Anjlok Oleh Soal Esai

Anjlok Oleh Soal Esai

  Selasa, 5 June 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Hasil ujian sekolah berstandar nasional SD/MI 2017/2018 di Kota Pontianak sudah diumumkan Senin kemarin di sekolah masing-masing. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Paryono mengungkap dibanding tahun lalu nilai ujian tahun ini mengalami penurunan.

“Pengumuman kelulusan SD sederajat sudah dibagikan ke sekolah-sekolah. Proses kelulusan selanjutnya tinggal dikembalikan melalui rapat dewan guru di sekolah,” kata Paryono kepada Pontianak Post.

Dia mengakui, untuk tahun ini hasil ujian SD mengalami penurunan. Jika melihat hasil tahun lalu, rerata nilainya 207,92 tapi tahun ini reratanya hanya 192,96. Begitu pula nilai tertinggi tahun lalu 297,5 sekarang hanya 286 saja. Nilai terendah mengalami kenaikan jika tahun lalu 60 sekarang 75 dan rentang nilai tinggi rendah tahun lalu jaraknya agak jauh, yaitu 43,42 sedangkan tahun ini 36,57. 

Sebab turunnya nilai rerata ujian nasional SD tahun ini dilihat Paryono bisa karena beberapa faktor. Pertama, mungkin bisa karena soal ujian tahun ini selain mesti mengisi pilihan ganda juga ada esai. Akibatnya, sebagian siswa dikejutkan dengan soal esai ini. Tapi bentuk soal tersebut juga bukan jadi alasan utama penurunan nilai UN tahun ini. Karena tak sedikit anak-anak yang saat persiapan ujian diberikan pelatihan menjawab soal esai tetapi tetap saja nilainya turun.

Turunnya nilai, lanjut dia, juga bisa dimungkinkan karena penggunaan kurikulum KTSP dan kurikulum 2013. Akan hal ini, implementasinya di lapangan tak tahu seperti apa. Karena soal kurikulum Diknas tak miliki kewenangan untuk melakukan pengelolaan langsung. Tapi lanjutnya, soal kurikulum pihaknya sudah melakukan penguatan dengan merujuk pada penetapan standar proses pendidikannya. 

Hanya saja untuk pembelajaran di kelas masing-masing pihaknya tak tahu seperti apa. Orang tua kata dia lagi juga miliki peran penting terjadap hasil nilai ujian anak. Artinya untuk hasil nilai ujian mencapai target mesti ada kerjasama dari semua pihak. 

Ditanya empat peringkat nilai tertinggi hasil ujian SD, tahun ini yang pertama SD Plus Bina 45, kemudian SDN 29 Kecamatan Pontianak  Kota, disusul SD Kristen Kalam Kudus dan SD Muhammadiyah 2 Pontianak. 

Mengenai lulus tidaknya pelajar SD, tambah dia, hingga kini (kemarin) pihaknya belum mendapat laporan dari sekolah bahwa ada yang tak lulus. “Penentuan lulus tidaknya ditentukan sekolah. Ada beberapa penilaian khusus bagi pelajar oleh pihak sekolah. Jadi hasil kelulusan bukan semata dilihat dari hasil nilai saja. Tapi hingga sekarang sih tak ada laporan masuk ke kita. Mungkin kelulusan tahun ini bisa 100 persen,” ungkapnya.

Kalau hasil ujian SMP, meski mengalami penurunan, namun untuk tingkat kelulusan, mencapai 100 persen. Artinya, semua pelajar SMP sederajat di Kota Pontianak lulus.(iza)
 

Berita Terkait