Anggota Koperasi PT. BSL Ancam Tuntut PT. KAL

Anggota Koperasi PT. BSL Ancam Tuntut PT. KAL

  Selasa, 19 March 2019 09:26
PERTEMUAN: Ketua Koperasi Kebun Mitra BSL, Muhammad Anton, memimpin rapat anggota koperasi di Kantor Desa Kuala Satong, Minggu (17/3). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

KUALA TOLAK – Anggota Koperasi Perkebunan PT. Bina Satong Lestari (BSL) mengancam akan menuntut PT. Kayong Agro Lestari (KAL). Pasalnya, perusahaan yang membuka perkebunan di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, dan sekitarnya. Pasalnya mereka menilai perusahaan tersebut tidak sungguh-sungguh merawat kebun mitra BSL. 

“Kita akan membawa masalah ini ke Pemerintah Kabupaten (Ketapang), agar mengetahui kondisi kebun mitra yang jadi tanggung jawab PT. KAL. Sejauh ini kebun mitra belum dinikmati hasilnya oleh anggota,” ungkap Muhammad Anton, ketua Koperasi BSL saat memimpin rapat bersama anggota koperasi di Ruang Rapat Kantor Desa Kuala Satong, Minggu (17/3).

Tuntutan anggota Koperasi BSL ke PT. KAL dikuatkan dengan kesepakatan anggota, yang dituangkan dalam berita acara saat rapat anggota yang dipimpin Ketua Koperasi BSL, Muhammad Anton. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB itu juga dihadiri Kepala Desa Kuala Satong, Abdur Rahman; Ketua BPD Kuala Satong, Madrus; dan perwakilan dari Polsek Matan Hilir Utara. Anggota koperasi yang diundang dalam rapat tersebut sekitar 250 orang. 

Muhammad Anton mengisahkan, luas kebun mitra BSL sekitar lebih 400 hektare. Sejauh ini, diakui dia, baru 100 hektare lebih yang bisa dipetik hasilnya. Itu pun, menurut dia, baru berjalan beberapa bulan. Selebihnya, dia menambahkan, masih membutuhkan perawatan yang sungguh-sungguh. Dengan demikian, dikhawatirkan Anton lagi, anggota koperasi yang jumlahnya lebih dari 700 kepala keluarga (KK) tak akan bisa sejahtera, jika hanya berharap dari kebun mitra BSL. Sebab, sambungnya, hasil panen yang hanya lebih 100 hektare, belum bisa menutupi biaya operasional yang perbulannya yang berkisar Rp400 juta. “Hasil panen tiap bulan sangat jauh dari biaya operasional. Masih tekor, bagaimana untuk nyicil angsuran koperasi ke bank, karena kebun mitra digarap perusahaan meminjam uang di bank atas nama koperasi,” paparnya. 

Dalam pertemuan itu, para anggota menegaskan, jika tuntutan yang diperjuangkan tak mendapat respons positif dari pihak perusahaan, akan mendesak pemerintah untuk menutup PT. KAL dari Kuala Satong. Anton menambahkan, sebelumnya pihaknya telah menerjunkan petugas dari Dinas Perkebunan untuk melakukan penilaian kondisi fisik kebun. Dari hasil penilaian mereka, luas lahan kebun yang lebih 400 hektare baru layak dinilai seluas 178,73 hektare.  (dan)