Anwar Ibrahim Bebas dari Penjara

Anwar Ibrahim Bebas dari Penjara

  Rabu, 16 May 2018 16:23

Berita Terkait

Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim telah bebas dari penjara. Ini membuka jalan baginya kembali ke pangung politik. Ia dilihat sebagai calon pemimpin masa depan.

Anwar telah menjalani hukuman penjara 5 tahun atas tuduhan sodomi dan korupsi setelah perselisihannya dengan pemerintah. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meminta pengampunan untuk Anwar yang telah dikabulkan pada Rabu pagi, (16/5).

Mahathir berjanji akan pergi agar Anwar menjadi perdana menteri menggantikan dirinya dalam kurun waktu dua tahun. Anwar selama ini memimpin gerakan oposisi Malaysia selama bertahun-tahun.

Mahathir berjanji akan mengusahakan pengampunan untuk Anwar dan kemudian mengundurkan diri dan memberinya jabatan perdana menteri tersebut. (Reuters)

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia, akhirnya koalisi Mahathir mampu menyingkirkan partai yang berkuasa sebelumnya. Kemenangan pemilu yang mengejutkan pekan lalu kemudian diikuti rekonsiliasi antara Anwar dan Mahathir.

Mahathir pernah memecat Anwar saat menjalankan tugas pertamanya sebagai perdana menteri. Anwar bebas dari rumah sakit di Ibu Kota Kuala Lumpur yang merupakan tempatnya menjalankan perawatan.

Para pendukung Anwar yang berkumpul di rumah sakit mengikutinya ke Istana untuk bertemu dengan Mahathir. Para pendukung yang mengendarai sepeda motor berteriak, "Hidup Anwar." Mereka berangkat dari kompleks kerajaan untuk mendukung pemimpin mereka yang baru agar dibebaskan.

Salah seorang pendukung Anwar, Ahmad Samsuddin, 59 tahun, mengatakan, bebasnya Anwar rasanya seperti gelombang perubahan yang berputar-putar di Malaysia setelah tidak adanya keadilan selama bertahun-tahun. Kisah hubungan Mahathir dan Anwar kemudian menjadi salah satu tikungan dan belokan yang luar biasa.

Selama 1990-an mereka merupakan sekutu politik saat keduanya masing-masing menjabat sebagai perdana menteri dan wakilnya. Namun Anwar dipecat pada 1998 silam setelah berselisih dengan mentor politiknya dan dipenjarakan karena penyalahgunaan kekuasaan setahun kemudian.

Seperti dilansir BBC, pada 2004 lalu, keyakinannya di balik memimpin oposisi untuk mendapat keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(ina/iml/trz/JPC)

Berita Terkait