Argentina vs Uruguay, Saatnya Rebut Puncak

Argentina vs Uruguay, Saatnya Rebut Puncak

  Kamis, 1 September 2016 09:30

Berita Terkait

MENDOZA – Sebagai kolektor terbanyak ketiga untuk trofi Piala Dunia (2) dan kedua di Copa America (14), pencapaian Argentina di kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 termasuk mengecewakan.Hingga enam pertandingan yang sudah terjadi, mereka masih berkutat di peringkat ketiga dengan mengemas 11 poin. Berselisih dua poin dari pemuncak klasemen Uruguay dan runner up Ekuador.

Kini, Argenitna pun memiliki kans untuk merebut puncak ketika menjamu Uruguay di Estadio Malvinas besok pagi. Kesempatan itu terbuka lebar karena disaat bersamaan, Ekuador harus melawan tim tersukses Piala Dunia, Brasil.Para penggawa La Albiceleste, sebutan Argentina, bisa mengguratkan senyum di wajah masing-masing. Sebabnya, dalam delapan pertemuan terakhir sejak 8 Oktober 2000, Argentina baru sekali kalah dari Uruguay.

Tepatnya ketika mereka kandas adu penalti 4-5 di babak perempat final Copa America edisi 2011 silam.Selain itu, performa mereka tengah stabil menyusul tiga kemenangan beruntun yang masing-masing dicapai dari Kolombia (1-0), Cile (2-1), dan Bolivia (2-0).”Aku tentu bakal menikmati laga ini,” kata entrenador Edgardo Bauza kepada mas Deportes. ”Sebab, aku telah mempersiapkannya sejak lama. Aku akan menghadapinya dengan tenang,” lanjutnya.

Hanya, optimisme Bauza ini sedikit terganggu dengan cederanya beberapa pilar. Di lini depan, Sergio Aguero telah menarik diri dari skuad karena mengalami tarikan otot di betis dan harus diganti di menit 88 ketika Manchester City menang 3-1 dari West Ham United pada matchday ketiga Premier League di Etihad Stadium Minggu (28/8).Adapun gelandang Javier Pastore sudah tidak dimainkan Paris Saint-Germain saat dikandaskan AS Monaco 1-3 di Stade Louis II (29/8) karena cedera kaki.

Minggirnya Aguero dan Pastore mungkin telah diselesaikan dengan baik oleh Bauza. Suksesor Gerardo Martino yang mundur pasca Copa America Centenario itu telah memasukkan pemain pengganti.Bauza memutuskan memanggil dua nama non-caps di posisi striker untuk mengisi kekosongan Aguero dan Pastore.Mereka adalah penggawa Atletico Mineiro Lucas Pratto, serta pilar River Plate yang masih berusia 23 tahun, Lucas Alario.

Hanya, Bauza menghadapi kendala cedera lain yang membuatnya khawatir. Sebab, kapten Lionel Messi juga harus mendapatkan perawatan di meja medis. Penyerang berjuluk La Pulga Atomica tersebut terserang hamtring tatkala Barcelona menang susah payah 1-0 dari Athletic Bilbao di jornada kedua La Liga (29/8).

Cederanya Messi jelas merupakan masalah serius. Sebab, dia tidak hanya sekedar pemain yang menyandang ban kapten. Messi adalah dua diantara pemain paling senior tersisa di dalam timnas Argentina.

Bersama Javier Mascherano, Messi mencatatkan Centurion caps (caps minimal 100). Pemain 29 tahun itu juga tercatat sebagai top-scorer sepanjang masa Argentina dengan torehan 55 gol semenjak 2005 silam.    Kemudian, dari sisi teknis permainan, Messi adalah nyawa vital Argentina. Tidak hanya diandalkan untuk merobek jala gawang, kolektor empat gelar Liga Champions itu juga melakukan peran sebagai playmaker.

Salah satu argumentasinya terlihat di Copa America Centenario Juni lalu. Tidak hanya menjadi mesin gol Tim Tango, sebutan lain Argentina, dengan lima gelar, Messi juga mencetak assist tertinggi di edisi seabad Copa America tersebut lewat torehan empat assist.

ESPN melansir bahwa Messi sudah mulai berlatih di sesi latihan ringan Senin waktu setempat (29/8). Bauza pun menyatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.”Aku sangat berharap dia bisa bermain nantinya,” kata Bauza kepada harian Argentina Ole. ”Tentu saja aku tidak akan membuatnya cedera lebih parah,” lanjut eks pelatih Sao Paulo berusia 58 tahun tersebut.

Terpisah, entrenador Uruguay, Oscar Tabarez berujar Argentina saat ini tidak bisa diremehkan. Pasalnya, dia mengaku sama sekali tak tahu-menahu mengenai sosok Bauza. ”Aku tidak memiliki referensi apapun tentang dia,” tutur Tabarez kepada Prensa Futebol. ”Kami bakal menggunakan taktik berdasarkan pemain yang pernah kami hadapi,” ujarnya.

Lini depan Uruguay, yang sempat melempem selama Centenario, bakal garang dengan kembalinya Luis Suarez. Bomber berjuluk El Pistolero itu bakal menjadi tandem bagi bintang Paris Saint-Germain Edinson Cavani. (apu)

Berita Terkait