Andai Kita Hidup (Kehidupan) Tanpa Air, Apa Jadinya?

Andai Kita Hidup (Kehidupan) Tanpa Air, Apa Jadinya?

  Selasa, 22 March 2016 22:04   3,625

JIKA boleh berandai-andai, bagaimana jadinya jika hidup (kehidupan) kita dan sesama makhluk lainnya tanpa air apa jadinya. Sementara air sebagai sumber kebutuhan pokok bagi rata-rata makhluk hidup yang mendiami bumi.

Selasa (22 Maret 2016) bertepatan dengan hari Air Sedunia. Air juga bisa dikatakan sebagai sumber hidup (kehidupan).  Lalu apakah kita bisa berlanjut tanpa air?. Sebuah pertanyaan tersebut, sejatinya bisa dijawab dengan sendirinya bahwa hidup (kehidupan) tidak akan bisa berlanjut tanpa adanya air.

Benar saja, sesungguhnya semua makhluk hidup sangat membutuhkan atau memerlukan air di dunia (bumi) ini. Sebagai contoh saja kita manusia, setidaknya sangat memerlukan air sebagai pembentukan dan penguraian zat di dalam tubuh atau badan yang memungkinkan berlangsungnya hidup. Kehidupan sehari-hari manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak terlepas dari yang namanya air. Misalkan saja, manusia memerlukan air untuk melepas dahaga saat haus (minum), demikian juga halnya dengan hewan. Sedangkan tumbuh-tumbuhan memerlukan air sebagai pertumbuhan dan perkembangannya untuk fotosintesis dan menjaga stabilitas suhu (mengatur dan menstabilkan suhu panas dalam tumbuhan. Selain itu, air juga sangat diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi dan memasak. Selain juga, air sangat diperlukan untuk irigasi pertanian, transportasi air dan rekreasi. Tersedianya air sebagai unsur utama yang harus ada dalam kehidupan. Dengan demikian, dapat dikatakan adanya ketersediaan air maka manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat bertahan.

Bagaimana dengan keadaan ketersediaan air saat ini lebih khusus di Indonesia?. Sesungguhnya, Indonesia memiliki banyak sumber air, salah alasannya adalah karena air dan hutan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Mengingat, hutan yang ada merupakan sumber mata air. Pohon-pohon sebagai penyimpan resapan air. Bayangkan saja jika hutan semakin berkurang atau habis, maka air pun sulit mengalir dan sulit didapatkan atau bahkan tidak tersedia lagi. Terutama air bersih.

Sampai saat ini (dari tahun ke tahun), berdasarkan data dan fakta menyebutkan, Indonesia dan beberapa negara lainnya mengalami penurunan jumlah (mengalami pendangkalan). Alasannya karena sumber resapan air berupa hutan sudah semakin jauh berkurang (hutan semakin sedikit) sehingga air sudah semakin sulit ditemukan (mata air/ sumber air bersih), keberadaan air sungai pun tidak melimpah lagi, ditambah lagi dengan adanya pencemaran di sana sini akibat aktivitas masyarakat dan lain sebagainya termasuk pabrik dan industri.

Pencemaran air yang terjadi di Indonesia berdasarkan data menyebutkan, 73 persen dari 53 sungai utama di Indonesia  sudah tercemar limbah industri maupun limbah rumah tangga, data tahun 2014, capture dari sumber youtube tentang perlunya perilaku bijak memanfaatkan air. Artinya, sebagian besar keberadaan sungai yang ada di Indonesia sangat sebagian besar rentan tercemar. Tentu hal ini menjadi salah satu langkah bagi kita semua untuk bagaimana caranya agar air dapat terjaga dan tidak tercemar. Tata aturan tentang AMDAL dan tata aturan ijin usaha bagi pelaku usaha/bisnis terutama industri, perusahaan sejatinya harus taat dan sejatinya harus tunduk pada regulasi ini. Demikian juga perilaku bijak terhadap penggunaan air bagi kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat sudah saatnya untuk  dilakukan dengan cara berhemat (tidak boros) menggunakan air.

Sebagian besar atau 75 % kebutuhan air tawar diperoleh dari hutan, (sumber data FAO). Sangat tidak mungkin rasanya hidup (kehidupan) dapat berlanjut jika tanpa air. Atau dengan kata lain, air sebagai sumber kehidupan yang harus selalu ada sampai kapanpun.

Akan tetapi, kerusakan lingkungan berupa hutan dengan keberadaan dan keadannya semakin sedikit diambang terkikis habis menjadikan satu alasan utama untuk ditakuti. Apabila hutan semakin sedikit (hancur) maka sudah dipastikan sumber air akan semakin sulit didapatkan atau diperoleh. Tentu ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Bagaimana langkah agar satu kesatuan hutan dan air tetap masih tersedia. Salah satunya adalah dengan menanam, menjaga/merawat dan melindungi hutan. jika hal ini dilakukan hampir dipastikan ketersediaan air masih tetap ada dan terus mengalir. Selamat hari air sedunia 2016. Semoga juga kita bisa bijaksana dengan menggunakan air sebagai pemenuhan kehidupan sehari-hari. Semoga saja...

By : Petrus Kanisius ‘Pit’- Yayasan Palung

 

Petrus Kanisius

Suka berbagi informasi tentang fakta dan realita lingkungan dan satwa