Alumni Kekuatan Institusi

Alumni Kekuatan Institusi

Selasa, 27 September 2016 09:30   872

Oleh: Aswandi

 

MINGGU, 25 September 2016 dilaksanakan pelantikan Ikatan Alumni Universitas Tanjungpura (IKA UNTAN) Periode 2015-2020 oleh Prof.  Thamrin Usman, DEA selaku Rektor UNTAN.

Menjadi alumni dari suatu institusi adalah bagian dari kehidupan kita, kemanapun dan dimanapun kita pergi dan berada pada hari ini, status alumni kita tidak bisa kita hilangkan, ia tercatat dengan tinta emas dan melekat ke dalam diri kita masing-masing. Mereka harus peduli terhadap almamaternya sebelum mengharapkan orang lain peduli. Faktanya masih banyak alumni yang kurang dan tidak peduli terhadap almamaternya, bahkan tidak sedikit yang lebih parah lagi, mereka justru senangnya menjelek-jelekkan almamaternya. Pribahasa lama mengatakan: “air susu dibalas air tuba” dan “kacang lupa akan kulitnya”.

Sebuah kisah bijaksana China Klasik sebagaimana ditulis Michael C. Tang

(2004) dalam bukunya “Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik”, yakni sebagai berikut; “Setelah mengetahui bahwa pembimbingnya, Chang Cong sakit keras, Lao Tzu mengunjunginya. Terlihat jelas bahwa Chang Cong mendekati akhir hidupnya. Guru, apakah guru mempunyai kata-kata bijak terakhir untukku” kata Lao Tzu kepadanya. Sekalipun kamu tidak bertanya, aku pasti akan mengatakan sesuatu kepadamu”. Jawab Chang Cong. Apa itu?”. Kamu harus turun dari keretamu bila kamu melewati kota kelahiranmu. Ya, Guru. Ini berarti orang tidak boleh melupakan asalnya”. Setiap orang tahu hal itu, tapi sedikit saja yang mempraktekkannya”. Semoga alumni Universitas Tanjungpura tidak digolongkan dalam kelompok orang yang telah lupa dan kurang peduli terhadap almamaternya.

Menurut peraturan dan perundang-undangan tentang “Pendidikan Tinggi”,  alumni adalah seseorang yang tamat pendidikan di perguruan tinggi yang bersangkutan, dan alumni perguruan tinggi dapat membentuk organisasi alumni yang bertujuan untuk membina hubungan dengan perguruan tinggi yang bersangkutan dalam upaya menunjang pencapaian tujuan pendidikan tinggi. Dan kehadirannya menjadi kekuatan suatu institusi.

Pengertian alumni tersebut di atas memberikan makna bahwa ikatan alumni sebuah perguruan tinggi di Indonesia termasuk di dalamnya ikatan alumni Universitas Tanjungpura memiliki kekuatan hukum dan bukan sebagai organisasi terlarang. Oleh karena itu, ia memiliki legalitas untuk mencapai visi dan menjalankan misinya.

Di era otonomi, desentralisasi, dan globalisasi ini, peran alumni sangat penting dan kehadirannya sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan perkembangan institusi atau almamaternya sekarang dan di masa depan, bukan sebaliknya kehadiran atau keberadaannya untuk jangka pendek atau kepentingan sesaat, berdimensi politik praktis, merebut atau ambisi kekuasaan, seperti  persiapan menjelang pemilihan umum (pemilu) dan/atau pemilihan kepala daerah (pilkada).

Belajar atau mengambil pengalaman dari alumni perguruan tinggi besar di tanah air dan dari perguruan tinggi ternama di manca negara seperti yang dilakukan oleh ikatan alumni Harvard University, University of Colorado, Duke University, University of Notre Dame, University of Arizona, Georgetown University, University of South Corolina dan Northwestern University adalah universitas ternama (prestisius) di dunia yang menjadikan ikatan alumni sebagai satu kekuatan yang sangat penting dalam membangun institusi atau almamaternya.

Alumni Harvard University menghimpun diri dalam sebuah ikatan “Assosiation of Master Bussiness Administration disingkat AMBA” yang mempromosikan pendidikan formal manajemen pada umumnya dan khususnya program Master Bussiness Administration (MBA). Asosiasi alumni tersebut melakukan tiga kegiatan utama, yakni; (1) kontak sosial antar alumni atau forum silaturrahmi; (2) membuat jaringan atau networking; (3) dan kelangsungan pendidikan alumninya (inservice training) dan melalui trace study atau sejauhmana alumni diserap lapangan kerja.

