Api Karhutla Ancam PLA

Api Karhutla Ancam PLA

  Selasa, 14 Agustus 2018 10:00
PANTAU: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Nadjib memantau kebakaran lahan yang terjadi di sekitar Bangunan Pusat Layanan Autis (PLA). Har/Pontianak Post

Berita Terkait

Kegiatan Terapis Dihentikan

SINGKAWANG—Kebakaran lahan nyaris saja akan menelan kerugian bangunan milik pemerintah tepatnya pusat layanan autis (PLA). Sehingga layanan terapai autis ini terhenti bagi anak anak autis akibat kondisi ini.  “Petugas, warga ini sedang sibuk memadamkan api. Api sudah merembet kurang lebih 10 meter dari pagar bangunan PLA ini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Nadjib yang meninjau langsung kebakaran lahan di sekitar lokasi PLS Kelurahaan Naram Singkawang Tengan Senin (13/8) kemarin.

Untuk saja saat api merembet sebelum mencapai bangunan PLA yang dibatasi pagar, petugas baik BPBD, TNI, Polri dan warga mencoba memadamkan dengan alat seadanya. “Saat ini baru satu genset dikerahkan memadamkan api yang digunakan memompa air untuk disiramkan ke titik api,” jelasnya. Itupun, kata dia, sumber air yang ada berasal dari PDAM yang ada di PLA, hanya saja kapasitasnya tidaklah cukup untuk mampu mengatasi masalah kabakaran yang terjadi.

Selain itu cepatnya merembet api ini, kata Nadjib dikarenakan wilayah lokasi kejadian merupakan lahan gambut yang dirimbunkan oleh semak semak blukar, tak heran hal ini membuat api mudah menjalar dan meluas. “Padahal awal titik api sebelum menjalar mendekati wilayah sekitar PLA ini berjarak sekitar 1 Km,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, kata dia, para peserta terapis sejak pagi datang terpaksa diliburkan. “Jumlah total peserta terapis autis ini sekitar 32 orang. Mereka secara bergantian ikut terapi, sesuai jadwal yang ada,” katanya. Bahkan agar pengendalian kebakaran ini optimal, pihaknya sudah melakukan upaya menghubungi BPKS, hanya saja ada juga masalah di  Sedau, kemudian BPKS hanya untuk pengendalian api bangunan jika terjadi kebakaran bukan untuk kebakaran lahan gambut. “Kita sudah menghubungi, namuan bahasanya jika nanti kalau kena bangunan atau nyaris kena bangunan maka baru bisa dilakukan upaya pemadaman,” katanya. (har)

Berita Terkait