 SGM, yang merupakan bagian dari Organisasi Dunia Soka Gakai, memang memfokuskan diri untuk mempromosikan budaya perdamaian di seluruh dunia. Universitas Indonesia 10 tahun lalu (2009), memberikan penghargaan Doktor HC kepada pendiri Soka Gakai, Daisaku Ikeda, atas kerja keras membangun harmoni di antara manusia di tataran global.

Devie dan Amelita yang menjadi pemenang Hibah Program Pengmas Iptek Bagi Masyarakat bertajuk “Program Pencegahan Terorisme Berbasis Akurasi Informasi”, ingin bertukar gagasan dan pengalaman antar negara tentang upaya mengatasi potensi-potensi perpecahan organik dan anorganik di berbagai komunitas masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut Devie menyampaikan salah satu upaya membangun kesadaran publik akan bahaya perpecahan justru melalui sosialisasi literasi media dan digital, agar publik memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang positif dan produktif.

Sedangkan Lim menambahkan bahwa upaya untuk memecah belah pikiran dan perasaaan masyarakat dilakukan menggunakan praktik-praktik penyebaran berita bohong di berbagai isu termasuk kesehatan, yang tidak lain bertujuan utnuk menebar ketakutan pada masyarakat luas.

“Untuk itu diperlukan upaya kerjasama yang lebih dalam dan sistematis antar dua negara untuk terus memastikan bahwa teror tidak boleh menghantui masyarakat kita. Salah satu upaya tersebut ialah komitmen perwakilan Universitas Malaya, Dr. Wendy Yee dan Pengajar Vokasi Komunikasi UI, untuk mengajar di antar kedua universitas, untuk terus menemukan metode-metode baru, menyeimbangkan strategi pemecah belah komunitas, “ tutup Devie yang bersama Amelita merupakan pengajar Mata Kuliah Komunikasi Antar Budaya.**

Berita Terkait