Antam Jajaki Pasar Arab Saudi dan Afrika

Antam Jajaki Pasar Arab Saudi dan Afrika

  Senin, 5 September 2016 09:30

Berita Terkait

JAKARTA – PT Aneka Tambang (Persero) menunjukkan kinerja memuaskan pad semester pertama 2016. Perseroan pelat merah tersebut berhasil membukukan laba Rp 11,03 miliar.

 
Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan, raihan laba itu merupakan peningkatan kentara apabila dibandingkan dengan rugi semester pertama tahun lalu yang sebesar Rp 396 miliar.

"Dengan adanya peningkatan harga komoditas saat ini, kami optimistis, kami dapat memberikan tingkat profitabilitas, dan imbal hasil yang baik kepada pemegang saham di akhir tahun nanti," tutur dia.

Menurut Tedy, peningkatan laba ditopang oleh penjualan seluruh komoditas Antam, yaitu sebesar Rp 4,16 triliun.

Adapun, komoditas emas masih menjadi penyumbang terbesar dari bisnis perseroan, yakni sebanyak 68 persen atau Rp 2,84 triliun dari total penjualan. Diikuti oleh komoditas feronikel yang tercatat sebagai kontributor penjualan terbesar kedua.

Penjualannya mencapai Rp 950 miliar atau sebesar 23 persen dari seluruh penjualan yang dibukukan perusahaan tambang negara tersebut.

"Pada periode itu, Antam menjual 5.392 kilogram (kg) emas. Sementara, volume penjualan feronikel tercatat sebesar 8.092 ton nikel dalam feronikel (TNi)," imbuh Tedy.

Saat ini, Antam terus mengembangkan pasar ekspor emas. Karena bisnis emas masih menjadi penyumbang terbesar dalam pendapatan perseroan. Beberapa pasar yang dijajaki, antara lain Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab dan beberapa negara di Afrika.

Terkait proyek pembangunan pabrik feronikel haltim (P3FH), Tedy mengaku, perkembangan masih berjalan dengan baik setelah proses rights issue akhir tahun lalu. (lum/jos/jpnn)

Berita Terkait