Antisipasi Teror Bom, Polres Mempawah Perketat Akses Masuk

Antisipasi Teror Bom, Polres Mempawah Perketat Akses Masuk

  Selasa, 15 May 2018 10:23
SIAGA PENGAMANAN: Personil Polres Mempawah mengamankan kegiatan ibadah di gereja-gereja di wilayah hukumnya | WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Paskateror bom beruntun yang menyasar gereja dan Polrestabes Surabaya, jajaran Polres Mempawah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan memperketat akses masuk Mapolres. Tindakan itu merupakan upaya aksi teror terhadap polisi dan masyarakat.

“Kita perketat pengamanan. Terutama akses masuk ke Mapolres Mempawah lebih ditingkatkan penjagaannya,” terang Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Paur Humas, Ipda Imam Widhiatmoko, Senin (14/5).

Imam mengaku pihaknya prihatin dengan kejadian beruntun teror bom di Kota Surabaya. Karenanya, Imam mengatakan seluruh jajaran kepolisian diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan dilingkungan masyarakat.

“Kami meningkatkan kegiatan patroli rutin dilingkungan masyarakat. Terlebih pada tempat-tempat ibadah. Bahkan, pada jam-jam ibadah kita lakukan penjagaan dengan menempatkan petugas,” jelas Imam.

Terkait pengamanan tempat ibadah, Imam menyebut Kapolres telah mengintruksikan kepada jajaran di tingkat Polsek untuk melakukan penjagaan. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah. “Intinya kita melakukan antisipasi terhadap segala bentuk teror terhadap masyarakat,” tegasnya.

Disamping meningkatkan patroli dan penjagaan, Imam menerangkan, pihaknya juga mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas diseluruh wilayah tugasnya. Setiap Bhabinkamtibmas dituntut untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat dalam menyikapi situasi terkini. “Termasuk meluruskan informasi-informasi yang bersifat hoax dan provokatif. Sehingga masyarakat tidak terpengaruh dan mendapatkan informasi yang benar,” pendapatnya.

Karenanya, Imam meminta seluruh stakeholder elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Terutama memelihara harmonisasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Mempawah yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan elemen lainnya sangat penting. Berikan pencerahan agar masyarakat tidak terprovokasi. Karena, saat ini masyarakat sangat rentan dengan informasi hoax yang ditujukan untuk memecahbelah persatuan bangsa,” tuturnya.

Terakhir, Imam berpesan kepada masyarakat agar pro aktif menyampaikan informasi kepada petugas TNI/Polri. Jika menemukan hal-hal mencurigakan dilingkungannya, agar segera melaporkan kepada petugas setempat.

“Tolong bantu kami dengan pro aktif memberikan informasi dilingkungannya. Kalau melihat ada hal yang janggal atau tidak seperti biasanya, segera sampaikan kepada aparat berwenang. Agar kami dapat segera melakukan penanganan dan penindakan,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait