Anies dan Agus Tantang Ahok

Anies dan Agus Tantang Ahok

  Sabtu, 24 September 2016 09:30

Berita Terkait

JAKARTA – Teka-teki siapa penantang Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada Jakarta 2017 akhirnya terjawab. Koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sementara Koalisi Cikeas (Demokrat, PAN, PKB dan PPP) mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.  

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan diplot sebagai calon gubernur DKI. Sedangkan Sandiaga menjadi calon wakil gubernur DKI pendamping Anies. Keputusan mengusung duet Anies-Sandiaga diambil dalam pertemuan di rumah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9) petang. Pertemuan itu dihadiri elite Gerindra dan PKS.

“Setelah proses rembuk yang cukup panjang, kami mencalonkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon gubernur DKI 2017-2022. Bukan kader Gerindra ataupun PKS. Tapi Gerindra dan PKS memandang yang terbaik,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengumumkan nama pengusaha Sandiaga Uno. “Saudara Sandiaga S Uno sebagai calon wakil gubernur DKI untuk periode 2017-2022,” sebutnya.

Lebih lanjut Prabowo meyakini Anies dan Sandiaga merupakan figur terbaik. “Kami nilai mampu untuk membawa DKI ke arah yang lebih baik, menuju Indonesia raya yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman, mengatakan baik Anies maupun Sandiaga memenuhi syarat integritas, kapabilitas maupun basis konstituen. “Kami yakin keduanya memiliki integritas yang sangat baik,” katanya.

Sedangkan untuk kapabilitas, baik Anies maupun Sandiaga dikenal sukses di bidang masing-masing. Sementara untuk basis konstituen, kata Sohibul, duet Anies-Sandiaga juga punya pendukung.

“Keduanya saya yakin punya basis konstituen. Itu insya Allah akan memberi sumbangan luar biasa bagi proses pemenangan,” tegasnya.

Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra-PKS, Anies Baswedan menyatakan kesiapannya memimpin Jakarta.  Anies mengatakan bahwa warga Ibu Kota layak mendapatkan pemimpin yang manusiawi.

Ini dikatakan Anies setelah diumumkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai cagub DKI didampingi calon wakilnya Sandiaga Uno.

Anies mengaku ingin memasuki gelanggang pilkada dengan sebuah niat menyemarakkan demokrasi. Karena itu, pilgub DKI menurutnya harus dijadikan ajang adu gagasan untuk kemajuan Ibu Kota.

"Jakarta berhak untuk memiliki pemimpin yang manusiawi. Jakarta berhak mendapat kebijakan yang melindungi, menyejahterakan. Amanah yang diserahkan kepada saya dan Sandiaga Uno akan kami pegang sebaik-baiknya," kata Anies di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9).

Anies dikabarkan sempat menolak dijadikan calon wakil. Namun, pada kesempatan itu, Anies menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Partai Gerindra dan PKS, yang telah mengusung, mendorong dan memberikan kesempatan kepada dirinya dan Sandiaga ikut terlibat memajukan Jakarta.

Jakarta, lanjutnya, bukan sekadar Ibu Kota, tapi merupakan tempat tinggal jutaan manusia Indonesia, yang berikhtiar, berusaha dan mencari pekerjaan. Warga Jakarta menurutnya menunggu haknya untuk dilindungi dan disejahterakan.

"Untuk itu mari bersama menjadikan Jakarta lebih baik. Seperti dikatakan Bung Sandi, kami bukan hadir sebagai superman, tapi hadir sebagai super team. Bekerja bersama membangun Jakarta yang lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Koalisi Cikeas resmi mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Pasangan ini benar-benar menjadi kejutan di Pilgub DKI Jakarta. Keduanya nyaris tak diperhitungkan sebelumnya. Nama Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, dan Anies Baswedan lebih mengemuka.

Lantas, apa alasan koalisi ini mengusung Agus-Sylviana? Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengungkap beberapa alasan.

Pertama, Agus adalah seorang militer yang telah mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa di angkatannya, dan selalu berada di prestasi puncak dengan kedisiplinan yang tinggi.

Kedua, Agus Yudhoyono juga dikenal sebagai seorang tentara yang disiplin dalam penugasan di dalam dan luar negeri.

Ketiga, dari segi pendidikan, Agus adalah seorang intelektual yang terbukti mendapatkan master di tiga universitas, seperti School of International Studies Nanyang Technological University, Singapore (2006), Harvard University (2010), dan George Herbert Walker School of Businnes and Technology, Webster University (2015).

“Sehingga memiliki visi yang dibutuhkan warga Jakarta,” ujar Romahurmuziy di Cikeas, Bogor, Jumat dini hari(23/9).

Sementara Sylviana Murni adalah birokrat yang tangguh, seorang intelektual dan seorang akademisi, aktivis organisasi, dan Kwartir Daerah Pramuka. “Sehingga pergaulannya sangat luas,” katanya.

Pasangan ini, kata Romi, juga sudah cukup ideal karena kombinasi antara tua dan muda. Bagaimana yang muda dengan semangat dan disiplinnya dengan pengalaman kemampuan birokarsi yang dimilikinya.

Kemudian pasangan ini cukup ideal dengan melambangkan warga Jakarta, karena Jakarta 30 persen adalah Jawa dan 24 persennya Betawi. Kata dia, Agus adalah Jawa dan Sylviana adalah Betawi.

“Sehingga kami memiliki optimisme, memberikan harapan baru kepada warga Jakarta,” ungkapnya.

Dari segi, lanjutnya, pengalaman Agus dan Sylviana belum pernah menduduki jabatan dalam birokrasi. Tetapi mereka akan menjamin harapan baru untuk rakyat Jakarta. “Itulah yang akan kami berikan kepada warga Jakarta,” ujarnya.

Keputusan Mayor Agus Yudhoyono untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta membawa konsekuensi pada kariernya di militer. Sesuai aturan, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu harus mengundurkan diri dari TNI karena mencalonkan diri di pilkada.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaeman mengatakan, ada ketentuan dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Salah satu ketentuan dalam UU itu mengatur masa dinas anggota TNI. “Di antaranya mengatur masa dinas TNI. Kalau prajurit, minimal sepuluh tahun berdinas, mereka mengundurkan diri atau pensiun, boleh-boleh saja,” katanya, Jumat (23/9).

Tatang juga menyinggung ketentuan lain. Yakni aturan dalam Undang-Undang Pilkada yang mengatur calon kepala daerah dari anggota TNI/Polri. Selain itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Agustus 2016 juga telah menerbitkan surat edaran. “Intinya setiap prajurit yang ikut dalam pilkada, harus mengajukan surat permohonan secara hierarkis. Contohnya, jika yang bersangkutan berada di tingkat batalyon, maka mengajukan permohonan ke tingkat brigade,” paparnya.

Tatang menegaskan, anggota TNI yang mencalonkan diri di pilkada harus sudah berhenti dari militer pada saat ditetapkan sebagai calon kada oleh KPU.

”Jika nanti yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon oleh KPU, ya harus mengundurkan diri. Jadi sebenarnya permohonan ikut pilkada sekaligus permohonan mengundurkan diri,” tegasnya.

Tatang menambahkan, ketika Agus sudah mengikuti tahapan kampanye berarti sudah tidak boleh lagi menjadi anggota TNI. “Jadi jelas di situ netralitasnya. Karena sejak masa kampanye sampai masa pencoblosan, tidak ada lagi atribut TNI,” tegasnya.

Penetapan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari poros Cikeas melewati proses yang tak mudah. Poros Cikeas yang digawangi empat partai besar sempat tidak menemukan titik temu. Selain itu, muncul tentangan dari keluarga Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ani Yudhoyono, istri SBY sempat tak rela melepas anak sulungnya tersebut ke panggung politik ibu kota. "Ya. (Ibu Ani) Enggak (rela)," ujar Hinca dalam jumpa pers di kediaman SBY, Jumat (23/9) dini hari.

Namun, setelah diyakinkan partai koalisi, Bu Ani akhirnya ikhlas melepas Agus bertarung di Pilkada. "Mas Agus pun bersedia demi panggilan yang lebih besar. Mas Agus siap tampil di DKI," tambah Hinca.

Hinca mengungkapkan, munculnya nama Agus memang cukup mengejutkan.

Dia pun tidak membayangkan Agus bakal maju sebagai salan satu calon yang bertarung melawan Ahok di Pilgub DKI. "Ya mengejutkan karena datang dari parpol lain. Kita juga enggak membayangkan ini terjadi, kita bahas dua hari berturut-turut," bebernya. (jpnn)

 

Berita Terkait