Apresiasi Merchant, Dorong Non Tunai

Apresiasi Merchant, Dorong Non Tunai

  Senin, 31 December 2018 08:45
SERAHKAN HADIAH : Pimpinan Bank BNI Cabang Pontianak di dampingi Kepala Perwakilan BI Kalbar, saat memnyerahkan hadiah kepada salah satu merchant dengan transaksi non tunai YAP! BNI terbanyak sepanjang tahun 2018.

Berita Terkait

PONTIANAK - Upaya untuk mendorong masyarakat agar beralih ke transaksi non tunai harus terus dilakukan. Apresiasi pun mesti diberikan kepada pihak manapun yang memanfaatkan jenis transaksi ini. Tidak hanya kepada pengguna produk-produk non tunai saja, namun apresiasi juga diberikan kepada merchant yang bermitra dengan perbankan yang memanfaatkan metode pembayaran secara non tunai. 

"Kalau di Pontianak ini sudah ada sejumlah merchant, yang telah menyediakan infrastruktur non tunai. Di BNI ada aplikasi YAP (Your All Payment) misalnya, yang memanfaatkan QR Code," ungkap Kartiko Dwi Wijayanto, Head of Network and Searching Bank BNI Kalbar, saat kegiatan Kado dari BNI, yang digelar pada Sabtu (29/12) malam. 

Kegiatan Kado Dari BNI pun, menjadi momen untuk membarikan apresiasi kepada merchant, terutama yang mencatatkan transaksi non tunai yang memanfaatkan aplikasi YAP! terbanyak. Ada tiga merchant yang mencatatkan transaski terbanyak sepanjang tahun 2018 dan berhak mendapatkan hadiah secara langsung dari bank berpelat merah tersebut. "Ke depan kami akan perbanyak lagi outlet yang memanfaatkan transaksi non tunai, seperti outlet-outlet di bandara, maupun di tempat lainnya," tuturnya. 

Transaksi non tunai, kata dia, menjadi salah satu prioritas perbankan dalam mendorong literasi keuangan di masyarakat. Meningkatkan angka literasi keuangan, menurutnya juga menjadi tanggung jawab perbankan. Hal ini pun sudah sesuai dengan keinginan Gubernur Kalbar, agar provinsi ini memiliki literasi keuangan yang baik. 

Berbagai jenis transaksi non tunai yang disediakan oleh perbankan pun diharapkan dapat menjadi alternatif pembayaran masyarakat. "Terlebih ke depan itu eranya digital dan milenial, maka transaksi non tunai akan semakin digemari," katanya. 

Dia menilai, perbankanlah yang memiliki infrastruktur yang memadai dalam mendukung realisasi transaksi non tunai. Infrastruktur, seperti sistem, EDC, maupun kartu, sudah dimiliki oleh perbankan.  "Tinggal bagaimana agar jaringannya konsisten di merchant. Kami selalu meminta provider untuk menstabilkan jaringan, agar transaksi non tunai lebih lancar," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono, menilai transaksi non tunai harus didukung dengan infrastuktur yang cukup. Tahun ini, kata dia, BI Kalbar akan terus meningkatkan transaksi non tunai, salah satunya dengan mendorong perbankan untuk menambah merchant, tidak hanya di Kota Pontianak, namun untuk daerah lainnya pula. "Saat ini non tunai sudah dimanfaatkan untuk transaksi di SPBU-SPBU Pontianak, ke depan harus menambah jumlah merchant," pungkasnya. (sti)

Berita Terkait