Anak Sanggau Tak Boleh Putus Sekolah

Anak Sanggau Tak Boleh Putus Sekolah

  Rabu, 23 March 2016 09:49
BERKUNJUNG: Wakil Bupati Sanggay Yohanes Ontot bertemu dengan para siswa SD Kelas Jarak Jauh (KJJ) SDN 29 Tebedak, kab Sanggau. ISTIMEWA

Berita Terkait

SANGGAU – Anak-anak didesa harus sekolah untuk mengejar ketertinggalan. Biaya dan jarak seharusnya bukan menjadi alasan untuk tidak sekolah. Dulu, lebih sulit untuk sekolah, karena jumlah sekolah terbatas dan jaraknya yang jauh. Namun, masyarakat tetap berusaha untuk sekolah

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontotmenceritakan pengalamannya saat masih menjadi siswa. “Saya juga berasal dari kampung yang jauh dari sekolah. Dengan tekad yang tinggi, mau tak mau harus meninggalkan kampung halaman  ke Pontianak agar bisa Sekolah,” ujarnya.

Para orang tua diminta membiasakan anak-anak untuk semangat menimba ilmu. Bukan membiasakan anak-anak untuk berburu dan bertani saja. Pengalamannya mengatakan bahwa banyak sekali orang sukses yang berasal dari kampung.

“Saya tak mau dengar ada orang tua yang ngajak anaknya berburu dan bertani  sampai anak-anak putus sekolah. Anak-anak dipelosok jangan tertinggal dengan orang-orang di kota,” harapnya.

Membangun sekolah bukan urusan gampang, dan bukan semata-mata hanya permintaan sekelompok orang. Dia menegaskan agar tidak hanya pihak sekolah yang menjaga dan memelihara gedung sekolah.

Sekolah memang tidak menghasilkan uang. Namun, kepentingan jangka panjang dari bersekolah baru akan dirasakan dimasa depan. Karenanya pola pikir masyarakat harus segera diubah agar anak-anak bisa mendapatkan kehidupan yang layak dimasa depan.

“Kita harus mengajak anak-anak ini untuk tetap mau sekolah. Jangan sampai ada lagi yang putus sekolah,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait