Antisipasi Mudik Transportasi Air; Hindari Kelebihan Muatan Penumpang dan Barang

Antisipasi Mudik Transportasi Air; Hindari Kelebihan Muatan Penumpang dan Barang

  Sabtu, 1 June 2019 12:30
​MUDIK: Sejumlah penumpang tampak mengangkut barang ke dalam motor air di Pelabuhan KTM Rasau Jaya. Jelang libur lebaran jumlah penumpang mengalami peningkatan

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Adanya lonjakan penumpang yang akan melakukan mudik jelang Idulfitri dengan menggunakan transportasi air, membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama sejumlah pihak lainnya memberikan perhatian bagi arus mudik di Pelabuhan KTM Rasau Jaya dan Dermaga Digdoyo Rasau Jaya.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau sudah masuk musim mudik lebaran, masyarakat yang menggunakan transportasi air untuk mudik ke kampung halaman masing-masing itu mengalami peningkatan,” kata Penjulan Tiket Speedboat di Dermaga Digdoyo, Sungkono kepada Pontianak Post, Jumaat (31/5).

Dia menerangkan, jika hari-hari biasanya, pemilik speedboat di dermaga Digdoyo masing-masing hanya mengoperasionalkan satu speedboat untuk tujuan Rasau Jaya-Teluk Batang dan Rasau Jaya-Teluk Melano. Namun, lantaran jumlah penumpang mengaalami lonjakan jelang libur Idulfitri, kata Sungkono membuat pemilik speedboat mengoperasionalkan lima speedboat dalam seharinya.

“Peningkatan jumlah penumpang ini, mulai mengalami peningkatan sejak lima hari terakhir, dan kalau melihat dari tahun-tahun sebelumnya, puncak meningkatnya jumlah penumpang itu ada pada H-2 hingga H-1 jelang lebaran,” jelasnya.

Meski terjadi lonjakan penumpang, namun kata Sungkono hingga saat ini tidak ada kenaikan harga tiket speedboat. “Untuk harga tiket masih sama saja seperti biasanya, yakni sekitar Rp140 ribu tujuan Rasau Jaya-Teluk Batang dan Rp170ribu dengan rute Rasau Jaya-Teluk Melano,” jelasnya.

Salah satu penumpang speedboat di Dermaga Digdoyo, Udin mengakui adanya peningkatan jumlah penumpang jelang libur idulfitri. Meski begitu pria 37 tahun ini mengaku tidak terganggu dengan adanya peningkatan jumlah penumpang. “Kalau untuk adanya penamabahan jumlah penumpang apalagi saat masuk musim mudik lebaran, itu hal biasa. Yang terpenting adalah bagaimanaa penyedia jasa transportasi air ini tetap bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang hingga sampai dengan selamat ke tujuan masing-masing,” ungkapnya.

Udin pun mengaku, sejauh ini dirinya tetap mendapatkan pelayanan yang baik, saat menggunakan speedboat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya di Teluk Batang. 

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo yang turut menyempatkan diri memantau arus mudik di pelabuhan KTM Rasau Jaya dan Dermaga Digdoyo mengimbau kepada pihak penyedia jasa angkutan air. Apalagi menjelang momen Idulfitri untuk mengoptimalkan pelayanan bagi para penumpang. “Utamakan keselamatan penumpang, dan hindari angkutan yang over kapasitas,” kata Sujiwo.

Sujiwo mengungkapkan dari hasil pemantauan, diakui terjadi kelebihan muatan barang dan orang. Ia mencontohkan misalnya kapasitas untuk sepeda motor maksimal 60 unit, ternyata dinaikkan hingga 100 unit lebih. Artinya kenaikan kapasitas nyaris 100 persen.

“Dan ini sangat rawan kecelakaan di air. Nah, tentunya kita wajib untuk mengimbau dan mengingatkan. Kalau bicara aturan ya tidak boleh. Lebih satu unit pun tidak boleh. Okelah ada batas toleransi yang menurut Dinas Perhubungan itu sampai 10 persen. Tetapi yang perlu kita ingatkan kalaupun kita berikan toleransi itu, tentunya dari pihak jasa angkutan air ini harus mempersiapkan berkaitan dengan keselamatan dari mulai baju pelampung dan sebagainya,” tutur Jiwo mengingatkan.

Sujiwo menegaskan imbauan harus selalu disampaikan dengan berbagai cara. Baik langsung maupun melalui media-media tertentu, termasuk media luar ruang seperti spanduk dan baliho.

“Sudah seharusnya, kami selalu mengimbau. Kami imbau-imbau terus mungkin di baliho dan sebagainya. Nah, ini upaya preventif supaya tidak terjadi kecelakaan di air yang pada akhirnya bisa mengakibatkan korban jiwa. Karena satu nyawa itu sangat berharga dan tentunya ini bentuk preventif yang kami lakukan,” pungkasnya.

Mengenai kesiapan pemerintah daerah menghadapi arus mudik, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Damhuri menambahkan hingga saat ini tidak ada penambahan kapasitas kendaraan atau angkutan. Menurut dia, kondisi libur panjang anak sekolah yang telah dimulai beberapa waktu lalu membuat konsentrasi arus penumpang terpecah sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang. Ia menyebut pemerintah daerah saat ini berfokus menjaga konsistensi aturan terkait kapasitas penumpang dengan penerapannya di lapangan.

“Yang jelas kita mengatur segala sesuatu itu sesuai dengan kapasitas yang ada di dalam kendaraan atau angkutan tersebut. Kalau misalnya penumpang itu hanya 60 ya kapasitasnya 60 dan paling tinggi toleransi 10 persen dari Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” terangnya.

Mengantisipasi terjadinya kelebihan kapasitas penumpang, Damhuri mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pengusaha jasa angkutan terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan penumpang. Termasuk terkait kapasitas-kapasitas yang telah ditentukan. Ia menegaskan aturan yang sudah dikeluarkan tidak boleh dilanggar.

“Kalau temuan mungkin ada, tapi tidak sebanyak yang diperkirakan. Karena mungkin liburan sekolah sudah panjang jadi tidak terjadi penumpukan penumpang,” pungkasnya.

Selain Sujiwo, dan Damhuri pemantauan arus mudik di pelabuhan Rasau Jaya juga diikuti Dandim 1207/BS Stefie Tjantje Nuhujanan, Wakapolresta Pontianak Kota Sigit Haryadi, dan Camat Rasau Jaya R. Suhartono.  Peninjauan dilakukan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan di Polda Kalbar dan Polresta Pontianak Kota belum lama ini, di mana di sejumlah pelabuhan salah satunya Pelabuhan Rasau Jaya ditemukan kelebihan muatan penumpang dan barang pada angkutan air. (ash)

Berita Terkait