APBD Perubahan Rp 1,178 Triliun

APBD Perubahan Rp 1,178 Triliun

  Kamis, 8 September 2016 09:44
PERDA: Ketua DPRD menyerahkan draf Perda APBD Perubahan 2016 kepada Bupati Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pemandangan akhir Raperda APBD Perubahan 2016 tahun anggaran 2016 berlangsung alot, Rabu (7/9) siang di Ruang Sidang DPRD. Meski menuai kritik dan perdebatan, APBD Perubahan 2016 diketok palu dengan angka Rp 1, 178 Triliun.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, DR. H Rahmad Satria, SH, MH dan dihadiri Bupati Mempawah, H Ria Norsan itu berjalan lancar. Tujuh fraksi dewan sepakat menyetujui Raperda APBD Perubahan 2016 disahkan menjadi Perda.

“Kami sepakat dan mendukung anggaran perubahan APBD 2016. Namun, kami perlu mengingatkan agar anggaran perubahan ini dapat digunakan dengan efektif dan efisien untuk bidang-bidang pelayanan publik. Seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya,” pesan Juru Bicara Fraksi Golkar, Safrudin Asra.

Sementara itu, Jubir Fraksi PKB Subandio mengaku pihaknya menyetujui disahkannya Raperda APBD Perubahan tahun anggaran 2016 menjadi Perda, dengan sejumlah catatan. Terutama menyangkut sejumlah persoalan yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan dengan baik oleh eksekutif.

 “Misalnya berkenaan dengan pembangunan rakyat pagi di Sungai Pinyuh. Kami mendapatkan masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Sedangkan kios atau lapak didalam lokasi pasar rakyat masih banyak pula yang belum ditempati. Makanya, kami sarankan agar dinas terkait melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pedagang agar bisa menempati lapak atau kios yang masih kosong,” saran Subandio yang juga Sekretaris Fraksi PKB DPRD Mempawah itu.

Senada itu, Fraksi Demokrat menilai penyusunan APBD perubahan 2016 telah memenuhi akses yuridis normative sesuai Permendagri Nomor 52 tahun 2015 tentang pedoman penyusunan APBD Perubahan tahun anggaran 2016.

 “Pada pembahasan akhir APBD Perubaan 2016 ini, kami berpendapat masih ada sumber-sumber pendapatan yang bisa dimaksimalkan. Seperti bersumber dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sampai saat ini masih minim sumbangan kontribusinya. Maka kami menekankan adanya perhatian khsusus terhadap perusahaan daerah itu,” desak Jubir Fraksi Demokrat, Toni Antonius.

Selanjutnya, Toni yang juga Ketua Fraksi Demokrat itu mengingatkan agar APBD Perubahan 2016 dapat digunakan dengan efektif untuk belanja yang sifatnya mendesak. Dan terpenting pula, anggaran yang ada sepenuhnya dipakai untuk kepentingan pelayanan masyarakat dan kemajuan daerah.

 “Sedangkan untuk belanja yang sufatnya tidak terlalu penting, bisa saka di anggarkan pada tahun berikutnya. Hal ini sangat penting agar penggunaan anggaran perubahan bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” tuturnya.

Fraksi PDI Perjuangan dalam paripurna tersebut memberikan apresiasi kepada Bupati Mempawah yang berhasil menambah sektor pendapatan dari sebelumnya Rp 57 miliar lebih menjadi Rp 70 miliar lebih. Terdapat kenaikan sekitar Rp 13 miliar lebih atau 22, 75 persen.

 “Adanya penambahan ini menjadi suatu prestasi yang positif. Kami berharap peningkatan pendapatan tersebut dapat memotivasi eksekutif untuk terus bekerja keras dimasa mendatang,” harap Rusli.

Legislator PDI Perjuangan itu pun tak lupa mengingatkan eksekutif agar memaksimalkan penyerapan anggaran. Sebab, hingga memasuki triwulan akhir ini pihaknya menilai penyerapan anggaran di SKPD masih belum maksimal.

 “Misalnya pada sektor kegiatan fisik agar realisasi pekerjaannya dipercepat. Supaya tidak menmpuk diakhir tahun. Maksimalkan pula kinerja pelayanan Dinkes, RSUD Rubini dan Puskesmas di seluruh kecamatan,” tegasnya.

Senada Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Nasdem pun menyoroti kinerja SKPD dalam menyerap anggaran daerah. Nasdem mendesak Bupati melakukan evaluasi terhadap kerja Kepala SKPD yang terkesan hanya menjalankan rutinitas formal tanpa adanya inisiatif maupun inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah.

 “Makanya kami sarankan Bupati agar segera melakukan evaluasi dan perombakan terhadap SKPD. Ganti saja pejabat-pejabat yang tidak maksimal kerjanya. Kami yakin masih banyak SDM pejabat yang lebih bermutu dan berkualitas di Kabupaten Mempawah,” cecar Jubir Fraksi Nasdem, Darwis.

Bupati Mempawah, H Ria Norsan mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan DPRD beserta seluruh anggotanya yang telah menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan 2016 bersama-sama badan anggaran eksekutif.

 “Tentunya anggaran yang telah disahkan ini akan kami gunakan dengan semaksimal mungkin sesuai keperuntukannya sebagaimana telah ditetapkan dalam draf APBD Perubahan tahun anggaran 2016,” singkat Bupati.

Draf APBD Perubahan Kabupaten Mempawah tahun anggaran 2016 disahkan dengan rincian sektor Pendapatan sebesar Rp 1, 085 triliun, sektor belanja sebesar Rp 1, 178 triliun dan desifit sekitar Rp 94 miliar lebih.(wah)

Berita Terkait