Anak Meniru Sang Idola

Anak Meniru Sang Idola

  Rabu, 27 July 2016 10:01

Berita Terkait

Masa remaja merupakan masa mencari jati diri. Mereka mudah meniru. Salah satunya mengikuti cara berpakaian, bicara, dan tingkah publik figur yang menjadi idolanya. Mereka pun terus memantau aksi sang idola, termasuk melalui media sosial.

Oleh : Marsita Riandini

Saat ini banyak yang memuja publik figur, baik dari kalangan artis, tokoh masyarakat, seniman, ataupun tokoh tertentu yang menjadi idola mereka. Tak hanya orang dewasa, para remaja juga ada. 

Setiap tahunnya idola baru bermunculan. Bahkan, sekarang orang bisa menjadi idola hanya melalui media sosial yang dimiliki. Apalagi teknologi semakin canggih saat ini. Jadi, siapa pun bisa menjadi idola dan mempengaruhi perilaku orang lain. 

Misalnya, remaja meniru tokoh-tokoh sinetron seperti Anak Jalanan. Sinetron yang banyak menarik perhatian remaja itu hampir setiap hari diputar di salah satu televisi swasta. Alhasil, idola baru bermunculan. Aksi dan tingkah Stefan William dan Natasha Wilona yang menjadi pemeran utama pun banyak ditiru. Sosial media mereka diburu para penggemar. 

Kegemaran Boy yang diperankan Stefan William dalam mengendarai motor besar turut mencuri perhatian para remaja. Salah satunya Zuliansyah, lelaki berusia 19 tahun. Ia meminta orang tuanya untuk dibelikan motor tersebut. “Ingin sih minta dibelikan motor gede, cuma habis lebaran ini kan pengeluaran besar. Jadi kayaknya tidak bisa,” kata Zuliansyah atau biasa disapa Zul ini. 

Zul adalah satu dari sekian remaja yang memiliki idola. Mereka tentu punya alasan kenapa ingin meniru penampilan mereka.  Lantas apakah hal ini baik dan apa pengaruhnya bagi remaja?  Endah Fitriani, M. Psi, Psikolog mengatakan tak ada salahnya anak meniru tokoh-tokoh idola mereka. Sebab, kecenderungan anak dan remaja adalah meniru.

“Seseorang yang menjadi idola biasanya karena apa yang ada pada diri mereka disukai para remaja. Pada kalangan artis, biasanya memerankan peran tertentu yang mampu mencuri perhatian remaja,” kata Endah kepada For Her.

Era digital merupakan zaman serba mudah untuk mengakses apapun berdasarkan keyword. Pekerjaan rumah (PR) orang tua pun menjadi bertambah. Pemahaman mereka terkait komunikasi dan teknologi harus ditingkatkan. Dikarenakan melalui kecanggihan teknologi anak bisa menemukan idola-idola baru yang akan dijadikan panutan olehnya. 

“Anak begitu dekat dengan teknologi. Mereka bisa mengakses banyak hal. Disinilah orang tua perlu mendampingi anak agar tidak salah dalam mencari idola mereka,” ulas guru BK di SMPN 10 Pontianak ini. 

Dia mencontohkan ketika anak meniru artis yang saat berakting menunjukkan kekuatan fisik. Ketika mendapat masalah, sang anak pun menyelesaikannya dengan perkelahian. 

“Bila orangtua tidak memberikan pendampingan yang tepat, anak akan menelannya mentah-mentah. Ketika punya masalah, anak akan berpikir cara menyelesaikannya dengan berkelahi. Padahal kan tidak seperti itu,” paparnya. 

Banyak juga yang terkenal melalui lewat akun youtubers, selebgram, maupun video blog. Biasanya mereka memiliki kepentingan pribadi dengan konten-konten yang diciptakan dan tujuannya memang untuk menjadi idola. Dengan menjadi idola, semakin bertambah followersnya, dan semakin banyak pula tawaran-tawaran bisnis yang mampir ke akun mereka. 

“Ketika anak mulai mengenal sosial media, mulai terbiasa dengan internet. Maka peran orangtualah yang mengarahkan. Mana yang layak ditiru, mana yang tidak,” jelasnya. 

Endah menambahkan ketika yang dicontoh anak gaya hidup sang idola yang memang serba mewah, orang tua juga terkena dampaknya. Jika orangtua memiliki banyak uang dan bisa memenuhi semua keinginan anak, hal tersebut tidak jadi masalah. 

“Tetapi ketika anak ingin meniru gaya hidup sang idola dan kemampuan tidak sesuai, dikhawatirkan anak terjerumus ke hal negatif. Mereka mulai mencari cara instan untuk bisa meniru sang pujaan,” pungkasnya. **

-------------------------------------

Alasan Mengidolakan Seseorang

Tentunya ada alasan sehingga menjadikan seseorang sebagai idola. Psikolog Endah Fitriani menuturkan beberapa diantaranya: 

*Fisik
Memiliki wajah yang cantik ataupun rupa yang ganteng menjadi salah satu alasan remaja mengidolakan seseorang. Lihat saja artis-artis muda saat ini yang memiliki wajah yang menarik. Tak heran, para remaja pun terkagum-kagum dengan mereka. Orangtua harus memahami alasan sang anak mengagumi idola mereka agar bisa memberikan arahan yang tepat. 

*Gaya Hidup
Berawal dari suka, muncul stalking atau mencari tahu tentang keseharian sang idola. Dimulai dengan memantau media sosial mereka. Apalagi bagi artis yang memiliki video aktivitas kesehariannya. Tentu ini tak luput jadi perhatian. Jika gaya hidup yang diikuti itu benar, tidak akan timbul masalah. Tetapi jika diluar batas norma apalagi sampai memaksakan diri untuk bermewah-mewah, tentu juga tidak baik pengaruhnya bagi anak. 

*Bakat dan prestasi
Jika remaja menyenangi musik, tentunya mereka memiliki idola tertentu sesuai dengan jenis musik yang digemarinya. Ini baik bagi anak terutama bagi pengembangan bakat dan minatnya. Anak bisa belajar hal positif untuk mengembangkan bakatnya, apalagi sampai berprestasi. 

*Perilaku
Ada pula remaja yang mengidolakan seseorang karena perilakunya di masyarakat. Tak harus kalangan artis, bisa saja kakak kelasnya di sekolah ataupun tetangga dekat rumah. (mrd)

 

Berita Terkait