Komitmen untuk selalu berkomunikasi/silaturrahmi sesama alumni menciptakan jaringan, dan memberikan pelayanan profesional telah dibuktikan oleh AMBA (ikatan alumni Harvard University) dimana organisasi alumni tersebut mampu membawa keberhasilan para alumni dan kemajuan institusinya.

Tidak hanya itu, para alumninya yang telah sukses diberbagai profesi, ternyata selalu bermitra untuk bekerjasama dengan institusi atau almamaternya dan mereka secara bersama-sama membangun ”Job Placement Center” atau ”Alumni Placement Bureau” yakni sebuah lembaga yang misinya antara lain sebagai penghubung antara dunia usaha dan para alumni yang membutuhkan pekerjaan dan menstranfer posisi profesional baru (Davis, 1997 dan Knowles, 1977).

Johnson, Rush dan Lybrand (1995) dalam bukunya berjudul ”Reinventing The University; Managing and Financing Institutions of Higher Education” dan buku yang ditulis oleh Burton R. Clark (1998) berjudul ”Creating Entrepreneurial Universities: Organizational Pathways of Transpormation”. Kedua buku tersebut membahas secara khusus tentang pentingnya keberadaan alumni sebagai “An important Club” (kelompok penting) dari sebuah institusi pendidikan tinggi jika ia ingin tetap eksist dan berkembang.

Peran alumni, seperti memfasilitasi rekrutmen mahasiswa, mempromosikan mahasiswa dan universitas ke luar, memberikan pengalaman belajar para alumninya; di beberapa perguruan tinggi maju dikenal adanya ”Alumni College” yakni program pendidikan formal dan informal yang disediakan oleh dan untuk alumni lembaga tersebut untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman profesional.

Di samping itu peran alumni adalah memanfaatkan tenaga dosen sebagai expert, memberikan dukungan dana atau finansial, dan menciptakan lapangan kerja bagi alumninya.

Oleh karena sangat beralasan, jika Prof. H. Thamrin Usman, DEA selaku rektor UNTAN berharap pada IKA UNTAN yang baru saja dilantik agar: (1) mengharumkan nama institusi atau almaternya, dan (2) memberikan kontribusi bagi percepatan kemajuan UNTAN MULIA sebagaimana dilakukan oleh ikatan alumni perguruan tinggi lainnya di negeri ini. Ikatan Alumni Institut Pertanian Bogor (IKA IPB) misalnya, akhir-akhir ini telah memberikan kontribusi sangat besar dalam menyediakan dana beasiswa bagi mahasiswa/i berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Akhirnya, kita berharap, semoga Ikatan Alumni Universitas Tanjungpura (IKA UNTAN) masa bakti 2015-2020 yang dikomandani oleh bapak Sutarmidji, SH, M.Hum menjadi satu unsur kekuatan penting bagi percepatan kemajuan dalam mewujudkan “UNTAN MULIA. Amiiin (Penulis, Dosen FKIP UNTAN)

Aswandi

Penghobi membaca dan menulis ini lahir di Tebas Sungai pada 13 Mei 1958 dan memiliki motto hidup "Mencapai Muttaqiiin melalui Iman, ilmu dan amal". Pria yang menikahi Rusnawaty ini dikaruniai tiga anak.

Aswandi lahir dari pasangan Asy’ari (almarhum) dan Fatimah (almarhumah). Dosen FKIP Universitas Tanjungpura (PNS) itu tinggal di Jalan Danau Sentarum, Gang Pak Madjid 3/18 Pontianak.

Jenjang pendidikan dilalui Aswandi dengan menamatkan Madrasah Ibtidaiyah di Tebas Sungai (1971), MTs Gerpemi di Tebas (1974), SPG Negeri di Singkawang (1977), S1 FKIP Untan Pontianak (1984), S2 IKIP Malang (1993) dan S3 Universitas Negeri Malang (2001).

Karier pekerjaan Aswandi diawali dengan menjadi Guru SDN di Pontianak 1978-1986. Kemudian guru SMP-PGRI, Dosen FKIP UNTAN, Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dosen STKIP PGRI Pontianak, Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pembantu Dekan I FKIP UNTAN, Dekan FKIP UNTAN kini Wakil Rektor Bidang Akademik Untan 2015-2019